
Radit memasuki pekarangan rumah Kapten Hadi tampak dari jauh Kapten Hadi sedang menimang putri kecilnya yang berusia 3 bulan
"masuk, jangan lupa cuci tanganmu dulu."Hadi memberi instruksi pelan khawatir membangunkan putrinya
Radit mencuci tangan sebelum duduk di kursi yang tersedia di halaman.
Hadi keluar setelah menidurkan putrinya dikamar
"ada apa?"
"Kapten Dewa minta Kapten Hadi menjenguk Kapten Rio."
"jangan lupa membawa jeruk kesukaan Kapten Rio."Radit menambahkan
Sesaat Hadi mengerutkan dahi namun segera kembali normal
"ok,aku izin bu komandan dulu."
"siap"Radit menahan senyum ternyata sama saja dengan Kapten Dewa semua atas izin Bu Negara
Dikediaman Bryan
Tampak Nella membaca beberapa berita terkait pasar saham
Raut mukanya tampak tak senang
Bryan duduk menikmati hidangan kesukaanya
"Honey,kau lihat laporan saham ini?"
Bryan bergeming tetap asik menikmati makannya
"Bryan,kau mendengarku?"
Bryan menaruh sendoknya
"jangan sekali2 berteriak padaku"
"saham anjlok,apa peduliku"
"lepas saja saham2 kecil yang ada diperusahaan."
__ADS_1
Nella melotot dan pergi meninggalkan Bryan.
Nella mengambil ponselnya menghubungi Tuan Will pengacara keluarganya
"tuan will,bisa kita bertemu?"
"tunggu aku di tempat biasa 1 jam dari sekarang."
Nella bergegas keluar rumah menuju tempat pertemuan
Bryan menatap sinis dan menelpon kaki tangannnya
"ikuti nyonya dan laporkan kegiatannya."
Bryan sampai di Kantor dengan tegang
Jika Nella macam2 dia tak akan segan2 menghancurkannya.
Seorang sekertarisnya mendekati
"Bos,CEO Satelit Group sudah menunggu."
Bryan merapihkan dasinya memastikan kegugupannya tidak terlihat sekertarismya
Saat masuk dalam ruangan Bryan berusaha ramah
"apakabar tuan S..?"
Matanya membulat tampak wajah pria yang berseteru dengannya beberapa waktu lalu
"hallo tuan Bryan."sama Pria itu
Bryan tampak pucat
"siapa kalian?"
"perkenalkan beliau adalah CEO satelit group"
"tuan Yu tian."Tiba2 paman Yu sudah berada di pintu masuk
Bryan hanya terdiam menahan kesal
__ADS_1
"baiklah tuan Yu,apa keperluan kalian kesini?"
"to the point saja,kami akan mengambil saham perusahaan kami di sekarang."
Bryan tertawa
"ini baru 6 bulan,perjanjian kita adalah 3 tahun."
"kau cek lagi perjanjiannya tuan."Yu Tian menjawab dingin
"kami tidak ada waktu,silahkan cek ulang.kami permisi."Paman Yu dan Tuan muda Yu berjalan keluar ruangan
Byan memanggil sekertarisnya
"laporkan semua saham yang bisa diselamatkan panggil pengacara perusahaan."
Tuan muda Yu tampak menikmati pemandangan didepannya
"perusahaan megah ini akan membayar kehilangan keluargaku."
Tuan Muda Yu memasuki mobil hitamnya dan memberi instruksi agar menuju Rumah Sakit.
Sementara Bryan menatap berkas yang disodorkan sekertarisnya
Hampir semua menunjukkan ke rugian besar
Bagaimana mungkin itu bisa terjadi disaat dia sudah sangat faham akan perusahaan yang dipimpinnya
Bryan memijit beberapa nomer diponsel
"hallo,papa bisakah kau datang ke sini,bantu aku."
lalu menutup sambungan telpon singkat itu
Sesaat kemudian sebuah fax masuk Bryan membaca dengan teliti dan raut wajahnya menjadi berubah.
"bekukan semua akses kartu yang ada pada Nella istriku!"instruksinya pada sang sekertaris dengan penuh amarah.Sekertaris ber rok span mini terkejut dan mengiyakan lalu segera keluar ruangan.
Bryan mendudukan dirinya dengan kasar di tempat duduknya.
Memandang sebuah foto penuh kerinduan
__ADS_1