Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Reuni


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 20.00 WITA udara makin menusuk Rio tampak cermat memeriksa sudah 3 jam dia belum menemukan regu ke 2.


Tiba2 sebuah cahaya tampak samar di bawah sana,


"ayo cari tempat mendarat!" Instruksi Rio


"siap,ndan."


Mereka menelusuri titik cahaya yang hanya terlihat 2 menit tadi.


Sekitar 500 meter terlihat 3 prajurit tergeletak lemas,seseorang diantaranya memegang senter yang sudah rusak.


"cepat evakuasi!"Rio memberi isyarat


Pasukannya memapah 2 prajurit yang terluka parah menjauh.Rio memapah seorang prajurit yang masih sadar


"apa yang terjadi?"


"lapor ndan,kami di serang sekelompok orang ,jumlah kami ber 6 namun terpisah."


"baiklah ,istirahat laporkan detailnya nanti saat kau sudah recovery."


Setelah semua pasukan yang terluka di evakuasi dengan Helikopter,Rio dan 2 anggotanya melanjutkan menyisir hutan.


Di kedalaman hutan


"ndan,kita sudah bergerak sejak 4 jam lalu tapi masih saja belum bisa keluar dari hutan ini?"


Dewa menatap sekitarnya

__ADS_1


"sudah sangat gelap,kita istirahat dan berlindung!"


"siap ndan!"


Sersan Made dan 1 prajurit membuat 2 gundukan.


dengan jarak 1meter saling berhadapan.


Menutupi dengan ranting dan dedaunan serta jaring.


Suara tangis baby boy terdengar,Keira sibuk memberikan air tajin yang dibawa nya sebelum berangkat.Mereka semua beristirahat.


"batrei HT tampaknya low,ndan."


"tidak ada cadangan?"Dewa bertanya sambil membetulkan kepala Keira yang tertidur pulas disebelah baby boy.


"matikan saja."


Radit mengangguk dan beranjak keluar


"aku yang berjaga,kalian beristirahat dulu."Radit menyuruh 2 prajurit beristirahat.


Sudah 2 jam berlalu Rio mendudukan dirinya pada sebuah batu besar bersebelahan dengan 2 parajuritnya.


iseng dia mengkontak HT Radit nada tak terdeteksi terdengar....dia mencoba beberapa kali.


Dikedalaman hutan Radit meregangkan tubuhnya sambil memicingkan mata iseng dia memyalakan HT yang sudah 3 jam di matikan.


Tiba2 terdear saluran aktif

__ADS_1


"cek...cek...disini pria tampan memanggil."Suara berat terdenger


"yup..disini Pria jomblo menunggu."Radit antusias menjawab


"dimana posisi kalian!" Teriak Rio cepat.


"kami tak tau pasti koordinat tidak pas.kompas berputar terus tidak akurat."Radit menjawab Rio dengan cemas.


"kalian tunggu,2 jam lagi nyalakan HT kembali."


"siap kapten.


2 jam berlalu Rio terus mamaksa diri memasuki Hutan dan alhamdulillah akhirnya dia melihat 2 gundukan tempat persembunyian Radit dan Dewa.


Sebelum bisa mendekati sebuah Heli terdengar di kejauhan makin mendekat


"Siaga!"teriak Rio


Dewa dan Radit serta 3 prajurit keluar dan tiarap di sesemakan.Dewa sebelumnya menarik Keira ke arah semak2 yang sudah dibuat sedemikian rupa agar cukup untuk Keira dan baby boy.Keira ketakutan.


"jangan khawatir semua akan berlalu,"Dewa masangkan penutup telinga pada Keira dan menumpuk kain di telinga sang bayi.


Terdengar Helikopter mendekat dan berputar di atas mereka sambil melepaskan tembakan.Dewa memanjat pohon tinggi yang ada di dekat sungai mencari posisi dan siap menembak.


dibawah Radit menembak ke arah 12 orang berseragam hitam yang merengsek menyerang namun Radit kewalahan tiba2 dari arah belakang kelompok itu Rio dan 2 prajurit memberondong kelompok itu.Mereka berhasil melumpuhkan kelompok itu,segera mereka bersembunyi karena Tembakam helikopter makin membabi buta.


drettt.drett.....Duarrr.....tembakan rentetan dari arah pohon yang dilepas Dewa mengenai pemembak heli dan tangki bahan bakar membuat Heli meledak seketika setelah sebelumnya limbung ke arah sungai.


Di Bawah Radit dan Rio berpelukan.Mereka menunggu Dewa turun dari pohon dan saling berpelukan.seperti Reuni yang lama baru terlaksana.Segera Rio mengkontak 2 Helikopternya agar menjemput mereka.

__ADS_1


__ADS_2