
Dewa mendorong tempat tidur Keira ke arah ruang operasi .Tampak di running text nama dokter Jhon terbaca sebagai dokter kebidanan penanggung jawab utama
"please,apa tidak ada dokter lain?"Dewa berkata dengan nada khawatir
"insyaAlloh aku akan baik baik saja mas,beliau dokter yang hebat"Keira menenangkan
"dia membenciku"desis Dewa
"tapi dia sangat care padaku dan baby kita"yakin Keira
"itu yang membuatku cemburu."
Keira merentangkan tangan meminta Dewa datang kepelukannya.Mereka berpelukan dengan erat.
Saat Keira masuk ruang Operasi Dewa benar benar tak mampu berdiri tubuhnya limbung beruntung Radit menangkapnya,disusul Hadi yang datang menemaninya
Radit mentap Dewa yang pucat seperti orang linglung
"tenang saja secar itu operasi yang tergolong aman dan cepat,dokter2 di negara kita sudah sangat expert"Hadi mencoba menenangkan Dewa.
Radit membantu Dewa duduk ,tiba tiba Dokter Deliana mendekati
"kapten,mau ikut mendampingi?"
Dewa menengadah tak percaya
"bolehkah?"
"tentu ,asal kau tak pingsan dan membuat kekacauan"ancam Deliana
"aku mau"Dewa berdiri mengikuti Deliana
"kapten,"Radit mencegah
Namun Hadi menahan Radit
"apapun yang kau mau katakan pada Kapten,kuharap bisa di tunda,jika tak bisa ambil alih olehmu."Hadi berkata tegas
Radit akan protes
"aku harus menemani sahabat ku,pergilah"
Hadi menepuk bahu Radit
Radit bergegas menghubungi seseorang
"ada apa?"
sebuah suara judes menjawab
"dokter ,aku butuh bantuan"
__ADS_1
"aku harus menemani kak kei"
"tapi aku butuh bantuanmu."
"tolong lah"pinta Radit
"baik,aku menyusul"Almira menutup sambungan telpon terlebih dulu
Radit berjalan menuju kamar Kapten Rio
Sementara dalam kamar operasi.Keira sudah dilakukan bius spinal.
"masih terasakah?" dr.Jhon bertanya sambil mencubit kulit perut Keira
Keira menggeleng
Dewa masuk ke ruangan dan langsung mendekati Keira.
"mas"
"aku akan menemanimu"Dewa menatap Keira dalam
Almira mendekati Keira
"kak..maaf ya aku tak bisa menemani,ada urusan penting"
Keira mengangguk
Almira memeluk Keira erat dan segera keluar ruangan.
Almira menuju ke kamar Kapten Rio,tampak Radit sedang membantu memakaikan pakaian pada Rio.
"biar aku saja"Almira mengambil alih
dan sigap memakaikan jaket pada Rio
"ayo Kapten,"Radit memapah Rio naik kursi roda
"kau serius mau membawa kabur pasien?"
"hanya Kapten yang tau jalan ke lembah"
"tapi kami butuh bantuanmu melewati satpam"bisik Radit
Almira menepuk dada sombong
"serahkan padaku"
Rio melempar tatapan pada Radit
"bisa bisanya kau meyukai gadis sombong itu"Rio berbisik pada Radit
__ADS_1
"biar sombong tapi manis Kapten"Radit menjawab spontan
Didepan Lobby Rumah Sakit
"maaf anda mau kemana?"
Radit terdiam sejenak terdengar langkah cepat di belakangnya
"pak,bantu kami ya"
"pasien mau di bawa konsultasi khusus"Almira menjelaskan
"oh siap dokter"kedua satpam segera membantu saat melihat Almira memperlihatkan name tag nya.
Dikejauhan seorang wanita bergegas mengejar mereka dengan membawa sebuah tas besar.
Dokter Jhon mulai menarik kaki janin dari perut Kiera,tubuh Keira bergoyang Dewa menatap tak tega.Mengenggam tangan Kiera erat.
"istigfar sayang " Dewa berbisik matanya menggenang .
"Alhamdulillah" teriak Seorang Bidan mendekati Kiera
Dewa menatap seorang bayi merah bersih menangis kuat
"lengkap baby boy" seru dokter Jhon dan memberikan sang bayi pada perawat yang sigap membawa ke sebuah box dengan cahaya.
"BB 4,2 kg,P 53 Cm"teriak sang perawat
dan mendekatin Kiera
"dokter kita IMD ya"sambil menaruh bayi laki2 di perut Kiera
Kiera memejamkan mata merasakan putranya menempel pada kulitnya.
Tiba tiba Kiera panik
"mas...angkat dia ,aku mau muntah"
"Dokter tolong"Dewa panik
Dewa segera mengangkat bayi mungil itu
Seorang perawat mengambil alih sang bayi
Dewa segera memiringkan wajah Kiera,agar muntahan masuk dalam plastik
"tenang papa baru ,dokter Kiera sepertinya mual karena efek bius"terang dokter Deli tenang
Dewa mengecup puncak kepala Kiera
"Alhamdulillah terima kasih atas perjuanganmu sayang"
__ADS_1
"welcome baby boy"