
di Kediaman Kapten Dewa
Keira menaruh ponselnya sambil tersenyum,dia baru saja mengirim SMS pada Radit agar bertemu Almira,dia yakin bisa menjodohkan mereka berdua si kaku dan si ceroboh.Dewa memperhatikan tingkah sang Istri mendadak menjadi Heran.
"Kei,ada apa koq senyum senyum?"
"ga papa,senang aza." jawab Keira sambil berjalan ke kamar mandi.Dewa makin curiga dengan sigap dia memeriksa Ponsel Sang istri,wajahnya tampak tidak suka menemukan Radit membalas SMS dengan emot 😍
"awas ya Radit habis kau nanti keliling lapangan."geramnya sambil menaruh Hp Keira kembali
15 menit kemudian Keira keluar kamar mandi memakai baju tidur dengan rambut basah sambil bernyanyi.
"Kei,sini aku mau bicara ."
"ada apa mas?"
Dewa menarik Keira mendekat dan memeluknya
"tuh papa sedang manja."Keira berkata sambil membelai perutnya yang masih rata.
"Kei,tolong jangan terlalu dekat dengan Radit,dia akan jatuh cinta padamu kalau kau terlalu terbuka."
"maksudmu mas?"
Tiba tiba ponsel Keira bergetar
"Kei,gawat Almira hiks..hiks...."suara Dokter Deli terputus.
"ada apa?"
"ayo mas kerumah sakit sekarang."
Dewa membantu Keira berganti baju dan mengantar ke Rumah Sakit.
__ADS_1
Hari sudah mulai gelap
Tanda keberadaan Almira semakin dekat,Radit akhirnya sampai pada sebuah penginapan,Dia memarkirkan mobilnya dan berpura pura memesan kamar.
"ada kamar kosong.?"
Seorang pria yang sedang bercumbu dengan tato elang di punggung tangan tidak menggubrisnya.
"selamat malam ,apakah aku bisa memesan sebuah kamar."Radit mulai memberi tekanan pada suaranya.
Laki laki didepannya menghentikan kegiatan yang menjijikan dimata Radit.
"ada,mau berapa jam."
"1 jam saja."
Lelaki itu memperhatikan Radit yang datang sendirian."
"loe mau maen sendirian ga usah nyewa,sana diWC umum belakang ."Lelaki itu tertawa
"ok,mau berapa jam terserah,gratis."
"aku mencari gadis yang dibawa dalam keadaan pingsan."
Sang pria tampak berfikir,kemudian memberikan kuncinya
"lantai 2 kamar 201"
Radit segera berlari ke atas
Didalam kamar Radit berusaha menyalakan lampu Ponsel di pikirannya sudah terlintas banyangan buruk.
Saat dilihatnya Almira terikat di atas tempat tidur dengan pakaian utuh Dia menarik nafas lega
__ADS_1
"dokter Almira,ayo kita pergi."
"lepasss..jangan macam macam,kalau berani satu lawan satu."Almira berteriak kencang
"ok,nanti kita satu lawan satu sekarang kita pergi dulu."Radit membalas perkataan Almira sambil membuka ikatan tangan dan kakinya.
"kamu siapa?"Almira tidak jelas karena pencahanyaan yang redup
"aku letnan Radit dokter."
segera Almira memeluk erat Radit
sesaat Radit terkejut namun kemudia dia menggendong Almira pergi.
Saat pintu mobil dibuka Almira tetap memeluk Radit kencang
"dokter Almira yang gagah berani bisakah kau lepaskan pelukanmu,aku tidak bisa bernafas."Radit berbisik
Almira tetap tidak bergeming,Radit mendudukannya dan memegang lengannya
Almira tersadar dan melepas pelukannya.
Radit tersenyum,Dia menutup pintu dan beranjak ke bangku pengemudi.
Radit memberikan minum pada Almira
"Terima kasih."
Radit tersenyum,melihat Almira luluh juga.
namum tiba tiba Almira memukul lengan Radit dengan kencang
" kalau mau jadi pahlawan datang dengan cepat jangan seperti polisi India datangnya selalu diakhir."Almira memarahi Radit
__ADS_1
Radit hanya menggeleng heran menatap tingkah Almira yang membingungkan.
Almira masih saja mengoceh memarahi tanpa henti ,membuat Radit menjalankan mobilnya dengan kencang berharap Almira bisa berhenti mengoceh.