
Mereka berhasil keluar dar Hutan setelah hampir 1 jam berputar mencari jalan utama.Didepan mereka tampak sebuah kota kecil dengan warna warni yang terkesan kuno namun eksentrik.
"Kapten,daerah apa ini "
Rio diam tidak menyahut
"kita harus beristitahat karena aku sangat lelah." Putri menyeka ujung dagunya saat tetesan keringat mengalir.Dia menengok kesamping melihat Rio diam tak bergerak.
"Kapten!!!
Mobil berhenti mendadak disamping sebuah bengkel mobil kecil.Dua pria menghampiri Mobil itu.
"nona apa yang terjadi."
"Putri panik,melihat 2 pria berotot mengelilinginya
"tolong suamiku,dia terluka saat melawan perampok di hutan."
"baiklah kita bawa ke Losmen Kanjeng Mami."kata pria berotot yang berkulit hitam
Mereka membantu memapah Rio
"tinggalkan mobipmu disini buar anak buahku memperbaikinya."Pria berotot itu memberi instruksi.Putri mengangguk setuju
Sesampai di Losmen kanjeng mami tampak seorang Wanita usia awal 50 an memakai kebaya lengkap dengan sanggulnya
"ada apa ini ?"
" ada yang terluka kanjeng mami."jawab pria yg membopong Rio bersamaan.
"kalau ga nginep disini ga bisa diobati disini ya."
"Kami mau menginap disini,pilihkan 2 kamar."
"cuma tinggal satu kamar kalian harus mau bayar lunas dimuka."
"Baik,berapa harganya "
__ADS_1
"850.000 permalam."
Putri terkejut namun dia menurut dia mencari uang di dompetnya namun hanya tersisa 350.000
Merogoh kantong celana Rio dan membuka dompetnya.
"stop..kamu mencuri uang Pria tampan ini?
"dia suami saya bu."
"kanjeng mami,ibu..ibu..emang aku mbokmu." sinis jawaban sang Kanjeng mami
"Kanjeng lihat ini foto saya ada di dompetnya bersama Suami saya."Tunjuk Putri memperlihatkan selembar fotonya bersama Kapten Rio dalam balutan pakaian warna hitam yang entah membuat hati Putri menghangat moment foto itu ketika papa Putri yang seorang Prajurit bawahan mendapat penghargaan dari Negara karena jasanya menjadi pion pembebas sandera oleh pemberontak di Perbatasa walau pada akhirnya sang papa menjadi korban.
"ini uangnya kanjeng Mami."Putri menyerahkan uang kepada pemilik losmen.
"Aku siapkan P3K.tunggu disini."
Putri memeriksa luka diperut Kapten Rio dan membalutnya.
"ini ada kaos bersih pakaikan ke suamimu."
"ini daster untuk mu."
Putri memandang ngeri daster yang disodorkan berpola bunga besar berwarna norak.
"tidak usah Kanjeng Mami,saya pakai baju ini saja."
"bajumu biar di loundry dulu."
"baiklah."Putri mengalah
Setelah membersihkan tubuh.Putri keluar kamar mandi.Melihat Kapten Rio masih tertidur.Putri mendekati pinggir ranjang memeriksa kondisi Kapten Rio.
"syukurlah tidak demam."
"kapten bangun,makan dulu ."
__ADS_1
Rio bergeming
"isi dulu perutnya."Putri terus membujuk
Akhirnya Rio membuka mata
"dimana kita?"
"losmen,jangan banyak tanya ya"
Putri membantu Rio meminum teh hangat sambil memberikan beberapa keping biskuit.
Rio tiba tiba tersenyum
"kau pakai kain apa?
"jangan dibahas."Putri gusar dan merajuk
"maaf,"Rio menggenggam tangan Putri yang akan beranjak pergi
"terima kasih sudah merawatku."Rio tulus menatap wanita pujaannya itu.
tok..tok..
"sebentar."Putri membuka pintu
Seorang anak kecil mengangsurkan pakaian bersih.
"kata Kanjeng Mami 200 ribu mb."
"mahal amat,ini juga ga wangi seperti loundry?"
anak itu menatap sedih
"sudah kasih saja."Rio berucap
sambil mengangsurksn dompetnya
__ADS_1
Putri menuruti dan segera memberikan pada anak itu.
"makasih mb."anak itu berlari kegirangan.