
Di sebuah kamar Rumah Sakit,Almira tampak sudah membaik dia sudah dapat duduk sendiri sambil memandang gedung diluar sana.Sebuah tangan merangkul pundaknya.
"tampaknya sudah kau sudah membaik,bisa aku tinggal sekarang."Laki laki itu tersenyum
Almira mengangguk setuju,kakak laki2 satu2nya ini memang super sibuk sulit meminta waktunya.Tiba2 Seorang perawat masuk dan menginfokan jika dokter Keira akan masuk di bed sebelah.
"apa Keira?"Almira terkejut
"betul dokter,dr Kei minta satu ruangan dengan anda ."Jelasnya lagi
Almira tidak sabar menunggu Keira masuk.
25 menit kemudian sebuah brancar masuk setelah dirapihkan tampak wajah Keira disana.
"Kei,kau tidak apa2?"Almira khawatir
Lelaki berstelan warna khaki memeluknya dan menjauhkan dari bed Keira.
"jika tidak bisa tenang,aku akan minta perawat memindahkanmu!"ancamnya
Lelaki itu mendekati Keira menatap sejenak ketika seorang perawat mencoba menggeser tubuh Keira sang Lelaki sigap membantu.
"terima kasih"
"dokter Keira ini sahabat dokter Almira sekarang dia diberi obat tidur agar istirahat."jelasnya
Sang lelaki mengangguk.
Tiba tiba sebuah tangan mencengkram kuat bahu laki laki itu
__ADS_1
"siapa anda,berani2ny memegang istri saya!"Dewa menatap penuh emosi
"tenang komandan,itu kakak saya.dia sudah menganggap Keira seperti adik sendiri."Almira menerangkan dari arah tempat tidurnya.
Dewa melepaskan dan menjauh.
Laki laki itu menatap Dewa.
"maaf aku tidak bisa datang pada pernikahan kalian karena sedang bertugas."jelasnya
"hmmm.."Dewa dingin menanggapi
Dokter Della masuk ke ruangan dengan wajah panik.
"kei,bagaimana dia?"
"dia baik2 saja,hanya kelelahan."Dewa menjelaskan tanpa mengalihkan pandangan dari wajah sang istri
"itu bukan bayi kami,bukan kah sangat terlihat tidak mirip kami."Dewa gusar
"oh lalu itu bayi siap,Keira bilang bayi kalian."Della besikeras.
"laporkan saja hasilnya,dan jangan ikut campur!"Dewa berdiri sambil memberi kode mereka semua harus keluar.
Della keluar dengan kesal,menuju Nurse station dimana hasil pemeriksaan Keira dan bayi laki2 itu terkumpul.
Dewa menatap Keira saat dia mulai tersadar
"hmm..
__ADS_1
"Kei...aku disini."Dewa mengenggam tangan Keira erat.Sesaat kemudian Radit mendekat.
"ndan...saran dokter anda harus melakukan pemeriksaan lanjutan."
"aku baik2 saja."
"tolong lah ndan,pastikan semua baik2 saja agar kk ipar tidak khawatir."Radit memohon
"baiklah,lakukan dengan cepat,aku harus ada disamping Kei saat dia sadar."
Radit mengangguk ragu berdoa Kk ipar tersadar setelah suaminya yang super duper ini selesai diperiksa.
Almira mendekati Keira ,mengengam tangannya dengan prihatin,badan Keira nampak kurus,tangan putihnya nampak goresan lecet disana sini bahkan di pelipisnya tampak tertutup perban.
"Kak Keei,bangun."isak Almira
"Kei."hiks..hiks
Sebuah tangan mengusap puncak kepala Almira.
"ayo istirahat,biarkan Keira istirahat juga."
Almira merentangkan tangannya menggapai leher kakaknya itu,Sang kakak mengendongnya kembali ketempat tidur.
Dewa melakukan pemeriksaan dengan terburu2 dia melakukan Rongsen dan juga pengambilan sample darah serta melakukan tes fisik lainnya,ditemani Radit dan Rio yang juga melakukan rangkaian pemeriksaan yang sama.Saat mereka keluar ruangan Kapten Hadi langsung memeluk mereka .
"kalian baik2 saja?" Hadi berkata tertahan
"Hay..kami baik."Rio menjawab
__ADS_1
Dewa mengangguk dan beejalan bergegas menuju kamar Keira