
Radit memeriksa tim yang berangkat,Dewa mulai berjalan didepan,Keira,Almira dan dedi terburu buru mengikuti.Motty berjalan paling depan sambil sesekali melihat kebelakang dan berbicara pada Dewa.Keira bisa melihat betapa Dewa amat di hormati anak buahnya.Satu jam sudah berlalu mereka menemukan sungai pertama Dewa memerintahkan untuk istirahat,Keira dan Almira merendam kaki mereka sambil duduk santai diatas batu,begitu juga Dedi perawat berdarah sunda yang terlihat kelelahan maklum tubuhnya agak tambun.
Keira tersenyum saat melihat belakang leher Dedi seperti berasap dan memberi kode pada Almira,Almira tertawa tak tertahankan dia limbung saat berdiri diatas batu namun sebelum terpeleset tangan Almira di genggam Let.Radit cepat.Wuzz Almira kaget dan terdiam.
"hati hati dokter,kita belum sampai tujuan jangan sampai baju anda basah."Radit menjelaskan dengan tenang.Almira segera melepas pegangannya dan menjauh.Radit hanya geleng geleng kepala sejak pertemuan dengan Almira dipernikahan Dewa ,gadis mungil itu amat sangat menarik,kemanjaannya membuat Radit merasa dia mahluk paling menggemaskan.
Keira tersenyum melihat Almira merajuk,dia membenamkam kakinya di air sungai ketika Dewa mendekatinya.
"jangan lama2 direndam nanti malah luka kulit kakimu."Dewa menjelaskan sambil mengangsurkan handuk kecil pada Keira.Keira mengangguk.
Setelah bersitirahat mereka bergegas melanjutkan perjalan dan sampai di desa ikat Hitam 1 jam kemudian.Dewa mengikuti Motty yang sudah berjalan kedepan merentangkan tangan berjabat tangan dengan seorang pria bermanik hijau.
Motty terlihat serius berbicara dan sesekali melihat pada Dewa memberikan isyarat tenang.
setelah beberapa saat merek dipersilahkan duduk.Namun tiba2 seorang anak laki laki memeluk Keira dan mengucapkan sesuatu yang Keira tidak fahami.
"dia berterima kasih nyonya,karena kau menyelamatkan papa nya."Motty menerangkan.
"oh.ok...Keira tersenyum dan melepas bocah itu pergi
Dewa mendekati Keira sambil berbisik
"senyumnya jangan diumbar,aku ga mau mereka semua kepincut sama senyummu."
Keira menelan ludah dan mendengus kecil.Almira berlari menghampiri dengan tersenyum
"mereka ,jinak kan?"
__ADS_1
"anda pikir mereka hewan nyonya."Motty kesal
"maaf,he.he."
Keira geleng2 melihat tingkah Almira.
Motty mengajak semuanya untuk duduk melingkar,dan pria bermanik juga duduk beberapa wanita menyediakan olahan sagu dan semangkuk buah yang blm pernah dilihat Keira.
"ayo makan,cicipi buah matoa itu."
mereka mencicipi namun Keira dan Almira tersenyum getir,rasanya asam sekali.
tapi melihat wajah pria bermanik mematao mereka ,terpaksa buah itu mereka telan.
Mereka berkunjung sekitar 2 jam lamanya.Dewa menyuruh motty untuk pamitan,karena jam sudah menunjukkan pukul 11.00 siang.
Mereka berpamitan dan di bawakan sekeranjang buah matoa.
Entah berapa lama Keira tertidur sama sama dia merasakan nafas panas dibelakang telinganya.
"apa kau menggodakau?"beraninya kau memakai pakaian yang mengundang dalam tendaku,apa kau tidak takut seseorang menikmati keindahan kulitmu?"Dewa berkata dengan pelan.
"hmmm..maaf,aku kepanasan."
"hmmm."Dewa mencium aroma kulit Keira sebelum akhirnya mendaratkan ciumannya dibibir merah muda itu,ciuman biasa namun penuh kerinduan,makin intens saat Keira pasrah dan ikut membuka bibirnya membiarkan suaminya mengexplore mulutnya.
"Dokter Kei,bisa saya bertemu sebentar." suara Radit di depan tenda
__ADS_1
"iya ,sebentar saya keluar."Keira merapihkan baju dan rambutnya serta memakai kembali celana panjangnya.
"ada apa?"
"dokter Almira dan pak dedi diare."terang Radit khawatir.
"ayo kesana."Keira segera berlari
Dewa terbengong istrinya masih bisa berfikir setelah adegan panas barusan padahal pikiran Dewa masih berkabut,dia segera membasuh muka dan menyusul Keira.
"berapa kali kalian diarenya?"
Tidak ada yg mampu menjawab semua tergeletak lemas,Keira menginfus Almira dan Dedi.
"dokter,saya mau kembali ke tenda belakang,lebih dekat dengan toilet."perawat Dedi menjelaskan.Keira mengangguk .Seorang tentara membantu Dedi menuju tenda.
"Al,gimana kamu?"
"aku ga sanggup kemana2,kayanya aku mau muntah."Keira mendekatkan plastik hitam ke mulut Almira.Keira benar benar khawatir Almira itu kalau sudah sakit mengkhawatirkan.
"Kenapa bisa begini?mereka makan apa sampai diare.?"
"matoa dokter."Motty menjelaskan ditambah soda yang barusan mereka minum
Keira bergumam pantes Dia ga merasa apa2 padahal tadi juga sempat mencicipi matoa.
"ok istirahat yang cukup ya,panggil aku klo ada keluhan."
__ADS_1
"jangan pergi,aku yg butuh ditemani bukan suamimu yang kaku itu."rengek Almira.
"ok..ok..aku disini koq."Keira memeluk Almira