Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Bangga padamu


__ADS_3

Almira merasakan kakinya makin nyeri saat dia melirik tampak celana panjangnya robek pada bagian bawah dan mengeluarkan darah,tampaknya tadi saat berlari mungkin terantuk sesuatu.


Almira bersembunyi dibalik tembok yang membatasi lantai bawah.


Keira makin merasakan nyeri pada perutnya,dengan gugup mencoba menghubungi Dewa sang suami.


Dilihatnya sinyal tidak kuat,Keira bergeser ke arah dekat jendela dan berhasil memghubungi Dewa.


"mas..aku dijanitor lantai 6."suaranya bercampur rintihan menahan nyeri.


"tunggu aku Kei,bertahan sayang.aku segera kesana."Dewa menjawab sambil berlari memasuki lift.


10 menit kemudian Dewa berhasil menemukan sang istri,Dewa memeluknya erat.


"kapten,izin saya akan mencari Dokter Almira."Radit berkata begitu dilihatkan istri sang kapten tak terluka.


"ok."


"temukan Al ya Letnan."Keira memohon.


Dewa mengendong Keira menuruni lantai melalui lift.


"siapa yang memencet alm kebakaran?"


"dokter Al,atas instruksiku.karena suamiku pernah bercerita cara mengalihkan perhatian jika dikejar di gedung."


Dewa terdiam sebentar lalu


cup..cup..mencium pipi sang istri


"aku sangat bangga padamu sayang."Dewa mengeratkan pelukannya.Tak menyangka sang istri mengingat perkataannya.


Sementara itu Radit mengikuti nyala pelacak Almira,dia menemukan nyalanya berhenti dilantai 5 dibalik tembok.Sesaat dia melihat seorang pria mengeluarkan pisau akan mendekati persembunyian Almira.


Radit segera mendekati dan ketika jarak cukup dekat dia menerjang dari belakang.Pria itu tersungkur dan menghantam pintu lift.Almira keluar dari persembunyiannya.Radit berusaha berdiri ketika dilihat sang pria sudah berdiri dan akan menerjang Almira.

__ADS_1


Sesaat kemudian sang pria tersungkur kembali dan pingsan saat tendangan Almira mengenai kepala pria tersebut.


Radit terpesona tak menyangka gadis mungil itu pandai bela diri.Almira mendekatinya


"Letnan kau tidak apa2?"


"tidak,dokter bagaimana?."


"fine thank u."Baru almira tersenyum dia tiba tiba meringis.luka kakinya makin nyeri.


"ayo kubantu turun."


Almira mengangguk.


"Tunggu."Radit membuka ikat pinggangya dan mengikat pria yang tersungkur itu.


Ketika sampai dilantai 1 tampak polisi sudah mengamankan area itu dan mobil ambulance standby di halaman.


"kau tidak apa2 Al?"seorang dokter laki laki menghampiri tampak khawatir melihat luka dikaki Almira dan segera melepaskan rangkulan Radit pada bahu Almira.


"Kei sudah diantar ke RS bersama suaminya."


Dokter itu membersihkan dan membalut luka gores di kaki Almira.


"terima kasih."Almira tersenyum


"minum dulu,setelah itu aku antar pulang."


"tidak perlu,dokter Almira harus bersamaku."Radit menjawab sambil duduk disebelah Almira.


Almira terdiam sejak lalu mengangguk sambil meneguk minumannya.


"maaf dokter,Letnan Radit ada tugas khusus bersamaku."


Almira begerak akan berdiri,Radit segera membantunya.

__ADS_1


Sementara di Kamar Periksa IGD


"bagaimana dokter?"


"Keira ga papa juga babynya ini perutnya hanya kram."Dokter Jaga menjelaskan.


"dokter Keira saya buatkan surat istirahat 3 hari ya."


Keira mengangguk


"terima kasih."


Dewa memeluknya


"aku ga papa mas,jangan khawatir."


Dewa tetap tidak mau melepasnya


"Kei,menyesalkah kau menjadi istriku.?"


"tidak,tapi aku sedang jatuh cinta lagi,bolehkah?


Dewa melepas pelukannya


"siapa?"tanyanya penuh selidik


"sama pria didepanku,aku jatuh cinta lagi."Keira menatap Dewa penuh makna


Dewa memeluknya


"Kei,kau membuat hatiku hangat."


Dewa mengecup pipi Keira sesaat sebelum perawat Yessy dan temannya datang menjenguk


"duuh dokter Kei"lalu tawa mereka terdengar menjauh.

__ADS_1


__ADS_2