
Radit menarik nafas pelan,dia menggerakkan wajahnya pelan kesamping dan ujung hidungnya mendarat di pucuk kepala berbalut jilbab gadis disampingnya
"ehem"
"dokter ayo kita lanjutkan"bisik Radit dengan suara terdengar berat
Gadis mungil disampingnya menggeleng kuat
"aku sudah bilang kenapa kita harus datang malam2" racaunya
"kau tau malam jumat itu adalah"Suaranya menghilang berganti kepala mungilnya makin menyusup diantara lengan Radit
Radit benar benar tak habis pikir gadis galak judes yang selalu ada di mimpinya sangat penakut
"kau tau malam jumat adalah malam penuh... " mata Radit terpejam merasakan keringat melewati alisnya
"penuh apa?"
Almira masih saja bertanya
"penuh pahala"Radit akhirnya berkata sambil memegang tangan Almira menuntunnya jalan kedepan
Almira merasakan genggaman tangan kuat dari Radit
Membuat dirinya nyaman dan lebih berani walau matanya hanya mampu menatap ke bawah saja
Rio meneliti jalan setapak yang mereka lewati
"stop" Rio berdesis pelan
"cepat sembunyi "segera semua orang bersembunyi
Hasan dan ke empat anak buahnya tiarap menutupi diri dengan lumut sekitarnya
__ADS_1
sementara Rio memilih merapat ke sebuah pohon besar menempelkan tubuhnya seerat mungkin dengan pohon rimbun dan besar.Radit tercekat langsung menarik Almira menyender pada sebuah batu besar Almira yang terkejut menjerit dan segera di dekap Radit untuk menutup mulut Almira
2 buah gerobak lewat didepan mereka
dengan terburu buru
Mereka menuruni lembah namun tiba tiba terdengar kayu patah di gerobak paling depan
"sial"
"pengait kayunya patah"teriak laki laki yang menarik gerobak paling depan
"cepat perbaiki goblok"
"ayo bantu"
Seketika semua lampu senter mengelilingi gerobak yang patah
"sudah tau kita harus buru buru kau membuat gerobak ini patah dan tak bisa jalan"runtuk seseorang
Hasan memberi instruksi
untuk menyergap
namun Rio menggeleng tak setuju
Tiba tiba sebuah tembakan terdengar dan erangan seorang lelaki mengema di lembah itu
"aaaaarrr"
"aarrr"
"aku tertembak "teriaknya
__ADS_1
Semua senter membabi buta memeriksa
Rio berkeringat menempelkan tubuhnya
nyeri pada punggungnya benar benar menyiksa
Cahaya senter menangkap gerakan tangannya
3 orang mereksek kedepan menuju arah Rio.Hasan tampak tegang jarak antara dirinya dan Kapten Rio cukup jauh
Radit menatap jeli,jika Dia ingin melindungi Kapten Rio besar kemungkinan Almira tak terlindungi.Radit mengawasi pergerakan 4 orang yang makin mendekat
Tiba tiba seorang dari mereka terjatuh dan membabi buta mengarahkan senter
Rio menggerakkan tangannya yang kram,dia merasa lukanya terbuka lagi
Seseorang merangkulnya dan memeluk erat tubuhnya sesaat sebelum Rio jatuh dalam pingsannya
"dor..."
terdengar bunyi berdebam tubuh jatuh ke tanah
Radit menajamkan matanya
"dokter,merunduklah aku harus mengecek Kapten Rio"Radit berbisik pada Almira
Sesaat kemudian pelukan Almira terlepas Almira segera merunduk
Radit merengsek ke depan menghampiri tubuh Rio namun terhalang seseorang yang melindungi Rio dengan tubuhnya.Rentetan tembakan membabi buta terdengar
"tembak saja ke arah kegelapan,mereka pasti bersembunyi" teriak seorang dari orang2 bayaran itu
Hasan benar benar membenamkan tubuhnya ke dalam lumpur diikuti anak buahnya.Sedang Almira hanya bisa memeluk batang pohon yang penuh lumut dengan erat.
__ADS_1
Radit tak tinggal diam dia merengsek ke depan mendekati asal rentetan tembakan.Semakin dekat Radit makin melihat jelas jumlah orang bayaran dan betuk wajah mereka.Dengan perlahan Radit mengeluarkan pisau sangkurnya mengendap perlahan makin mendekat