Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Mencari


__ADS_3

Rio mulai menyusuri jalan bagian dalam hutan "mati gue kalau sampe nyonya Dewa kenapa2." batinnya.


Dia terus mnyusuri dan terhenti pada sungai yang mengalir deras.


"Dedi,kita baiknya mencek area kanan dan kiri!"beri tanda jika yakin arah yang akan kita tuju." instruksi Rio.Sersan Dedi menganguk dan memilih arah kanan untuk diperiksa,Baru 100 meter tiba2 Ht Rio berbunyi.


"black Hawk ..posisi dmn ,Black panther tepi sungai."suara Radit menjelaskan.


"ok.kami kembali."Rio kembali ke tepi sungai dengan segera.


Mereka bertemu,wajah Dewa menegang dan siap memukul Rio.Radit memegang tangan Dewa


"ndan,izin jangan seperti ini,Kapten Rio pun dalam posisi sulit."Radit coba mengingatkan.


"aku tidak mau mendengar penjelasanmu,Pergi kembali ke Tkp3 periksa anak buah mu yang terluka,biar kami bertiga yang melakukan pengejaran.!"Teriak Dewa


Rio dan Sersan Dedi pergi kembali ke tkp 3,Saat Dewa akan menyusuri sungai.

__ADS_1


"kapten,suku lokal tidak suka menyusuri sungai,pasti mereka naik kelembah diatas sungai ."sersan Motty menjelaskan prediksinya.


"ok kita naik,Dewa lansung memanjat akar tanaman yang menjuntai diikuti Motty dan Radit. dan benar saja sesat mereka menapaki jalan diatas sungai terlihat jejak kaki yang beraturan menuju suatu arah.


Disebuah desa yang gelap .Keira di dudukkan paksa di tanah oleh pemuda berperawakan gendut.Dua orang menunjuk nunjuk Keira dan berbicara dengan bahasa yang sulit dimengerti.


Tiba tiba mereka menarik Keira kedalam sebuah rumah .Keira sangat ketakutan saat melihat banyak laki laki berkerumun.dan ditengah2 ruang rumah tersebut terlihat seorang laki laki bertubuh hijau terbaring lemah,Keira memperhatikan namun dia belum bisa melihat jelas karena penerangan yang sangat minim.


Seorang pemuda bermata hijau menarik Keira mendekati tubuh laki laki berwarna hijau dengan berbisik.


"sembuhkan kepala suku kami jika tidak nyawamu melayang.!"bisiknya.


"baik,aku coba." kata Keira gagap.


Dia mulai mendekat,dan makin terkesiap saat melihat dengan jelas jika tubuh laki laki yang terbaring lemah tidak memggunakan pakian selembarpun semua tubuhnya dipenuhi tumbuhan yang ditumbuk ,bau menyengat hidung membuat Kiera menahan nafasnya.


pemuda itu akan menjauh,tapi Keira menarik ujung bajunya.

__ADS_1


"maaf bisakah anda menemani saya,karena saya tidak bisa berkomunikasi dengan pasien ."Keira menjelaskan sambil melepas ujung baju pemuda itu.


Pemuda itu duduk di samping Keira.Keira mulai membersihkan tumbuhan yang ada di tubuh pasien tersebut dengan air yang sudah tersedia di samping pasien tersebut.Butuh waktu lama untuk bisa membersihkan tubuhnya agar luka yang ada terlihat.


Tiba2 terdengar suara ribut di luar rumah.


Dewa merengsek masuk kedalam rumah,dan terkejut melihat Keira dengan posisi meghadapnya dan sebuah pisau dilehernya.


"kalian maju kesini ,dokter ini mati."kata pemuda bermata hijau.


"tenang,kami disini akan membantu." motty menjelaskan dengan bahasa suku tersebut.


"bagaimana mungkin dokter munggil itu bisa bekerja dengan baik tanpa bantuan."motty menjelaskan lagi sambil menarik tangan Dewa memberi isyarat agar mundur.


"benarkah,kalian bisa dipercaya.?"pemuda itu bertanya lagi.


"janji kami bisa dipegang,karena kami tentara indonesia." motty menjelaskan sambil membungkuk.

__ADS_1


"ok." silahkan kata pemuda itu melepas Keira namun masih menghunuskan pisaunya.Keira terduduk lemas.Dia menatap Dewa penuh ketakutan & kerinduan ingin rasanya menghambur kepelukan suaminya namun dia tak mampu bergerak.


Dewa hanya mampu menatap prihatin pada kondisi Keira,gadisnya tampak pucat,dan kelelahan bajunya lusuh dan kotor,snelli nya tidak lagi berwarna putih,rambutnya sangat berantakan dan ada luka dipelipis kirinya.Dewa menahan semua rasa yang ada,dia harus kuat agar mereka bisa keluar dengan selamat


__ADS_2