Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Hipotermi


__ADS_3

Sementara itu di balik lembah Kapten Rio tampak mulai tak sadarkan diri.Putri memaksa Rio memeluk tubuhnya


"Kapten bertahan."Putri berusaha menarik tubuh tegap Rio


Sesaat kemudian terlihat dibawah bukit 2 truk pengangkut jerami sedang berhenti dan para pengemudi sedang beristirahat didekat danau


Putri melihat kesempatan baik untuk menjadi penumpang gelap di truk itu.


Putri menarik Rio menuruni bukit perlahan namun karena tubuh Rio mulai tak berdaya Putri kesulitan


Putri mendekati telinga Rio dan menggigit telinga Kapten yang terkenal galak itu


"aaah"..Rio bersuara


Putri segera mendekap mulut sang Kapten


"Diam....jaga kesadaranmu,kita akan naik truk di depan sana."


Rio menatap Putri dengan terkejut


"gila...cara menyadarkannya dengan menggigit telingaku."Batin Rio


Mereka berhasil naik ke dalam truk dan menutupi tubuh mereka dengan jerami.Membiarkan sedikit hidung mereka tak tertutup jerami agar bisa bernafas


"istirahatlah,tapi tetap siaga."Putri memberi istruksi sambil berbisik


30 menit kemudian para pengemudi Truk kembali dan truk mulai berjalan menuruni bukit.Putri sesekali memeriksa keadaan mencoba mengingat jalan yang mereka lalui.


Sementara itu di Losmen


Radit tampak selesai memberi laporan pada Kapten Dewa melalui ponselnya.Almira dibantu anak buah Kapten Hasan merawat luka para penghuni Losmen.


Kanjeng Mami tampak dilarikan ke Rumah sakit karena lukanya cukup parah


"bawa Kanjeng Mami ke RS lalu cari info selanjutnya."Instruksi Kapten Hasan pada anak buahnya.

__ADS_1


Almira mencuci tangannya setelah menjahit luka robek di punggung penjaga resepsionis.Kapten Hasan mendekati Almira


"dokter silahkan minum dulu"


Almira tersenyum


"terima kasih."Almira menerima botol minuman dengan senyum lebar


Radit tampak memperhatikan adegan itu dengan kesal


Kapten Hasan menuju Radit


"Letan silahkan lanjutkan misi anda,kami sudah saling melaporkan dengan atasan anda."


"jika butuh bantuan silahkan kami siap membantu."


"terima kasih bantuannya Kapten,terima kasih kami harus bergerak dengan minim personil."Radit menjawab cepat


"Baik kalau begitu,kami akan beranjak ke markas."


"kelompok ini sudah jadi intaian kami sejak 6 bulan lalu,terima kasih anda membantu keberhasilan operasi kami."Hasan menjabat tangan Radit


Almira mendekati Radit


"apa kau merasa Gatot Kaca yang ga perlu di obati lukanya?"Almira berbicara dengan ketus


Radit bergeming tetap konsentrasi melihat ponselnya.


Almira menoleh melihat Radit tidak merespon dan menaruh tubuhnya duduk disebelah Radit


Menyiapkan kassa yang dibasahi antiseptik Almira meggunting sebagian lengan kemeja Radit yang koyak karena cemeti.


Saat Almira mengoleskannke luka robek berukuran 5 cm itu Radit refleks menarik tangannya


"auu...sakiit."

__ADS_1


"Sakit?"Almira menatap Radit


Radit menatap Almira juga


"kamu baru teriak setelah aku selesai mengobati."


Radit menatap lengannya yang sudah terbungkus kassa rapih


"terima kasih dokter."


Almira pergi meninggalkan Radit


Tiba2 Kapten Hasan masuk ke dalam Ruangan


"Letnan ayo ikut,anak buahku menangkap 2 truk mencurigakan."


"baik,ayo."Radit mengikuti Hasan yang berlari keluar


"dasar bocah laki,semua serba terburu2."runtuk Almira sambil mencuci tangan


Dikejauhan tampak 2 truk di periksa anak buah Kapten Hasan


1 truk tampaknya menganggkut tanaman narkotika sedang 1 truk lagi sedang mau di periksa.Sebelum anak buah Kapten Hasan mendekat


"tolong?"


suara wanita terdengar dari tumpukan jerami


Mereka mempercepat untuk naik ke atas Truk dan memeriksa


Tampak Kapten Rio dalam pelukan Putri yang terisak pelan


Para polisi tersebut menarik tubuh Kapten Rio dan Putri dan mengevakuasi mereka berdua.


Dikejauhan tampak Hasan dan Radit sampai di lokasi

__ADS_1


"kapten kami menemukan 2 orang yang terluka parah,bahkan penumpang pria mengalami Hipotermi berat."


"Segera bawa ke losmen untuk mendapat pertolongan pertama".Instruksi Hasan


__ADS_2