Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Awal kehilangan


__ADS_3

Bryan berdiri dari kursinya.


"Baiklah ,karena kau tidak ke Rumah Sakit,aku akan pergi ke Rumah Sakit,bagaimanapun Keira adalah sodaramu dan pernah menjadi kekasih ku."ujarnya dingin.


"Babe ,apa maksudmu?"Nella bergegas menyusul Bryan.


"setelah rapat aku akan ke Rumah Sakit."


"Rapat dewan diadakan 2 jam lalu,kau tak perlu tau hasilnya."Bryan tersenyum penuh makna.


"iya...aku percayakan semua padamu dear."Nella bergelanyut manja dilengan Bryan.


Lobby Rumah Sakit...


Gunawan tampak cemas dan sesekali melihat ke arah Dewa.


"bagaimana bisa kau duduk2 santai?"


"Keira masih saja tertidur."cemasnya


Dewa hanya diam memegang tangan Keira


"tenang tuan Gunawan,doktee Kei memang dibuat tidur agar recovery lebih maksimal."jelas dokter Della


Gunawan tetap menatap khawatir


drett..drett


"ada apa,aku sedang menjenguk Kei."


"apa!"


Gunawan berdiri...berjalan menuju keluar ruangan sebelum sampai pintu keluar tiba2 dia terjatuh sambil memegang dadanya.


aakh....aakh.. teriaknya

__ADS_1


"cepat panggil tim code blue ,dikamar 201 ada yang serangan jantung!" instruksi dokter Della sambil memanggil nama Gunawan.


Almira yang melihat kejadian itu ikut membantu


"paman..paman...paman...


2 menit berlalu tim code blue datang dan mengevakuasi paman Gunawan namun saay akan di angkat ke brancar paman Gunawan mendapat serangan jantung kembali dan terjadi herti jantung.Dokter Della segera melakukan CPR saat disambungkan pada monitor terlihat gatis lurus dan angka 0 di layar menandakan tidak ada respon dari Gunawan.


Almira mengguncang2kan bahu Gunawan.Semua Orang ter diam dan tercengang.


"jam 14.00 Tuan Gunawan meninggal dunia."Della membuat pernyataan.


"innalillahi...Almira terisak berusa bangun namun limbung untung Radit sigap menangkap tubuh mungilnya.


Della dan tim code blue mengevakuasi Gunawan.


Dewa mengambil ponsel Gunawan yang terjatuh teetera sebuah pesan singkat dari nomer tak dikenal


"ini baru awal aku ambil Milik ku,perusahaan dan juga rumahmu.!"


"siapa orang ini?"


"Rio,tolong selidiki." instruksi Dewa.


"Siap,aku sekalian kembali ke markas." Rio memberi hormat


"saya menyusul segera Kapten."Radit menjelaskan


Almira masih terisak,kepalanya berdenyut dan tiba2 pandangannya gelap.Radit memeluk erat dan menggendong mengembalikan Almira ke tempat tidurnya.


Lobby Rumah Sakit


"apa???"


"itu tidak mungkin."teriakan Nella membahana

__ADS_1


"dimana papaku?"


Della berusaha membujuk.


"kami kirim ke kamar jenazah." terangnya


"kau dokter bodoh tidak mampu menyelamatkan papaku."racau Nella.


Nella maju berusaha memukul Della..namun Bryan menahan tangan Nella.


"jangan bikin malu,semua orang melihat ke arah kita."


Nella tetap tidak mau mendengarkan dia berteriak histeris dan meraung2


"papa...kenapa kau pergi,bagaimana hidupku dan mama nanti!


"papa...papa" hiks..hiks


Bryan bergegas berlalu masuk dalam lift menuju kamar Keira.


Della berusaha mengejar Bryan


"tunggu Bry....tunggu."


dalam lift Della segera mencegah Bryan meneruskan niatnya.


"please Bry...tak perlu kau melihat Keira,dia baik2 saja dan Dewa suaminya selalu ada disisinya."Della menjelaskan.


"apakah Keira menyesal kini menikah dengan Prajurit miskin."Bryan sinis menjawab.


"Bryan please Kiera sudah bahagia dengan pilihannya jangan kau usik."Della memohon


Bryan tetap melangkah pergi


Bryan sangat merindukan gadis lugu itu.Gadis yang selalu mendahulukan kepentingannya daripada kepentingan dirinya sendiri.Gadis yang rela membuatkan makan siang disela2 ujian kedokterannya.Gadis yang membuat dia menyesal melepasnya.

__ADS_1


__ADS_2