
Dewa membuka pintu dengan perlahan sebentar lagi Azan shubuh berkumandang,Dia melangkah ke kamar menyesuaikan netra dengan gelapnya kamar.Tampak Keira teetidur pulas,Dewa mendekati dilihatnya Keira meringkuk seperti kedinginan,Dewa mengambil selimut dan menyelimuti sambil duduk di tepi tempat tidur .
Keira makin meringkuk,dan tiba tiba terjaga saat tangan Dewa menyentuh lembut wajahnya.
"mas..
"tidurlah lagi."
Keira menahan tangan Dewa dan menempelkan pada wajahnya
"kamu panas Kei?"Dewa bertanya pelan
"ga,aku ga papa."Keira menggeleng sambil memejamkan mata
"serius,ayo aku kompres."
Keira membiarkan Dewa mengompresnya dan meminumkan obat penurun panas.
Keira menahan lengan Dewa
"peluk mas."suara manja Keira meluluhkan Dewa
bagaimana bisa dia marah pada istri semanis ini.
Sesaat Keira menarik lengan Dewa lebih dekat
Dewa merasa nyeri
"Kei,sebentar aku lepas jaket dulu."
Keira melepasnya dan merasakan tangannya terkena cairan lengket
"apa ini,tangan yg lain menyalakan lampu
terlihat darah di telapak tangannya
"mas."panik suara Keira
Dewa melihatnya "apa yang luka,dimana coba aku lihat?"
Keira menggeleng
"ini darahmu mas."Keira menunjuk jaket yang terkoyak
Dan melihat goresan di lengan Dewa.
Dewa membuka jaket dan memeriksa,sambil berfikir kapan dia terluka.
__ADS_1
"sini aku bersihkan lukamu."
"luka kecil Kei,tidurlah,aku bisa sendiri."
Keira tetap menatap tak bergeming
"aku istri sekaligus dokter lho mas."ancamnya
"okay...Dewa menyerah
Keira mambersihkan luka Dewa
"alhamdulillah goresannya tidak dalam."
memyelesaikan balutannya
Dewa merapihkan alat2 P3K
"ayo tidur."ajak Dewa
Keira merentangkan tangan meminta Dewa datang ke pelukannya
Dewa memeluk Keira membenamkan wajahnya di dada Keira menghirup harum tubuh Keira.
"hmm habis keramas ya?"
"kan kita belum olah raga koq udah keramas duluan?"
Keira mencubit perut Dewa
"iih maas..apaan sih."
Dewa langsung mencium bibir Keira dengan lembut dan intens,makin lama makin memanas memaksa masuk ke rongga mulut Keira.
Desahan Keira lolos tanpa bisa di tahan saat Dewa membelai punggung dan tubuh bagian depannya
Saat Dewa membenamkam wajah di ceruk leher Keira dan memberikan Kissmark
Kiera berbisik
"maafkan aku ya mas,aku ga tau kenapa bersikap begitu,maaf juga aku jadi manja hari ini."
Dewa sesaat terdiam
"aku maafin Kei,tapi aku ga suka diperlakukan seperti itu lagi ya."
"kalau soal manja please lakukan setiap saat,aku suka."Dewa makin membuat Keira
__ADS_1
melepas segala gairah penuh kasih mereka saling menyalurkan kasih sayang.
Saat Dewa melakukan penyatuan Kiera menjerit
"mas sakit."
Dewa tidak mendengarkan hasratnya sudah mengebu
"mas,hiks..hiks
tangan Keira menahan dada Dewa dengan lemah
Dewa terhenti saat mendengar isak Keira
Dia menatap Keira
"ada apa?"kenapa?"tanyanya bingung mengusap wajahnya dengan kasar.
"sakit."
Dewa melihat ada darah mengalir
"aku perlu ke rumah sakit,perutku sakit juga mas."
"baik sebentar."
Dewa bergegas melompat kekamar mandi membersihkan diri berganti pakaian dan membantu Keira berganti baju juga.
"mas,maaf bantu ke kamar mandi ya,aku mau bebersih juga."
"ga usah Kei,kan sudah ganti baju."
"malu nanti diperiksa ada bekasmu mas."
Dewa tertawa kecil "he.he..iya ya"
45 menit kemudian mereka sudah tiba di RS Keira di dorong ke ruang observasi kebidanan.
Sesaat kemudian dokter jaga memeriksa.
"Dokter Kei,perdarahanny sudah berhenti,bisakah kita periksa urine dulu.Keira mengangguk nyeri diperutnya sudah berkurang setelah diberi obat anti nyeri.
1 jam berlalu ,dokter Jhon masuk dan berpapasan dengan Dewa di pintu masuk.
"hai Kei,kita Usg dulu perutmu."
Keira pasrah,sebenarnya dia tidak ingin diperiksa dr.Jhon namun yang bertugas jaga saat ini beliau.Keira memejamkan mata.
__ADS_1