Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Rindu


__ADS_3

Hujan turun dengan deras.


Di ranjang rumah sakit Almira masih tertidur


Radit dengan setia menemani


"Letnan istirahatlah"Seorang dokter berpakaian polisi mendekat


"terima kasih Kapten dokter"


"kau sangat perhatian pada dia,ada rasakah?"


"sorry hanya penasaran"Ledek dokter berperawakan besar itu


"dia ikut misi kali ini karena saya ,jadi saya berusaha menjalankan amanah saja "jawab Radit diplomatis


Sang dokter mengangguk


"Kapten mu sudah membaik,juga Letnan yang tangannya tak mau dia lepas"


"kalian akan diantar ke Runah Sakit di kota setelah fajar esok pagi"


"siap"


"terima kasih Kapten"


Sang dokter meninggalkan Radit yang wajahnya berubah lebih rilex


Radit sekali lagi memeriksa posisi selimut Almira


Memandang sesaat wajah pucat gadis itu,Luka di kakinya memang tak terlalu parah namun karena kelelahan kondisi Almira melemah


"dokter ayo minum dulu"Radit mengangkat kepala Almira


Almira membuka mata pelan


meneguk air yang di angsurkan Radit


"apa masih nyeri?"


"sedikit"


Tiba tiba Tubuh Almira mengigil bersamaan dengan suara petir diluar gedung


Radit reflek memeluk tubuh Almira

__ADS_1


Almira tetap terpejam dengan gigi bergemeletuk


"dokter,maaf"


Radit mengeratkan pelukannya ,berusaha mentrasfer panas tubuhnya pada sang pujaan hati


2 menit kemudian Almira terdiam dari menggigilnya


"hmm..lepaskan aku Letnan"erangnya


Radit segera melepas


"minum dulu"Radit memberikan air putih lagi


Almira menurut dan tertidur kembali


Radit meninggalkan kamar Almira


"permisi Letnan,Kapten Hasan ingin anda datang ke ruang rapat"Seorang OB menginfokan pada Radit


"baik terima kasih"


"tunjukkan ruangannya"


Sesampainya diruangan yang dimaksud Hasan sudah menyambut


"gimana gadismu?"


"siapa maksud anda Kapten"


Hasan terkekeh


"lupakan"


"duduklah"


"aku sudah berkomunikasi dengan pusat"


"besok kalian diantar ke kota"


"tapi bisakah kita susun laporan dulu secara garis besarnya"


"baik Kapten"Radit mengangguk setuju


Di kediaman Dewa

__ADS_1


Malam makin larut,Dewa meluruskan tubuhnya memunggungi Keira


Sempat terlelap


Tangan Dewa meraba di sisi samping tempat tidur,saat tangannya tak menemukan Keira.Dewa segera terjaga


Menyapukan matanya melihat sekeliling,dan tampak lega saat dilihatnya Keira terduduk di kursi sambil menyusui


Dewa menghampiri dan memperhatikan ternyata Keira tertidur.Perlahan ditekannya bagian tubuh istrinya yang masuk dalam mulut putranya yang pulas


"mas"


Keira menatap Dewa dalam gelap


"ayo kembali tidur"


Kiera mengangguk


Dewa membantu Keira mengangkat putra mereka,tak sengaja punggung tangannya terkena area depan Keira


Dewa terdiam sejenak,namun segera memindahkan kan putranya ke box yang berada tak jauh dari tempat tidur mereka.


Keira berjalan mengikuti Dewa


Dewa segera menghampiri istrinya,menariknya agar lebih dekat


"aku ngantuk mas"


"tidurlah,aku cuma kangen memelukmu"bisik Dewa dari punggung Keira


Keira tiba tiba berbalik dan memeluk erat suaminya


Dewa dengan senang hati memeluk erat tubuh Keira dan membenamkan wajahnya di ceruk leher wanita tercintanya


Dewa tak bisa menahannya


Mengecup pelan dan lembut leher jenjang Keira berubah jadi kecupan mendamba dan dalam.Dewa menyesap penuh gairah


"masss"


"hmmm"Keira benar benar pasrah


Dewa benar benar tak mengubris,beralih ke pipi Keira dan berakhir di bibir penuh milik sang istri.Ciuman mendalam dan rakus dari Dewa benar benar tak mengusik Keira yang kelelahan tertidur


Dewa menarik wajahnya menjauh dan mengulum bibirnya dengan kesal

__ADS_1


"tidurlah sayang,tapi biarkan aku bermain dengan area favoritku"Dewa bergumam dan melanjutkan kegiatan mencumbu Keira


__ADS_2