Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Puzzle


__ADS_3

Perjalanan terasa lama ,para pasukan tetap siaga bersiap akan keadaan.Titik temu akan segera mereka masuki pasukan bersiap.Dewa memberi isyarat agar Keira membuat bayi di gendonganya tak bersuara.


Dewa dan Radit saling bertatapan


terdengar rentetan tembakan diradius 10 Km didepan sana.


Dewa sigap menarik Keira..."Berpencar, kita bertemu di Batu gorilla!"perintahnya segera anggotanya berpencar menembus hutan.Keira tertatih mengikuti langkah Dewa dan Radit didepannya.


Setelah 1 jam berjalan.."ndan istirahat dulu kasian dokter Kei."Radit mengingatkan


"ok" Dewa reflek melihat Keira yang kelelahan.


"duduk disini,Radit bawa bayi ini bersama mu dulu."Dewa menyerahkan bayi yang tertidur itu.


Radit bingung bayi ini sudah tertidur 1 jam lamanya luar biasa.


Keira meminum air yang diangsurkan Dewa.


"made cek posisi regu2 yang lain"


"siap ndan."


Di dalam sebuah Heli,seorang pria berkulit putih bermata coklat dengan seragam berwarna hitam menatap fokus ke depan sesekali dia memperhatikan GPS radar keberadaan sohibnya.


"cek..cek.."Handietalkienya berbunyi


"yup...sahut pria itu sambil mengubah salurannya dengan saluran khusus

__ADS_1


"posisi mereka dalam hutan."suara di sebrang menginfokan


"iya aku tahu,masalahnya Posisi truk berpencar dengan jarak 10-15 km," jelasnya lagi


"pokoknya kau harus bereskan masalah ini ."sahut Hadi di sebrang sana.


Rio menatap kedepan menginstruksikan 2 anggotanya bersiaga dan siap menenbak.


Benar saja di bawah ada iring2an 8 anggota TNI dengan tangan terikat ke atas berjalan cepat di ikuti 20 pasukan tak dikenal berseragam hitam.


"fire!" teriak Rio.


Tembakan beruntun di muntahkan membuat iring2an dibawah kocar kacir.


Rio tak tanggung2 menghadang mereka didepan menyerang dengan peluru panasnya.Bersyukur semua prajurit TNI langsung memposisioan tiarap jika tidak pasti sudah menjadi santapan peluru Rio.


Rio dan semua anggotanya meninggalkan TKP beserta pasukan TNI yang sudah dibebaskan.


Di kediaman Gunawan,tanpa Bryan sedang menyelesaikan makan paginya sesaat masuk telpon yang mengabarkan misi mereka gagal yaitu menghilangkan jejak pasukan TNI.


Bryan tampak gusar...


"dear,are you okay?" istrinya bertanya


"fine.aku harus segera ke kantor." Permisi semuanua.Bryan bergegas meninggalkan kediaman Gunawan menuju kantornya.


Keira merasakan pipinya disentuh benda dingin namun lembut,matanya membuka dan menyadari bibir Dewa baru saja meninggalkan pipinya.

__ADS_1


"hmmm..."Keira mengalungkan tangannya ke leher Dewa menarik nya mendekat lagi ke wajahnya menempelkan bibirnya pada bibir sang suami awalnya hanya menempel 3 detik kemudian kemdali sudah di ambil Dewa dengan memperdalam ciumannya melepas rindu dan lelah di hati mereka setelah beberapa saat Keira berusaha melepasnya


"malu,nanti dilihat Radit." senyumnya sambil menyusupkan wajahnya ke dada bidang Dewa.Dewa tersenyum dan mengacak rambut indahnya.


Rio menyuruh semua anggota Tim Dewa menurunin Heli dengan tali darurat karena ia akan kembali mencari 2 truk lainnya.


Setelah 30 menit Rio kembali mengudara menuju titik truk ke 2 berharap tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan.


"Rio...cek..cek.." Hadi memanggil


"yup."


"truk ke 3 pantauan akhir kosong,kemungkinan Dewa dan Radit di truk ke 3."jelas Hadi


"Ok,ada info lain."


"sepertinya mereka masuk hutan ,jadi fokus pada truk ke 2 dulu." lanjut Hadi


"ok."


"Truk 2 sepertinya barusan diledakkan."Suara Letnan Putri menambahkan.


"hmmm...,put gimana kabarmu?"Rio memberanikan diri bertanya


"hey...bereskan misi ini segera,lalu ajak Putri ngedate itu baru OK."Hadi menimpali sambil tertawa.


"Doakan aku ya honey."

__ADS_1


"kembali dengan selamat kapten,aku menunggu." putri menjawab dan mematikan sambungan membuat senyum laki laki di sebrang sana terkembang.


__ADS_2