Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Selidik


__ADS_3

Almira menatap Radit


"kapten keras kepalamu ini hilang ingatan."


"koq bisa?"Radit berseru terkejut


"ya bisa dia buktinya."Almira menjawab kesal


Radit menatap sang Kapten yang tampak datar memandang ke arah jendela


"Kapten Rio."Radit mendekati ranjang Rio


"anda memanggil saya?"sapanya


"eh ..iya iya Kapten."Radit jadi takjub menyadari Rio benar2 tak mengingat dirinya


"bagaimana ini?"bisik Radit pada Almira yang dibalas angkatan bahu oleh Almira tampak


Radit menunduk lesu


"dokter,Pasien 311 sudah sadar."lapor seorang perawat


Almira mengangguk dan bergegas menuju ruangan yang di maksud.


Radit menghubungi Dewa melaporkan kondisi Kapten Rio secara detail


Almira mengetuk pintu 311


"hallo letnan Putri apa kabar?"


Almira tersenyum menatap Putri yang masih kesulitan untuk menjawab


"periksa dulu ya."Almira memasang stetoscope di area dada Putri


"lemes banget Dokter."


"pelan2 saja Letnan,semua dalam batas normal."


"hipotermimu parah."


"ada yang dikeluhkan sakit?"


Putri menggeleng.


"ok...aku tinggal sama perawat dulu ya,makan yang banyak."


Putri mengangguk


Dikediaman Keluarga Yu


"paman,mengapa malah kita yang pergi?"

__ADS_1


"tuan muda,bersabarlah ,kalian terpisah 25 tahun dan itu buka waktu sebentar."


"beri nona muda waktu mencerna."


"khawatirka kondisi kehamilannya juga."Paman Yu duduk sambil menyalakan cerutu


Dewa berlari ke arah Kamar Putri


"Putri kamu baik2 saja.?"


"siap Baik Kapten."


"tetap berbaring dan pulihkan dirimu ya."Dewa memberi kode agar Putri tetap berada di tempat tidurnya.Dewa menuju kamar Rio melihat Radit sedang memegang semangkuk sup yang di suapkan pada Rio


"terima kasih tuan anda baik sekali."Rio berkata dan mengangguk


Radit hanya menatap prihatin


"Kapten Rio lihat siapa yang datang."


Rio menatap Dewa yang berdiri diambang pintu


Dewa mendekat


"Kapten Rio apa anda baik2 saja?"


"baik tuan,terima kasih pertanyaannya."


"kau Kapten Terbodoh jika tidak mengenalku."desis Dewa


sesaat mata Rio terbelalak namun kembali seperti biasa dan tersenyum


"Kapten Dewa,bagaimana Putri?


"baik hanya masih lemah."


Dewa menatap raut Rio yang segera berubah


"kau jenguklah dia,pastikan dia menuruti perintah dokter."


"siap komandan."Radit beranjak pergi


Dewa duduk di tepi tempat tidur


"makan sendiri,aku tak sudi menyuapimu."Dewa menatap tajam


Rio bergeming


"sudahi acting bodohmu"


Rio tetap diam

__ADS_1


"aku sedang tidak minat bercanda Kapten."suara Dewa meninggi


Rio menatap kesal


"kenapa kau tidak percaya aku amnesia dan lemah?"


"aku sahabat dan rivalmu,aku paling tau kamu."


Rio memeluk Dewa


"ada yang perlu aku selidiki,bisakah kau bantu aku tetap beracting."


Dewa menatap tajam


"aku percaya padamu,lanjutkan skenariomu."Dewa menepuk bahu Rio


Sesaat terdengar ketukan di pintu


"masuk."


Radit masuk dengan mendorong Putri diatas kursi roda


"Dia memaksa ingin bertemu denganmu Kapten Rio."Radit mengunci kursi roda Putri dengan jarak cukup dekat


"Kapten apakabar?"


Putri memberi salam pada Dewa


"baik,jangan kau paksakan jika belum kuat."


Putri mengangguk


"Kapten Rio apa kabar?"


Rio menatap datar dan tersenyum kecil


Dewa menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya


"baik nona siapa?"


Putri menatap tak percaya Rio melupakan dirinya


"baik Kapten."


"kita jangan memaksanya biar Rio beradaptasi dulu."Dewa berkata sambil keluar ruangan


Radit mengangguk


"kutinggal ya Put,kau bisa disini menemani Kapten Rio."


Putri mengangguk

__ADS_1


__ADS_2