
Di area lampu merah tampak sangat ramai ,1 jam lalu terjadi kecelakaan mengakibatkan 3 mobil tertabrak beruntun
Sebuah Ambulance mengangkut 2 korban sedangkan 2 ambulan lagi baru berdatangan di tempat kejadian
Suara hiruk pikuk terdengar membelah malam
Seorang pria dengan luka robek di pelipis dan lengan kanannya berusaha merangkak naik ke atas dari posisinya yang terlempar ke dalam sungai yang ada di pinggir jalan raya
Dia berusaha keras mengengam rerumputan menuju ke atas namun tenaganya benar benar habis
"ada yang terjatuh ke sungai"sebuah teriakan sayup terdengar
Sigap beberapa lampu mengarah pada tubuh pria itu.
pria itu hanya mampu bergumam sebelum semuanya gelap.
Hujan deras menguyur kota
Kegiatan evakuasi berlangsung lama karena posisi lokasi kecelakaan serta cuaca yang mempersulit
Sementara Disebuah apartemen tampak Bryan meminum anggur merah dan menghisap cerutunya dalam dalam sambil menatap televisi yang menyiarkan berita terbaru.
Menatap puas ke layar Bryan sekilas tampak teringat sesuatu
Dia mengambil ponselnya dan menekan sebaris nomer
Bryan tampak menunggu
Dan mengulang lagi saat tak ada tanda tanda sambungan telponnya diterima
__ADS_1
Beberapa saat kemudian terdengar jawaban dari sebrang telpon
"hallo,siapa ini?"
suara wanita tampak terdengar pelan
"Kei sayang,apa kabarmu?Bryan mengucapkan kata kata sambil memejamkan matanya membayangkan gadis yang selalu mampu membuat jantungnya berdebar kencang
"aku baik,maaf ya siapa ini?"
"kau menghapus nomerku honey?"Bryan mengeluh
Kiera tercekat
"Bry..ini kamu?"Suara Kiera tak yakin
"maaf Bry,anakku menangis,"
Di ujung sana Kiera hampir menangis dan panik melempar ponselnya.Segera mengambil Puteranya menimang duduk di sofa tak jauh dari tempat tidur
Memeluk dan akhirnya tertidur pulas.Keira membuka mata saat Dewa membangunkannya dengan lembut
"ayo pindah"wajah Dewa sangat dekat membuat hembusan nafasnya membelai wajah Keira
Dewa sigap mengambil sang putra dan membersamai Sang istri kembali ketempat tidur
Keira merangkul leher Dewa erat setelah menaruh putra mereka,menyusupkan kepalanya lebih dalam ke dada Dewa
"ada apa sayang?"Dewa mengecup puncak kepala Keira
__ADS_1
"aku lelah"bisiknya
Dewa mengeratkan pelukannya dan menghujani Keira kecupan
"terima kasih sudah menjadi ibu luar biasa"
Di Lorong Rumah Sakit tampak seorang pria paruh baya terduduk penuh kesedihan
Bagaimana mungkin mereka bisa teledor membiarkan kecelakaan melukai ponakan kesayangannya
"tuan,istirahatlah"seorang pria dengan wajah sayu membujuk pria yang terduduk sudah 2 jam lamanya dodepan kamar operasi
"tinggalkan aku,selidiki penyebab musibah ini segera"geramnya
"baik tuan"Pria itu meninggalkan Tuan Yu yang terlihat sangat terpukul
Sementara di dalam kamar operasi Pria muda yang mengalami beberapa patah tulang serta benturan dikepala masih berjuang dalam proses operasi
Dokter Brata memandang pria muda tersebut
"hati hati perdarahannya cukup banyak"
"siap dokter"jawab para perawat
Tono salah satu dokter residen tampak terkejut melihat tato naga besar menutupi area kulit dari bahu melingkar hingga pinggul atas
Para perawat pun hanya menerka nerka apakah pasien mereka ini seorang preman
Beberapa organ yang terluka sudah dilakukan operasi .Mereka memasang monitor dan alat bantu nafas begitu operasi selesai
__ADS_1
Brata keluar ruangan setelah menyelesaikan penutupan kulit organ
"dokter,keluarga pasien ingin bertemu"suara perawat ruang Recovery terdengar