Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Pipi Merah muda


__ADS_3

Keira ragu ragu saat Dewa makin bergerak membuka bajunya.


"tunggu mas,jangan disini."pinta Keira memelas.


Dewa terhenti,nafasnya memburu,suaranya makin serak."kenapa?"tanyanya tanpa menghentikan memberikan kiss mark pada leher Keira.


"aku belum mandi,malu juga nanti kalau ada yang masuk." Keira tertunduk.


Dewa menarik tubuhnya menjauh,dan menghela nafas.


"ok ,aku keluar dulu."Dewa pergi tanpa menoleh,menahan hasratnya yang menggebu membuat Keira terdiam.


Dewa memasuki Aula dan membaca laporan yang ada.


Radit mendekat sambil membawa sebungkus Biskuit.


"dimana Rio?" Dewa bertanya


" sedang menemani Lt.Putri,ndan."Radit menjelaskan.


"anda baik2 saja kan ndan?"tanya Radit


Dewa melotot


"menurutmu aku knp?" tanyanya gusar


" seperti sedang menahan.....BAB."Radit tertawa.

__ADS_1


buk...sebuah tonjokan Dewa ke bahu Radit mendarat mulus.Radit terdiam sambil menahan tawa.


Rio membantu menempelkan kompres air hangat di lengan Lt.Putri.Rio benar benar menahan marahnya,saat dia gagal melindungi Letnan gebetannya.Dua tahun Rio mengenal Putri gadis dengan tinggi diatas rata2 perempuan bersabuk hitam Taekwondo ,sejak pertemuan mereka Rio sudah tertarik padanya.Namun Putri bak putri salju sedingin es,semua sudah dilakukan Rio,info yang didapat dari Radit teman letting putri,dia mengalami trauma pada hubungan khususnya lawan jenis.


Wajah Putri sangat cantik bagi Rio,hidung mancung kulit putih usianya pun sudah masuk Wanita Dewasa,namun entah sampai Kapan Cinta Rio akan berbalas.


"aduh."Putri merintih


"mana yang sakit?" Rio bertanya khawatir.Putri diam dan membuang muka.


"tolong ndan,saya mau sendiri."pinta Putri.


" saya akan menjagamu,karena ini tanggung jawab saua sebagai atasan.Apa kamu menolak?" Rio bertanya tajam.


Putri terdiam,dia mengangsurkan tangannya yang kebiruan.


Rio terkejut,dan tersenyum perubahan sikap yang mendadak dari Putri membuat hatinya gembira.


"tahan ya,akan aku oleh salep."senyum Rio tulus.


1 jam lamanya Dewa berkutat dengan laporan di tangannya.Besok ada beberapa agenda yang akan dilakukan,dilihatnya Radit masih berjaga.


"Dit,istirahat sana."usirnya.


" saya mau berjaga sebentar nfan,"Radit tersenyum sambil memandang sebuah tenda berukuran sedang dimana lampu masih menyala terang disitulah area pemeriksaan kesehatan dilakukan.


"oke,aku istirahat dulu ya."Dewa sambil berjalan keluar.Radit mengangkat jempol.

__ADS_1


Sesampainya di tenda,Dewa perlahan mencari Keira,terlihat gadis itu sudah tertidur,Dewa mendekati membetulkan selimut yang dipakai Keira.saat memperhatikan wajah Istrinya tampak disudut matanya air mata mengalir.


"Kenapa dia menangis,mimpi burukkah?" Dewa bertanya dalam hati.


"kei,..kei...." Dewa menguncangkan tubuh Keira pelan.


Keira membuka mata dan menatap Dewa,serta merta Dia menghambur kepelukan Dewa.Dewa terkejut


"ada apa?"tanyanya


"aku ga mau kamu marah mas,ga mau kamu tinggal mas."isaknya.Dewa sekarang faham.


"stt..maaf ya,kau kan tau laki laki sulit menahan diri ,maaf kalau aku melukai hatimu."Dewa melepas pelukannya.Berjalan memasang pelbed di sebelah Keira


Dewa menghadap Keira,nampak gadis itu masih terdiam.


"ayo tidur besok banyak yang akan kita lakukan."Dewa menghibur.


Keira tiba tiba terduduk,mulai melepas kemeja krem nya tampaklah tubuhnya yang hanya memakai bra pink.


"mau melanjutkan mas?" tanya Keira sambil mendekati Dewa yang terdiam namun matanya berkabut dan nafas Dewa terdengar lebih berat.


Dewa menarik Keira,******* bibirnya dan membelai setiap inci tubuhnya,Keira mendesah dan memejamkam matanya.


Namun Dewa menyudahi ciumannya dengan memakaikan kemeja Keira dan berbisik.


" masih banyak waktu yang lebih indah menikmati anugrah tuhan ,sekarang kita tidur dulu ya." Dewa merebahkan Keira ,mengenggam tangannya dan berusaha memejamkan mata.

__ADS_1


__ADS_2