
Ciuman Keira makin dalam dan tiba2 Dewa menahannya.
"cukup dulu nanti dilanjut lagi saat kau sudah sehat." Dewa menoel hidung Keira
Keira tersenyum dan mengangguk,lalu terdiam merasakan rasa anyir di bibirnya.
"bibirmu kenapa berdarah?"Keira bertanya
"kan kamu ciumnya terlalu hot."Dewa terkekeh sambil memberi tanda akan keluar ruangan.
Keira terdiam merenung "hmm masa sih bibir suaminya bisa terluka gara2 ciuman barusan ."
Keira coba untuk duduk dan dia melihat Almira di sebrang tempat tidurnya.
"Letnan Radit,apakah Al baik2 saja."
"insyaAlloh baik2 saja dokter,kepalanya terkena benturan nyeri masih terkadang timbul."jelas Radit yang membetulkan tirai yang membatasi mereka.
"anda baik2 saja kk ipar?"Radit menggodanya sambil mendekati ranjang Keira membetulkan tinggi bed tempat tidurnya
"of course Letnan ganteng."Keira balik menggoda
Radit menunduk malu..
Keira tersenyum "Letnan pemalu ini berani menggoda tapi balik digoda dia yang tersipu."
Tiba2 pintu di buka Nella masuk ke dalam sambil berteriak2
"mati saja kau wanita jalang tak tau malu,kau yang membuat papa ku meninggal,kau yang meruaak segalanya!"
Nella menyerbu kearah Keira namun Radit dengan sigap menahan dengan menghalangi menggunakan tubuhnya.
"baiknya anda tenang dulu nona."Radit menatap tajam Nella
__ADS_1
Dewa datang segera menaruh bubur di samping tempat tidur.
"mohon kalian keluar istriku harus istirahat."
"Kau tau,aku dan mama jadi gelandangan dan miskin,papa benar2 tidak mewariskan apapun kecuali hutang."Nella menangis sejadinya.
"mama sekarang di IGD pingsan tak terima kenyataan ini,Kau yang bertanggung jawab Bodooh."Nella masih berteriak.
Keira terkejut air matanya mengalir
"mas benarkah paman Gunawan telah..hiks..hiks.."Tangisnya pecah
Dewa memeluk sang istri menenangkan.
"innalillahi wainailaihi rojiiuun Kei,bersabarlah."
Keira menangis dalam pelukan Dewa,sementara Nella diamankan security.
Keesokan hari nya
Radit tampak khawatir dan berjaga tak jauh dari gadis manis yang berdiri dibelakang Keira.Dewa berdiri tepat disamping Keira yang membawa foto mendiang Gunawan.Tampak istri Tuan Gunawan mengenakan gaun hitam mewah bertabur batu swaroski pada pergelangan tangan dan leher serta kaca mata hitam besar berdiri di kelilingi wanita2 sosialita komunitasnya.Begitu juga Nella yang tak kalah mewah bergelanyut manja pada Bryan dan berakting sedih didepan semua pelayat.
Seorang berjas Abu2 memberikan amplop pada mereka satu persatu,Dewa membantu membukanya
"silahkan berkumpul di kediaman Gunawan jam 13.00 tepat."
Dewa meminta persetujuan Keira,Keira mengangguk.Almira akan mengikuti namun ditahan Radit
"kau belum sehat betul,ayi kuantar pulang..lagian itu masalah keluarga mereka."
Keira melambaikan tangan dan memberi kode agar Almira pergi .
Almira pasrah berjalan perlahan keluar area pemakaman.
__ADS_1
Kediaman Gunawan
Tampak berkumpul Ny.Gunawan,Nella,Bryan,Keira dan Dewa.
Sang Notaris membacakan Warisan Gunawan
"awalnya rumah ini akan di berikan pada Keira ,namun Rumah ini sudah di sita oleh Satelit group perusahaan yang memberikan pinjaman pada Star Group perusahaan yang di jalankan Gunawan."
"perusahaan akan di wariskan pada Nella,namun saham Gunawan pun sudah diambil alih oleh Bryan Kent menantu dari Gunawan "
"apa,kenapa papa bisa berlaku seperti itu?"
Bryan tersenyum senang.
Pengacara Keluarga Gunawan menjelaskan kembali.
"semua harta bergerak,juga tabungan akam dibekukan dan dalam 3 tahun akan diambil alih oleh Satelit Group."
"Mohon semua memberikan tanda tangan."sang pengacara menyodorkan kertas wasiat.
Nella bersikukuh tidak mau,dia dan ibunya histeris berteriak tidak senang.Keira hanya menatap kosong,menandatangani tanpa bicara sepatah katapun.
"boleh aku membawa foto pamanku?"
Sang pengacara mengangguk.
Didalam mobil,Keira menatap Dewa
"aku harus kemana?"
"kau masih punya aku nona cantik."
Dewa memeluknya dan berbisik
__ADS_1
"kita akan tinggal dimana semestinya istri tentara berada."Dewa mengecup lama puncak kepala Keira .