Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Batosai kesayangan


__ADS_3

Rintik hujan semakin bertambah deras, saat Radit mulai mendekati Asrama dokter RS.X .Radit menoleh melihat Almira tertidur pulas.Dia benar benar membuat pertahanan Radit runtuh.Saat menikmati wajah lelah Almira ,Radit melihat melalui kaca mobil sebuah mobil yang mirip dengan mobil yang terekam di CCtV memasuki halaman Asrama.


Radit mengamati dengan waspada,beruntung kaca mobilnya tidak tampak dari luar.Mobil itu berhenti di samping mobil Radit dan berjarak 2 mobil .Keluarlah seorang Pria berkaos Merah mengawasi keadaan sekitar.Radit merendahkan tempat duduk Almira ,beruntung sang dokter tidak terbangun.Menutupi tubuh Almira dengan jaket kulit yang ada di kursi belakang.Radit mulai mengawasi lagi keadaan di luar.Laki laki berkaos merah berpura pura membetulkan tali sepatu saat seorang Security datang membawa minuman.


"ada yang bisa saya bantu ?" security bertanya


"oh iya pak,saya dulu pasiennya dr.Almira,ingin memberikan hadiah sebagai rasa terima kasih,bisakah tau nomer kamarnya?"


"hmm,maaf kami tidak bisa memberikan informasi karena itu aturan yang berlaku."Security menjelaskan


"silahkan titip hadiahnya di pos,nanti saya sampaikan."security menunjuk pos nya


"baik,saya ambil dulu."


Lelaki itu keluar dari mobil membawa sebuah kotak berwarna merah dan menyerahkan pada security


"nanti saya sampaikan."kata sang security


Pria itu tersenyum mengucap terima kasih dan pergi.


Security menaruh kotak merah tersebut.


Radit keluar dari mobil perlahan,agar Almira tidak bangun.Dia memanggil security mendekat dengan melambaikan tangan


Sang security keluar dari pos berniat mengghampiri baru 10 langkah tiba2 dari arah pos security terdengar ledakan cukup keras.Sang security terpental begitu juga Radit yang merasakan daya dorong ledakan itu.


Radit reflek merunduk namun sambil melihat ke arah mobilnya ,terlihat aman dia mendekati security yang terjatuh


"pak anda tidak apa2?"


"punggung dan kaki saya nyeri."Radit coba memeriksa namun sebuah tangan mungil mendahului.

__ADS_1


"pak sapri,coba gerakkan kakinya?"


"tidak bisa dokter Al."


"telinga saya yang kiri tidak bisa mendengar."sang security mulai panik.


"tenang pak,kita ke rumah Sakit ."


"ayo gendong dia"Almira memberi perintah pada Radit yang bengong melihatnya.


"kau..kau baik2 saja dokter."Radit bertanya cemas


"Letnan,yang terluka itu pak Sapri,kau lihat kan,dan aku lihat kau sekeren Batosai maka baik baik saja,jadi cepat gendong dia bawa ke Rumah Sakit."instruksi Almira pada Radit.Almira segera meminta orang orang yang berkumpul menghubungi polisi.


Didalam mobil Pak Sapri sang security mengerang kesakitan,


"gas dong,biar cepat sampai."teriak Almira


"Kurangi kecepatan Letnan,bahaya ngebut."


Radit menghela nafas bukankah gadis itu yang memintanya tancap gas.Dari pantulan kaca dia melihat Almira begitu profesional memeriksa Pak Sapri.


"Alhamdulillah tidak ada perdarahan,kakinya mungkin hanya dislokasi (bergeser tulang),telinganya perlu pemeriksaan lebih lanjut,dan punggungnya hanya lecet lecet."Almira melirik lewat kaca di depan Radit.melihat sang Letnan hanya diam dan Almira baru melihat pelipis sang Letnan tergores,Letnan Radit mengusap darah yang mengalir tampaknya tidak sadar jika itu darah.Almira merasa bersalah mengabaikan Radit


30 menit kemudian,


Dilobi RS Almira mendorong Pak Sapri yang langsung diterima petugas IGD.


Radit akan berbalik ke parkiran namun di cegah Almira.


"ikut aku."

__ADS_1


Almira membawa Radit ke ruangannya


"duduk."


Radit mengeryitkan dahi,terheran mendengar suara Almira lebih lembut dan sikapnya yang santun.


"lihat pelipismu terluka,biar aku periksa


Radit mengangguk pasrah


Almira menjahit luka dipelipis Radit.


"3 jahitan lumayan,jangan basah ya,3 hari lagi aku akan periksa lukany."


"terima kasih"


"aku yang harusnya berterima kasih,dan maaf jika sikapku kasar padamu Letnan."Almira menunduk sambil merapihkan alat medis


"its ok dokter."


"untung gantungan yaang kuberikan selalu kau bawa."


Almira mengangkat gantungan miniatur pesawat yang bersebelahan dengan gantungan tokoh Batosai


"kenapa"


" maaf aku memasang pelacak disana,karena khawatir."


"tunggu,jadi kamu memata2i aku selama ini."


"alat pelacak itu baru aku aktifkan saat kau diculik kmrin."Radit dengan tegas menjelaskan

__ADS_1


Almira menjadi kikuk.


__ADS_2