Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Musibah


__ADS_3

Di area lampu merah tampak sangat ramai ,1 jam lalu terjadi kecelakaan mengakibatkan 3 mobil tertabrak beruntun


Sebuah Ambulance mengangkut 2 korban sedangkan 2 ambulan lagi baru berdatangan di tempat kejadian


Suara hiruk pikuk terdengar membelah malam


Seorang pria dengan luka robek di pelipis dan lengan kanannya berusaha merangkak naik ke atas dari posisinya yang terlempar ke dalam sungai yang ada di pinggir jalan raya


Dia berusaha keras mengengam rerumputan menuju ke atas namun tenaganya benar benar habis


"ada yang terjatuh ke sungai"sebuah teriakan sayup terdengar


Sigap beberapa lampu mengarah pada tubuh pria itu.


pria itu hanya mampu bergumam sebelum semuanya gelap.


Hujan deras menguyur kota


Kegiatan evakuasi berlangsung lama karena posisi lokasi kecelakaan serta cuaca yang mempersulit


Sementara Disebuah apartemen tampak Bryan meminum anggur merah dan menghisap cerutunya dalam dalam sambil menatap televisi yang menyiarkan berita terbaru.


Menatap puas ke layar Bryan sekilas tampak teringat sesuatu


Dia mengambil ponselnya dan menekan sebaris nomer


Bryan tampak menunggu


Dan mengulang lagi saat tak ada tanda tanda sambungan telponnya diterima

__ADS_1


Beberapa saat kemudian terdengar jawaban dari sebrang telpon


"hallo,siapa ini?"


suara wanita tampak terdengar pelan


"Kei sayang,apa kabarmu?Bryan mengucapkan kata kata sambil memejamkan matanya membayangkan gadis yang selalu mampu membuat jantungnya berdebar kencang


"aku baik,maaf ya siapa ini?"


"kau menghapus nomerku honey?"Bryan mengeluh


Kiera tercekat


"Bry..ini kamu?"Suara Kiera tak yakin


"maaf Bry,anakku menangis,"


Di ujung sana Kiera hampir menangis dan panik melempar ponselnya.Segera mengambil Puteranya menimang duduk di sofa tak jauh dari tempat tidur


Memeluk dan akhirnya tertidur pulas.Keira membuka mata saat Dewa membangunkannya dengan lembut


"ayo pindah"wajah Dewa sangat dekat membuat hembusan nafasnya membelai wajah Keira


Dewa sigap mengambil sang putra dan membersamai Sang istri kembali ketempat tidur


Keira merangkul leher Dewa erat setelah menaruh putra mereka,menyusupkan kepalanya lebih dalam ke dada Dewa


"ada apa sayang?"Dewa mengecup puncak kepala Keira

__ADS_1


"aku lelah"bisiknya


Dewa mengeratkan pelukannya dan menghujani Keira kecupan


"terima kasih sudah menjadi ibu luar biasa"


Di Lorong Rumah Sakit tampak seorang pria paruh baya terduduk penuh kesedihan


Bagaimana mungkin mereka bisa teledor membiarkan kecelakaan melukai ponakan kesayangannya


"tuan,istirahatlah"seorang pria dengan wajah sayu membujuk pria yang terduduk sudah 2 jam lamanya dodepan kamar operasi


"tinggalkan aku,selidiki penyebab musibah ini segera"geramnya


"baik tuan"Pria itu meninggalkan Tuan Yu yang terlihat sangat terpukul


Sementara di dalam kamar operasi Pria muda yang mengalami beberapa patah tulang serta benturan dikepala masih berjuang dalam proses operasi


Dokter Brata memandang pria muda tersebut


"hati hati perdarahannya cukup banyak"


"siap dokter"jawab para perawat


Tono salah satu dokter residen tampak terkejut melihat tato naga besar menutupi area kulit dari bahu melingkar hingga pinggul atas


Para perawat pun hanya menerka nerka apakah pasien mereka ini seorang preman


Beberapa organ yang terluka sudah dilakukan operasi .Mereka memasang monitor dan alat bantu nafas begitu operasi selesai

__ADS_1


Brata keluar ruangan setelah menyelesaikan penutupan kulit organ


"dokter,keluarga pasien ingin bertemu"suara perawat ruang Recovery terdengar


__ADS_2