Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Kesepakatan


__ADS_3

Pria bernama Yu memandang Bryan tenang


"apakah bisa dimulai tuan?"Yu membuka percakapan


"silahkan."


"aku ingin mendapatkan semua yang terkait Keira,berikan dengan detail,maka kau akan mendapatkan info mengenai uang mu yang raib." tegas Yu didepan Bryan


Bryan tertawa mencemooh,memandang sangsi pada pria didepannya


"tuan Yu,anda siapa bisa membuat sesuatu yang nampak mustahil diketahui."elak Bryan


"data yang aku dapat akurat,aku tidak perduli dengan apapun walau ilegal."


"sebutkan 2 data akurat untuk meyakinkanku."


Bryan mengancam Yu


"Pembajak uangmu adalah bagian dari pemerintah."


"mereka profesional lebih tepatnya pasukan khusus TNI,karena ada beberapa bukti yang ditangkap drone perusahaan kami."


"dan masih ada beberapa bukti lainnya.


Bryan terkejut


Bryan akhirnya menyetujui kesepakatan itu dam akan merangkum data Keira yang diminta tuan Yu.


Tuan Yu pergi dengan senyum tersembunyi.


..."kita lihat bagaimana bola panas ini bergulir"...


Yu meninggalkan Gedung megah itu ditemani seorang pria muda dengan luka di pipi kiri.


"ku harap Paman menyelesaikan kesepakatan ini dengan si Bajingan Bryan."


"tenang Tuan Muda ,semua dalam koridor yang benar."


Sebuah mobil hitam sudah menunggu mereka dan melesat pergi.


Di sebuah pusat perawatan kecantikan


Nella bejalan dengan tergesa2,memasuki aula megah bernuansa pink.


"bisa atur pertemuanku dengan dokter King"

__ADS_1


"apa sudah ada janji miss?"


"belum,ini penting dan aku anggota VVIP di klub ini."


"baik ,kami segera hubungi."


"silahkan duduk dulu."


Nella duduk dengan gelisah,sesekali memeriksa beberapa majalah dengan asal.


"miss .dokter King akan menemui anda dalam 1 jam kedepan ."


"aku mau spa dulu kalau begitu."


"baik."


Nella melangkah tanpa menunggu sang pegawai.Memasuki ruangan yang sangat familiar untuknya.


"wow miss Nella,apa kabar?"


"tumben kau datang ke sini?"Lely salah satu istri pengusaha yang sedang sukses menegur penuh basa basi.


Nella hanya tersenyum sinis


Lely tersenyum pias


"aku hanya berusaha sopan,jangan khawatir aku sudah cukup diakui di klub ini lho."


"oh ya,apa warna kartu anggotamu?"


Lely terdiam menelan ludah kekesalan


"bronze tapi akan di upgrade segera."


Nella berdiri sambil mengeluarkan kartunya yang berwarna Gold


"jangan memaksakan diri!"


Dia berjalan meninggalkan Lely yang diikuti tatapan mencemooh dari beberapa wanita peserta klub tersebut.


Dikediaman Kapten Dewa


"Kei,bisakah kau istirahat?"Dewa memandang cemas pada sang istri yang sejak pagi mengumpulkan perlengkapan yang akan dibawa Almira sahabatnya.


"Al ga akan sempat menyiapkan mas,aku bantu2 sedikit."

__ADS_1


"ini bukan sedikit."tunjuk Dewa kearah 2 rangsel besar hasil karya sang istri.


"hentikan,istirahatlah!"Dewa mengendong Keira kekamar dan merebahkan di tempat tidur.


"kau tidak kasian pada putra kita?"


Keira hendak protes namun tersadar saat bunyi perutnya terdengar nyaring.


"baiklah,maafkan aku,bisa kau ambilkan aku makanan suamiku?"


"tunggu disini."


Dewa beranjak mengambil makanan serta segelas susu.


"ayo habiskan."


"siap"Keira menjawab dengan semangat.


Dewa duduk di ujung tempat tidur meraih kaki sang istri dan mulai memijat lembut.


"hmmmm."Keira bergumam


Dewa melirik


"kenapa?"


"tidak enak?"


"ada sesuatu ini!"Keira mengeryitkan wajahnya


Dewa segera mendekat


"apa?" periksanya


Dewa mendekati wajah Keira


cup..cup


Keira mencium bibir Dewa dengan cepat


Dewa terdiam.


"jangan marah ya suamiku paling ganteng seIndonesia."


Dewa menoel hidung mancung sang Istri gemas

__ADS_1


__ADS_2