
Pagi itu di sebuah kantor yang sangat mewah tampak Bryan meneliti setiap dokumen yang ada di depannya.Sudah 2 hari dia tidak pulang karena pekerjaan yang bertumpuk Nella pun tidak keberatan saat dia tidak pulang ke rumah.
Bryan menarik nafas berat,1 bulan ini dia sudah menyandang suami Nella tapi dia merasa ada yang kurang entah apa itu.Hampir setiap hari Bryan menatap laporan belanja kartu kredit yang ia berikan pada Nella penuh dengan pemborosan.Walau diakui Bryan service Nella di ranjang sangat memuaskan entahlah setiap melihat aksi Nella selalu terbayang Keira,Keira yang lugu bahkan saat tangannya Bryan genggam selalu saja wajah Keira memerah Bryan ingat saat Pertama kali memaksakan mencuri ciuman pertama Keira dia hanya bengong dan terdiam lama.Ah Apa kabar gadis lugunya bagaimana bisa seorang yang tidak mengenalnya mengambil hak atas tubuh indahnya.
Dreeet...dreeet....Pesan singkat masuk ke ponsel Bryan
"sayang aku akan mampir membawakan camilan dan minuman,adakah yang kau butuhkan?"
"tidak ada,mampirlah."jawab singkat Bryan
"baik.sayang."
Bryan mendesah fokus hidupnya kini menjadi pebisnis no.1 di negara ini apapun akan dia lakukan untuk keberhasilannya.
Dia menyeruput cola dingin dengan pelan angannya berkelana lagi,mengingat Keira gadis lugunya.
__ADS_1
di rumah Tuan Gunawan terlihat Nella sibuk menyuruh para pelayan menyiapkan bekal makan siang untuk Bryan.Sesekali Nella menginstruksikan ini dan itu segera setelah siap Nella berangkat ke kantor Bryan.Mama Jen terlihat sibuk juga.
"kau belum hamil Nell?"
"ih mama,aku ga niat hamil,membuat bentuk tubuhku jelek."Nella cepat menjawab
"tapi kau harus memberikan Bryan keturunan agar semua kekayaan Byran ada di genggamanmu."
"nanti aku pikirkan lagi,saat ini aku sangat faham cara membuat Bryan tunduk padaku."Nella tersenyum licik.
Disebuah caffe Gunawan memeriksa beberapa foto yang datang pagi ini oleh kurir,tampak dalam foto itu 3 orang sahabat yang memakai seragam bola salah satunya adalah dirinya,ayah Dewa dan juga ayah Keira.
Gunawan menarik nafas berat mengingat ingat kejadian 25 tahun lalu.Dia menyesal dan menjaga Keira adalah bentuk tanggung jawab pada Sahabatnya itu.
Di dalam ruang Rapat Bryan menandatangani perjanjian yang sudah disepakati keutungan 3 T sudah menanti.Dia tersenyum ,sesat sebelun sebuah suara menyadarkannya
__ADS_1
"hai Bry...gimana kabar gadis lugumu?"
Bryan menoleh tampak Jhon teman saat dibangku kuliah menyapanya.
"aku menikah dengan Nella,jadi jangan ungkit Keira."terang Bryan malas.
"ow...sayang sekali,taruhan kita apakah masih berlaku."tawanya
Mereka bertaruh jika Bryan bisa tidur dengan keira mereka akan menyetor masing masing 500 juta sebagai uang taruhan.
"hmm...aku belum menyerah,kalian hanya bilang bisa menidurinya kapanpun."Bryan tersenyum licik penuh arti.
"okay....dalam waktu berapa lama?"
"dia sedang menjadi relawan,kita tunggu saat dia kembali."Bryan menjelaskan.Rasa penasaran mencicipi tubuk Keira yang polos selalu membuat bryan penasaran ditambah uang taruhan akan membuat makin menarik.
__ADS_1
"ok sampe jumpa lagi,aku akan mengkontak teman2 kita." Jhon berpamitan.
Bryan mengangguk dan berjalan ke arah ruangannya saat lift terbuka Nella muncul dihadapannya dengan baju super ketat berwarna hitam membuat tubuhnya tampak mengiurkan bagi siapa saja yang melihat.