
Hujan turun dengan deras.
Di ranjang rumah sakit Almira masih tertidur
Radit dengan setia menemani
"Letnan istirahatlah"Seorang dokter berpakaian polisi mendekat
"terima kasih Kapten dokter"
"kau sangat perhatian pada dia,ada rasakah?"
"sorry hanya penasaran"Ledek dokter berperawakan besar itu
"dia ikut misi kali ini karena saya ,jadi saya berusaha menjalankan amanah saja "jawab Radit diplomatis
Sang dokter mengangguk
"Kapten mu sudah membaik,juga Letnan yang tangannya tak mau dia lepas"
"kalian akan diantar ke Runah Sakit di kota setelah fajar esok pagi"
"siap"
"terima kasih Kapten"
Sang dokter meninggalkan Radit yang wajahnya berubah lebih rilex
Radit sekali lagi memeriksa posisi selimut Almira
Memandang sesaat wajah pucat gadis itu,Luka di kakinya memang tak terlalu parah namun karena kelelahan kondisi Almira melemah
"dokter ayo minum dulu"Radit mengangkat kepala Almira
Almira membuka mata pelan
meneguk air yang di angsurkan Radit
"apa masih nyeri?"
"sedikit"
Tiba tiba Tubuh Almira mengigil bersamaan dengan suara petir diluar gedung
Radit reflek memeluk tubuh Almira
__ADS_1
Almira tetap terpejam dengan gigi bergemeletuk
"dokter,maaf"
Radit mengeratkan pelukannya ,berusaha mentrasfer panas tubuhnya pada sang pujaan hati
2 menit kemudian Almira terdiam dari menggigilnya
"hmm..lepaskan aku Letnan"erangnya
Radit segera melepas
"minum dulu"Radit memberikan air putih lagi
Almira menurut dan tertidur kembali
Radit meninggalkan kamar Almira
"permisi Letnan,Kapten Hasan ingin anda datang ke ruang rapat"Seorang OB menginfokan pada Radit
"baik terima kasih"
"tunjukkan ruangannya"
Sesampainya diruangan yang dimaksud Hasan sudah menyambut
"gimana gadismu?"
"siapa maksud anda Kapten"
Hasan terkekeh
"lupakan"
"duduklah"
"aku sudah berkomunikasi dengan pusat"
"besok kalian diantar ke kota"
"tapi bisakah kita susun laporan dulu secara garis besarnya"
"baik Kapten"Radit mengangguk setuju
Di kediaman Dewa
__ADS_1
Malam makin larut,Dewa meluruskan tubuhnya memunggungi Keira
Sempat terlelap
Tangan Dewa meraba di sisi samping tempat tidur,saat tangannya tak menemukan Keira.Dewa segera terjaga
Menyapukan matanya melihat sekeliling,dan tampak lega saat dilihatnya Keira terduduk di kursi sambil menyusui
Dewa menghampiri dan memperhatikan ternyata Keira tertidur.Perlahan ditekannya bagian tubuh istrinya yang masuk dalam mulut putranya yang pulas
"mas"
Keira menatap Dewa dalam gelap
"ayo kembali tidur"
Kiera mengangguk
Dewa membantu Keira mengangkat putra mereka,tak sengaja punggung tangannya terkena area depan Keira
Dewa terdiam sejenak,namun segera memindahkan kan putranya ke box yang berada tak jauh dari tempat tidur mereka.
Keira berjalan mengikuti Dewa
Dewa segera menghampiri istrinya,menariknya agar lebih dekat
"aku ngantuk mas"
"tidurlah,aku cuma kangen memelukmu"bisik Dewa dari punggung Keira
Keira tiba tiba berbalik dan memeluk erat suaminya
Dewa dengan senang hati memeluk erat tubuh Keira dan membenamkan wajahnya di ceruk leher wanita tercintanya
Dewa tak bisa menahannya
Mengecup pelan dan lembut leher jenjang Keira berubah jadi kecupan mendamba dan dalam.Dewa menyesap penuh gairah
"masss"
"hmmm"Keira benar benar pasrah
Dewa benar benar tak mengubris,beralih ke pipi Keira dan berakhir di bibir penuh milik sang istri.Ciuman mendalam dan rakus dari Dewa benar benar tak mengusik Keira yang kelelahan tertidur
Dewa menarik wajahnya menjauh dan mengulum bibirnya dengan kesal
__ADS_1
"tidurlah sayang,tapi biarkan aku bermain dengan area favoritku"Dewa bergumam dan melanjutkan kegiatan mencumbu Keira