Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Bongkar 1


__ADS_3

Radit memasuki pekarangan rumah Kapten Hadi tampak dari jauh Kapten Hadi sedang menimang putri kecilnya yang berusia 3 bulan


"masuk, jangan lupa cuci tanganmu dulu."Hadi memberi instruksi pelan khawatir membangunkan putrinya


Radit mencuci tangan sebelum duduk di kursi yang tersedia di halaman.


Hadi keluar setelah menidurkan putrinya dikamar


"ada apa?"


"Kapten Dewa minta Kapten Hadi menjenguk Kapten Rio."


"jangan lupa membawa jeruk kesukaan Kapten Rio."Radit menambahkan


Sesaat Hadi mengerutkan dahi namun segera kembali normal


"ok,aku izin bu komandan dulu."


"siap"Radit menahan senyum ternyata sama saja dengan Kapten Dewa semua atas izin Bu Negara


Dikediaman Bryan


Tampak Nella membaca beberapa berita terkait pasar saham


Raut mukanya tampak tak senang


Bryan duduk menikmati hidangan kesukaanya


"Honey,kau lihat laporan saham ini?"


Bryan bergeming tetap asik menikmati makannya


"Bryan,kau mendengarku?"


Bryan menaruh sendoknya


"jangan sekali2 berteriak padaku"


"saham anjlok,apa peduliku"


"lepas saja saham2 kecil yang ada diperusahaan."

__ADS_1


Nella melotot dan pergi meninggalkan Bryan.


Nella mengambil ponselnya menghubungi Tuan Will pengacara keluarganya


"tuan will,bisa kita bertemu?"


"tunggu aku di tempat biasa 1 jam dari sekarang."


Nella bergegas keluar rumah menuju tempat pertemuan


Bryan menatap sinis dan menelpon kaki tangannnya


"ikuti nyonya dan laporkan kegiatannya."


Bryan sampai di Kantor dengan tegang


Jika Nella macam2 dia tak akan segan2 menghancurkannya.


Seorang sekertarisnya mendekati


"Bos,CEO Satelit Group sudah menunggu."


Bryan merapihkan dasinya memastikan kegugupannya tidak terlihat sekertarismya


Saat masuk dalam ruangan Bryan berusaha ramah


"apakabar tuan S..?"


Matanya membulat tampak wajah pria yang berseteru dengannya beberapa waktu lalu


"hallo tuan Bryan."sama Pria itu


Bryan tampak pucat


"siapa kalian?"


"perkenalkan beliau adalah CEO satelit group"


"tuan Yu tian."Tiba2 paman Yu sudah berada di pintu masuk


Bryan hanya terdiam menahan kesal

__ADS_1


"baiklah tuan Yu,apa keperluan kalian kesini?"


"to the point saja,kami akan mengambil saham perusahaan kami di sekarang."


Bryan tertawa


"ini baru 6 bulan,perjanjian kita adalah 3 tahun."


"kau cek lagi perjanjiannya tuan."Yu Tian menjawab dingin


"kami tidak ada waktu,silahkan cek ulang.kami permisi."Paman Yu dan Tuan muda Yu berjalan keluar ruangan


Byan memanggil sekertarisnya


"laporkan semua saham yang bisa diselamatkan panggil pengacara perusahaan."


Tuan muda Yu tampak menikmati pemandangan didepannya


"perusahaan megah ini akan membayar kehilangan keluargaku."


Tuan Muda Yu memasuki mobil hitamnya dan memberi instruksi agar menuju Rumah Sakit.


Sementara Bryan menatap berkas yang disodorkan sekertarisnya


Hampir semua menunjukkan ke rugian besar


Bagaimana mungkin itu bisa terjadi disaat dia sudah sangat faham akan perusahaan yang dipimpinnya


Bryan memijit beberapa nomer diponsel


"hallo,papa bisakah kau datang ke sini,bantu aku."


lalu menutup sambungan telpon singkat itu


Sesaat kemudian sebuah fax masuk Bryan membaca dengan teliti dan raut wajahnya menjadi berubah.


"bekukan semua akses kartu yang ada pada Nella istriku!"instruksinya pada sang sekertaris dengan penuh amarah.Sekertaris ber rok span mini terkejut dan mengiyakan lalu segera keluar ruangan.


Bryan mendudukan dirinya dengan kasar di tempat duduknya.


Memandang sebuah foto penuh kerinduan

__ADS_1


__ADS_2