Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Bermain peran


__ADS_3

Almira menahan nafas saat wajahnya terbenam di dada Letnan Radit.Tangan Radit merangkul bahu Almira.


Sesaat mereka mendengar beberapa langkah kaki mendekat dan setelah 20 menit mereka pergi.


Radit melepas pelukannya dan baru menyadari bahwa Almira sukses tertidur.Radit membetulkan posisi tidur Almira.


"kau meminta tanggung jawab pada laki2 yang selalu menepati janji nona."Radit menyelimuti Almira dan kembali ke sofa.


Mengirim beberapa pesan pada Kapten Hadi.Setelah itu merebahkan tubuhnya yang penat seharian berkendara.


DiPondok bambu


2 orang laki2 tertawa dan berjalan sempoyongan memasuki ruang penuh aroma dupa.


Mencoba memeriksa para sandera


"sial,2 gadis ini mati."


"3 pria ini juga mati."tawa pria berbadan gempal sambil mendorong tubuh2 yang terbujur kaku ke samping.


Mereka tampak memeriksa semua sandera.Salah satu membuka tirai dan tampaklah 2 dipan panjang berisi sandera yang terikat.Bau dupa sudah mulai menghilang.Rio mulai membiasakan netranya melihat ruangan yang kini amat sagat terang.Menarik tubuh Putri mendekat.Saat Pria Berbadan gempal mendekati dirinya Rio tetap diam tak bergeming,pria gempal menutup hidungnya


"mayat yang ini malah sudah membusuk."dia tertawa lepas


Menarik tubuh Rio ke bawah.Beralih ke tubuh Putri.Beruntung semalaman Rio memeluk Putri bau anyir dari lukanya menempel pada tubuh Putri.Sesaat kemudian tubuh Putri dilempar tepat diatas tubuh Rio.

__ADS_1


"cepat kita laporkan pada Bos 8 orang meninggal"


"termasuk anggota TNI yang kita tangkap."kata pria yang masih memegang botol bir ditangannya.


"baik,lalu mesti dibawa kemana mereka"


"buang saja kesungai dibelakang bukit seperti biasa,mereka akan berakhir di tumpukan sampah limbah."pria berbadan gempal segera menelpon memanggil anak buah yang lain dan juga menginfokan pada Bos mereka.


Azan Shubuh terdengar


Radit mengeliat memeriksa jam nya,1,5 jam tertidur pulas energinya cukup terisi.


Dilihatnya Almira masih terlelap,dia mendekati tempat tidur.


"dokter Al,bangun kita sholat shubuh."


"Letnan Radit,kamu koq disini?"


Radit balik menatap bingung


"saking kangennya aku ,kamu ga cuma muncul di mimpi tali juga dihadapanku."Almira mengucek2 matanya tak percaya


Radit berdiri mencipratkan sedikit air ke wajah Almira.


"hei...dingin tau."

__ADS_1


Almira makin kaget dan sadar jika ini bukan mimpi,


"jangan mendekat letnan."


dia segera berlari ke dalam kamar mandi.Radit hanya menggeleng2 kepala melihat gadis pujangannya selain galak sangat pemalu.


Setelah Mereka sholat mereka berjalan ke arah ruang makan.Tampak seorang perempuan dengan ukuran big size dan pakaian khas jawa melihat tak suka pada mereka.


Almira cuex tak menggubris malah memesan nasi goreng dan teh manis untuk mereka berdua.


Radit mengikuti dimana Almira duduk sambil memperhatikan keadaan.


Seorang pegawai mengantar pesanan Almira dan berbisik.


"setelah makan silahkan segera kembali kekamar."


Almira akan protes namun Radit mengenggam tangannya sambil pura2 menguap.


"sayang ,kita makan dikamar ya,aku masih mengantuk."


"tolong antar ke kamar ya ."Radit segera membawa Almira kembali kekamar


Sebelum Almira protes Radit memjelaskan mereka harus bersiap akan kondisi tak terduga.Almira mengangguk menurut dan mempersiapkan semua keperluan dan juga merapihkan baju dan sepatu yang mereka pakai.


Pegawai losmen mengantarkan makanan mereka dan memberikan secarik kertas pada Radit.

__ADS_1


"nasi gorengnya sangat panas,segera habiskan."


Radit meremas kertas itu.Memegang pistol dipinggangnya erat .


__ADS_2