
Radit memasuki halaman sebuah rumah yang tampak Asri walau cahaya malam menyelimuti nampak terlihat sebuah ayunan dan papan jungkat jungkit berada di halaman depan rumah itu.
Sesaat setelah memarkirkan mobilnya pintu sudah terbuka dan menyembul kepala Kapten Hadi
"jangan matikan mobilmu,"kata Hadi sambil berbisik
Radit menahan senyumnya dia tau persis mengapa Kapten pendiam yang sangat pelit akan instruksi dan penjelasan berkata seperti itu.Pasti karena dia tidak ingin putri kecilnya bangun dan tau jika sang Ayah pergi.
Radit memacu mobilnya sesaat setelah Kapten Hadi duduk dalam mobil,mereka menuju rumah Kapten Dewa.Selama perjalanan Radit melirik sang Kapten yang tampak gelisah.Radit menarik nafas pelas
"Izin Kapten Hadi,kira2 apa yang terjadi?"
"aku tidak tau pasti,tapi ada pesan aneh dari Rio."
"kita bahas nanti."
Radit menahan pertanyaan yang akan dilontarkan
"siap."
30 menit kemudian Radit memarkirkan mobilnya dipekarangan rumah Kapten Dewa.
Hadi segera turun dan memencet bel.Radit menyusul dibelakangnya
"masuk."Dewa membuka pintu membiarkan 2 sahabatnya masuk ke dalam rumah.
"sepi,bu dokter kemana Kapten?" Radit bertanya
__ADS_1
"ada didalam,sudah tertidur bada Isya tadi."jelas Dewa
Radit membuka tab nya dan tak sengaja menyenggol sebuah buku hingga terjatuh.
Dewa seketika melotot
"maaf Kapten."Radit pucat meminta maaf
"apakah Kk Ipar bangun?"
"Kei sudah 2 minggu ini tidur dengan pulas,aku melotot karena kaget bodoh."Dewa menjawab kesal
"lagian koq suasananya sepi gini sih."Hadi menimpali sambil memutar rekaman telpon Rio pada Dewa dan Radit.
:Aku belum berhasil menemukan posisi mereka ."Hadi menjelaskan
"menurutmu siapa yang akan menyelamatkan Rio?"Hadi mencoba memperluas area pencarian di radar khusus milih TNI AU.
"Radit,kau ajak Almira untuk ikut tim penyelamatan." instruksi Dewa.
"aku akan berjaga di sini bersama istriku menghadiri sidang awal tentang insiden helikopter dan penculikan gadis suku hitam"Dewa memberikan instruksi.
Hadi mengangguk setuju
"aku akan memastikan jaringan dan alat evakuasi terbaik untuk kalian semua."Hadi menerangkan
"siap ndan,tapi apa dokter Almira mau ikut bagaimana izinnya."
__ADS_1
" serahkan padaku."Hadi memperlihatkan sebuah surat izin
"tinggal diberikan pada pihak Rumah Sakit."
"koq bisa."
"kau pikir kami tidak mikirkan jomblo abadi sepertimu."Dewa menepuk pundaknya
Radit mengangguk bingung
"pergunakan kesempatan yang kami berikan untuk misi pribadimu."Hadi memberikan surat perintah pada Radit.
Dewa menatap keluar jendela
Berharap sahabatnya Rio bertahan dimanapun dia berada.Berharap masalah ini akan terurai satu persatu.
Dikedalaman hutan
Tampak 4 orang tertidur dan terikat dimasing2 tempat tidur.Suasana kamar yang remang membuat pengelihatan terganggu.Tercium aroma opiat kering yang terbakar memenuhi ruangan.Ke 4 orang tersebut menggeliat namun tak bisa mengeluarkan suara.
Hanya seorang pria dengan luka diperut yang sepertinya memgatur pernafasannya,Mencoba melonggarkan ikatan tangannya dan mencoba membiasakan netranya melihat di keremangan ruangan.
Dia yakin yang ada di samping kanannya adalah wanita pujaannya.
Dia coba menganggkat bokongnya bergeser agar ikatan di kakinya mengendur.Tiba tiba usahanya berhenti sesaat ketika pintu terbuka dan seorang pria menaruh botol minyak pada sudut ruangan.
Pria itu terdiam menahan semua menunggu suasana hening kembali.
__ADS_1
Pria yang menaruh lampu minyak tertawa di sambut tawa temannya.Mereka berbicara dengan bahasa yang tak dimengerti Pria dengan luka diperut.