
Didalam tenda ukuran sedang,seorang pria sedang memasukkan beberapa barang dalam rangselnya sesekali dia melihat ke arah seorang gadis yang tertidur lelap di depannya.
"ndan,biar saya yang rapihkan,"Tiba tiba suara Let.Putri membuyarkan lamunan Kapt.Rio.
"sudah hampir selesai,tidurlah lagi."
Putri mendekat menarik rangsel didepan Rio.
"silahkan istirahat kapten,terima kasih sudah merawat saya."
Rio terdiam
"kita bukan anak kecil lagikan kamu tau persis perasaanku sama kamu Put,3th menunggu apa belum cukup?"
"saya harap perasaan itu menguap karena Kapten tau persis juga saya tidak tertarik dengan hubungan spesial."
Rio menelan ludah,menatap kosong gadis didepannya entahlah seperti habis sudah harapannya,Rio bergeser dan berjalan kedepan meninggalkan tenda.
Putri terdiam,apa yang kurang dari Rio semua teman2 letting mengaguminya,3 th ini dia tau Rio berharap lebih padanya,tapi apa mau dikata Putri tak tergoyahkan hatinya benar benar dingin akan masalah seperti ini.
Rio menuju tenda Dewa,dan menerobos masuk tanpa permisi.
"upss...sorry."Rio berbalik keluar tenda saat dilihatnya Dewa sedang menunduk mencium Keira.
"sialan,ga bisa apa permisi masuk tenda orang."pukul Dewa kesal
"ampuun deh sosor terus."cengir Rio tanpa salah
Dewa terdiam "untung Kei sedang tidur kalau ga bisa ngambek dia."
__ADS_1
"ngapain kesini."
"idih jadi mencium istripun kau curi2."ledek Rio
Dewa meninjunya kesal dan mengakui dia tidak berani meminta hak nya pada Kei.
"mau pamitan,aku balik ke sektor 1 ya,karena sdh lama meninggalkan pasukanku."
"ok"
"putri juga balik?"
"iya dong 1 paket sama aku."tawa Rio senang.
"Wa,please taklukkan Keira kalian berdua harus bahagia."Rio berkata serius
"siap."Dewa tersenyum melihat rival yang kini jadi sahabatnya berkata serius.
"dokter,bagaimana kondisimu?"
"hmm..hmm.."Almira hanya bergumam
Radit memeriksa membetulkan selimut Almira,dan menyentuh tangannya
Kenapa panas kan sudah di infus,pak dedi di tenda belakang membaik kenapa gadis ini tidak.pikirnya
Radit menuju tenda Kapt.Dewa dan bertemu Dewa didepan tenda.
"kapten,dokter Keira adakah?"dokter Almira panas badannya padahal sudah diinfus."
__ADS_1
"ada,tunggu disini,aku akan bangunkan."
Beberapa saat kemudian Keira keluar matanya tampak agak merah
"dokter maaf mengganggu."jelas Radit
"ga apa ,yuk kita periksa Al." Keira bergegas ke tenda kesehatan.
Setengah jam kemudian setelah pemeriksaan.
"dia masih dehidrasi,tapi aku sudah suntikkan antibiotik."jelas Keira
"Let.Radit bisakah bantu aku menjaga Almira,aku mau mengantar dan memeriksa Letn Putri dulu.
"siap dokter."
Dewa terkejut melihat Radit begitu bersemangat
"ok,luka mu sudah mulai menutup dengan baik,jangan basah dan mengangkat beban berat dulu ya."Keira menjelaskan sambil menutup pakaian Letn.Putri
"terima kasih dokter."
"kau beruntung Kapt.Rio sangat memperhatikanmu,aku kira kalian pacaran lho."Keira terekeh
Putri hanya menggeleng pelan.
Mereka berpisah,Rio membantu Putri naik ke dalam Truk dan duduk didepan.
"hati-hati dijalan ya."keira berteriak
__ADS_1
Rio dan putri megangguk kompak.
tanpa sadar Putri memegang lengan Rio sejak tadi,dan Rio membiarkan itu merasakan ujung ujung jari wanita itu melingkar dilengannya berharap moment ini tidak lekas berlalu,berharap Putri tidak cepat menyadarinya agar mereka bisa terus begini sepanjang perjalanan.