Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Hadiah suku Manik Hitam


__ADS_3

Dewa tersenyum saat mengingat kelakuan Keira ditenda tadi betapa wanita itu begitu berani menggodanya.


"ndan??"suara Radit menyadatkan Dewa


"apa?"


"ada apa koq senyum senyum?"Radit kembali bertanya


"ga ada apa apa ,apa setiap yang ku alami harus lapor padamu?"


"he.he yah Kepo ndan."


"besok kita harus ke suku manik hitam lagi mencek kondisi kepala suku."


Dewa terdiam


"apa Kei harus ikut lagi?"


"yang berprofesi dokter kan dia ,ndan masa ga ikut."


Dewa mengangguk pelan


******

__ADS_1


Keesokan pagi setelah rutinitas pagi Keira bersiap berangkat,tampak dia masih menahan kantuk karena semalaman menemani almira di tendanya,terlihat Dewa sedikit cemberut karena semalam tendanya begitu dingin tanpa Keira.


Sesampai di Suku Manik Hitam,Keira memeriksa luka kepala suku yang sudah membaik,mengangkat jahitannya dan menutup dengan kassa.Tidak ada rass canggung lagi semua berjalan dengan biasa saja.


"dokter ,tolong terima hadiah dari kami silahkan masuk ke bilik berwarna merah itu."tunjuk kepala suku.


Keira melihat bilik merah di sebrang ruangan dia berada dan mengangguk dan tersenyum.


Dewa menahan rasa cemas menunggu Keira selesai memeriksa kepala suku,dia benar gelisah mengetahui kepala suku melarang Keira didampingi walau disana ada ke 10 istri kepala suku tetap saja Dewa gelisah.


Keira terkejut saat salah seorang istri kepala suku memberikan sebuah kain tenun tangan yang indah dan lebih terkejut lagi saat meminta dia mengganti Blouse atasannya dengan kan tenun itu.


"tolong dipakai dokter sebagai penghargaan setelah itu tunggulah di bilil merah." jelas seorang amake salah satu istri kepala suku.Keira menurut dan segera masuk kebilik merah,dia tertegun didalamnya hanya ada kayu jati berbentuk tangan manusia yang sedang membuka ukuran sangat besar beralas kain berbulu halus,dia duduk di pinggir sofa tangan tersebut dan terdiam sesat dilihatnya lelaki bermata hijau mendekati dan tersenyum penuh arti.


"mau cepat atau faster?" laki2 itu bertanya.


"maksudnya apa?Keira kebingungan


"lebih suka hot or dry ."bisik lelaki itu lagi


Keira memundurkan posisi duduknya


"jangan bercanda,biarkan aku pergi dari sini."elak Keira

__ADS_1


"aku kesini hanya ingin mengambil hadiah ku dna pergi."


"kau tau hadiah terhebat dari suku kami adalah Sex,karena kau berkulit putih maka laki2 di sukuku yang mayoritas berkulit exotik menolak karena ada mitos birahi gadis kukit putih sangat tinggi."jelas lelaki bermata hijau itu tenang


"whatt...mundur,aku wanita bersuami please menjauh dari ku."Keira berdiri ke arah pintu namun lelaki itu menahan pintu dengan membalik tubuh Keira cepat.Keira tercekat menaha nafasnya yang tiba2 menderu kaget.


Diluar Dewa sudah tak tahan menunggu Keira.hampir 1 jam dan belum ada tanda -tanda Keira keluar.


"ndan,please calm."ingat Radit sambil tersenyum melihat tingkah Dewa.


"kanapa bapak tentara gelisah?"tanya seorang prajurit


"menunggu dokter Keira keluar."jawab Radit


"dokter cantik tidak akan keluar mungkin baru besok karena sekarang sedang ditanamkan benih oleh anak angkat kepala suku."jelas salah satu prajurit suku manik hitam sambil tertawa


"Apaaa?""Dewa langsung menghambur kedalam bilik merah dan menemukan Keira sedang menahan dada lelaki bermata hijau dengan tanganny Dengan pipi merona merah.


"Kei."


Keira menoleh dan langsung merosot kebawah dia terlepas dari pegangan lelaki bermata hijau


"mas ini bukan yang seperti mas bayangkan,ini hanya salah paham saja."ujar Keira pelan

__ADS_1


"pakai bajumu dan kaĺuar segera." suara Dewa keras sambil menarik Keira keluar dan memakaina blouse nya semula.


__ADS_2