Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
3L


__ADS_3

Setelah hampir 2 jam di introgasi mereka keluar ruangan tersebut.Wajah Keira memerah mengingat banyaknya pertanyaan pribadi yang diajukan padanya.Dewa menarik tangannya sebuah ruangan.


"ayo masuk,disini ruanganku kamu bisa beristirahat,"katanya sambil melepas kemejaPDH (pakaian dinas harian) yang dia kenakan.Keira berjalan pelan menuju sofa meluruskan punggungnya dan melepas sepatunya,dia benar benar lelah tampak kakinya memerah dan lecet pada kedua tumitnya.


Tiba tiba Dewa berjongkok di depannya.Dan memberikan obat pada luka lecetnya serta menutupnya dengan plester.Keira kaget dan reflek menarik kakinya namun Dewa menahannya


"cape?"katanya sambil terus memijat kaki Keira yg terasa keras.


"iya,jam berapa kita bertemu komandanmu pak?" ucapnya sambil menarik kakinya


"Sejak di Lobby kau memanggilku Pak,apa.menurutmu aku pantas jadi papamu?tanya Dewa sambil menunjukkan wajah kesal.


"maaf,aku bingung harus memanggil apa ,kulihat kita cukup jauh beda usianya." kata Keira tertunduk


"kita cuma beda 5 th kenapa tidak panggil mas saja." Dewa berujar.


Keira diam...dan mulai berucap "mas.bisakah aku dapat makanan perutku lapar?"


"mau makan disini atau dikantin?"tanya Dewa pelan Dia tidak tega melihat Keira kelelahan.


"boleh ga kalau disini aza,hmm...biar aku bisa selonjoran ."katanya malu malu.


"oke.aku pesanin soto mie ya?" senyum Dewa

__ADS_1


Keira mengangguk Dia heran kenapa Seharian ini Sikap Dewa sangat kooperatif.


Lima belas menit kemudian seorang bapak tua mengantarkan 2 mangkuk soto mie dengan 2 porsi nasi dan menaruhnya di meja .


"pak.maaf nasinya 1 porsi saja."kata Keira sambil tersenyum.


"oh baik mb.saya bawa ya 1 piring nasinya kembali.


,tadi pak kapten mintanya 2 porsi soalnya".senyum dan mengangguk pak tua itu sambil melangkah pergi.


"kenapa ga pake nasi?"Dewa mendekatkan mangkuk soto ke arah Keira.


"aku ga begitu suka nasi,gumam Keira.


"hei ,ga sopan banget apa diotak kamu sekalipun abdi negara isinya mesum."kesal nya.


"bercanda ,masa ga bisa bedain bercanda atau ga?" Dewa tersenyum puas melihat Keira kesal namun pipinya bersemu merah.Gadis di hadapannya akan jadi Istrinya.sejak Gunawan memberitahukan siapa calonnya diam diam Dewa mencari tahu latar belakang keira.Gadis tomboy namun cantik ini sangat unik dan dia berusaha tidak menabuhkan bendera perang pada Keira,proses kelayakan nikah kantor butuh perjuangan Dewa tidak yakin Keira akan sabar menjalani.


Jam menunjukkan pukul 13.00 diruang kecil itu semilir pendingin ruangan membuat Keira memejamkan mata,Perutnya sudah kenyang pangilan alam menyuruhnya untuk tertidur.


"stt...jangan tidur dulu sholat dulu sana,kata dewa sambil membawakan mukena


Keira membuka mata dan menatap bingung,Sholat? ya Alloh sudah lama rasanya dia tidak pernah menjalankan sholat 5 waktu.malunya hati Keira mendengar teguran Dewa.

__ADS_1


"dimana sholatnya?" tanya Keira.


"dipojokan aza,sajadahnya sudah aku gelar."Dewa menujuk sudut yang sudah digelar sajadah Hitam.Keira beranjak melaksanakan sholat dzuhur.


"hari ini sepertinya kita belum bisa ketemu komandan," ungkap Dewa sambil menatap gadis yg lesu didepannya.


"ya udah aku balik ke RS saja dines Sore."kata Keira.


sambil memeriksa goodie bag yang berisi bajunya tadi pagi.


"maaf sepertinya ga bisa,karena kita harus saling kenal ,ibu komandan luar biasa cerewet dan keponya." kata Dewa meyakinkan


Keira bengong sambil menatap kesal.


"menikah saja serepot ini?" kan kita yang nikah kenapa kantor ikut repot."gusar Keira


"karena itu aturan Negara,siapapun pendamping hidup abdi negara ini akan menjalani serangkaian pemeriksaan."kata Dewa bijak.Dewa memdekati Keira dan menatap mata coklat bening itu dalam dalam.


"ini baru awalnya..apa kamu mau menyerah?"Keira memejamkan mata pasrah.Dia menggeleng lemah.


"berapa lama kaya gini,?"ucapnya lagi


"tinggal ketemu komandan lalu tes kesehatan..selesai ." ungkap Dewa yang makin gemas melihat pipi cubby Keira.Ah dia benar benar membuat jantung ku lebih cepat berdetak gumam Dewa.

__ADS_1


__ADS_2