
"Buk..."
Suara bantal terjatuh dari pelbed yang sedang dipakai Almira.Radit terbangun melihat hal itu dia mendekati dan mengembalikan bantal ke sisi Almira.
Radit tersenyum melihat Almira sudah membaik tubuhnya tidak panas lagi dan asupan makanan pun sudah masuk bertahan,wajah mungilnya tampak tidak pucat lagi.
"ehem...tiba tiba suara Dewa mengagetkan Radit.
"ngapain memperhatikan dokter Almira seperti itu.?"selidik Dewa.
"siap.tidak ndan." gugup Radit menjawab.
Keira memasuki tenda dan langsung menuju pelbed Almira dia benar benar tidak memahami suasana yang kikuk antara Dewa dan Radit.
"alhamdulillah,Al...bangun dong makan dulu yuk." Keira berusaha mendudukan Almira namun tidak berhasil.
"Letnan Radit bisa bantu,"Keira menoleh kearah Radit.
Radit ragu ragu.melirik Dewa yang menatap penuh selidik.
"cepat bantu,Dewa memberi instruksi.
"Siap ndan."
Radit menopang tubuh Almira,menyandarkan di dadanya,sementara Keira mengaduk bubur bersiap menyuapinya.
"al,makan dulu."Keira menyentuh pipi Almira.
Almira membuka mata dan menghirup aroma bubur yang menggoda,walau bubur instan tapi mampu membangkitkan cacing cacing kelaparan dalam perut Almira.
"aaaaa...,makasih ya Kei,"
__ADS_1
Keira tersenyum "ayo habiskan."
ujung jilbab Almira terjatuh hampir masuk ke mangkuk bubur,dengan sigap Radit menyingkirkannya.Keira tersenyum.
Dia senang sekali Radit sangat perhatian pada sahabat nya.
"Kau makan sama Letn.Radit dulu ya,aku mau memeriksa pak Dedi."Keira menyerahkan mangkuk bubur pada Radit dan pergi keluar Tenda sambil menarik baju Dewa yang terus saja melotot melihat kearah radit.
Dalam tenda Dewa
"mas..kenapa sih koq matamu melotot gitu sama Letn.Radit?" Keira mengintrogasi
"ga."
"jangan boong,denger ya mas,aku pengen Almira berjodoh sama letn.Radit,sholih,ganteng baik hati lagi.."Keira menjelaskan
"apa ganteng!Kei jangan macam2 ya suamimu ada didepan mu kamu malah muji laki laki lain?"Dewa meradang
"maaf mas."
Dewa Diam saja
"suami didepan mata aza berani muji laki laki lain gimana klo suami ga didepan mata?"sesal Dewa sambil melangkah menjauh dari Keira.
Keira tercenung menatap punggung Dewa dan memberanikan diri melangkah ke depan memeluk punggung lebat dihadapannya.
"maaf ya mas"
Dewa masih diam saja,menunggu apa yang akan dilakukan Keira selanjutnya,merasakan tangan istrinya memeluk dari belakang membuat Dewa bisa memaafkan 100 kesalahan Keira.😅
"mas"
__ADS_1
"hmm"
"maafin ya"
Keira berusaha semanja mungkin bersuara
Dewa tersenyum dia yakin Keira memaksakan itu semua.
"Kei akan peluk terus sampai dimaafkan."
"lepas, gerah."Dewa mencoba melepas
Keira bertahan
"ga mau."
Dewa membalikkan tubuhnya dengan cepat membuat Keira berada tepat di depannya memeluk sekuat tenaga.Dewa tersenyum tertahan.
"Lepas Kei,"
Keira menegadah manik matanya bertemu mata Dewa yang kebiruan.
"maaf ya."Suara Keira melemah
" hmm"Dewa menganguk pelan
Keira berjinjit mencium Dewa,awalnya Dewa diam saja dia lumayan terkejut melihat aksi istrinya.Keira kebingungan Bibir Dewa terasa kaku,namun Keira tetap berusaha bertahan memperdalam ciuman dan berusaha mengexplore mulut Dewa.
tiga Detik kemudian Suara Dewa tertahan memaksa mulut Keira membuka dan selalu saja Keira tidak mampu berdiri tegak saat dicium Dewa pikirannya kosong kakinya melemah seakan akan tanpa tulang,Dewa tersenyum tertahan dan sudah mengantisipasi itu akan terjadi Dia sudah memasukkan lengannya memegang pinggang Keira,membuat istrinya tak berdaya seprti ini menjadi kegiatan yang amat disukai Dewa.Keira memejamkan matanya entah kenapa selalu saja ciuman Dewa sangat memabukkan buatnya.Dewa memperdalam ciumannya rasa manis bibir Keira menjadi candu buatnya.Ciuman mereka makin memanas Keira mulai berani merapatkan tubuhnya ke tubuh Dewa.
dokter Almira
__ADS_1