
Dewa berlari di koridor Ruangan setelah mendapati rumahnya kosong dan beberapa penjaga melaporkan istrinya dilarikan ke Rumah Sakit oleh kerabatnya rasanya dada Dewa mau pecah membayangkan kondisi sang istri
Saat Dewa kebingungan di depan lift Radit memanggilnya
"Kapten."
Dewa menengok dan lega melihat Radit
"bagaimana Istriku.?"
"Alhamdulillah dia baik"
"kandungannya?"Dewa cemas
"semua baik."
"ayo Kapten".Radit mengajak Dewa ke kamar Keira.
Sesaat Dewa berdiri diujung tempat tidur memandang Keira yang tertidur lelap dan terpasang masker oksigen serta beberapa kabel menyembul dari balik selimutnya
"tenang saja Kapten istri dan putramu baik2 saja."
Dewa memandang Almira yang merapihkan selimut Keira
"terima kasih dokter."
"sebenarnya kenapa dengan istriku?
"entahlah kami masih memeriksa,kontraksi palsu yang sangat kuat membuat Kak Keira pingsan."
"apa yang dilakukan sebelum kau pergi?"
Dewa terdiam dan enggan menjawab
"Kapten?"suara Radit penuh penekanan
"aku rasa Keira tidak bekerja keras juga tak ada tekanan."
Almira mengangguk
__ADS_1
"syukur kalau begitu,kukira dia habis bekerja keras."
Dewa terdiam
"tapi kami ...
Almira dan Radit heran mereka menatap Dewa berbarengan menunggu kata2 Dewa selanjutnya
"hmmm
"kami habis berhubungan."jawab Dewa lirih
Almira tertawa keras
"aduh maaf Kapten."
"kau pikir orang hamil begitu lemah?'
"usia kehamilan Keira bahkan sudah lewat 4 hari dari taksiran partusnya."Almira menjelaskan
"Kei yang memaksaku."Suara Dewa terdengar bersalah namun masih mengelak
"Kapten its OK."
Dewa duduk disamping tempat tidur dengan wajah murung mengenggam tangan Keira
"maafkan aku."
Almira menepuk bahu Kapten Dewa cepat
"ga usah lebay dia baik2 saja koq."
Almira pergi sambil tertawa
Radit mengikuti gadis itu dengan rasa penasaran
"dokter,kau tidak keterlaluan Kapten Dewa sangat khawatir."
Almira berhenti
__ADS_1
"aku tak akan bercandaa kalau keadaannya memang serius."
"biar tau rasa dia siapa suruh ga jadi suami siaga."
"tapi Kapten Dewa,benar2 dalam posisi yang sulit."
Almira tiba2 tertegun saat melihat tuan muda Yu hendak menaiki Lift
"cepat kau kembali,jangan sampai gengster itu melukai bosmu."bisik Almira
Radit dengan sigap lari melewati tangga darurat menuju kamar dokter Keira
Sementara itu di sebuah Ruangan mewah private Room
Terlihat para waitress berjalan kesana kemari diiringi dentum suara DJ memainkan musik lampu warna warni pun menambah semarak pesta itu
Bryan menatap penuh pada Nella sang istri yang sedang menari mengikuti dentum musik di ikuti beberapa gadis dengan pakaian sexy .
Nella sadar Bryan menatapnya dan mulai mengerakkan tubuhnya dengan gerakan sensual melirik sang suami yang tampaknya menikmati
gerakan yang diperlihatkan istrinya
"wow istrimu sangat pandai menari."Ken tiba2 sudah duduk di sebelah Bryan
menyeruput wine ditangannya sambil matanya berbinar menatap Nella
"boleh kupinjam dia 2 jam ?"
Bryan agak terkejut namun segera tampak rilex
"banyak wanita yang mengantri ingin menghangatkan ranjangmu."
"tapi aku sudah on melihat istrimu."Ken berucap sambil tertawa
Bryan menatapnya tajam
"heii..just kidding"
"bagaimana kalau kita double date ?"
__ADS_1
"aku tidak ada waktu."Bryan berdiri dan meninggalkan Ken dengan tawa yang masih terdengar mengejek
"soon...coming soon baby."Ken menyesap wine digelasnya sampai habis sambil memberi kecupan pada Nella yang terpergok menatap kearahnya