
Radit menahan tawanya melihat Almira salah tingkah.
"ok silahkan pergi,luka mu sudah selesai ku rawat."
"aku tidak akan pergi,mengingat kejadian ini kemungkinan akan terulang,aku akan menjadi pengawalmu,dan kau tidak bisa pulang ke Asrama."
Almira terdiam dan membenarkan perkataan Radit
"aku perlu berganti baju dan mandi."
"aku tunggu disini."Radit tersenyum tulus
Disebuah mansion mewah
Nella berjalan mondar mandir menatap Kearah laki laki berwajah bule yang asik memainkan ponselnya.
"honey...please jangan semua saham ku kau kelola."
"itu demi kebaikanmu."Bryan akhirnya buka suara
"toh semua kebutuhanmu juga hobi foya2mu aku penuhi."
Nella menarik nafas,dia sama sekali merasa Bryan mulai menekan dan membuat dirinya tak punya kendali apa2.
Bryan menatapnya sinis
"kau keberatan?"
"tentu tidak,aku berterima kasih."Nella mendekat dan duduk dipangkuan Bryan mengelus wajah sang suami dan menekan pangkal pahanya dengan telapak tangannya,mulai menjilat lembut bibir Bryan.
Bryan membiarkan istrinya menggodanya
Nella semakin aktif bahkan menurunkan tali dress nya menampakkan bahu putihny serta 2 bongkahan daging yang sangat disuka suaminya
__ADS_1
"kita main disini ya."
"hmmm."
Bryan menatap mata Nella hasratnya mengebu saat Nella hampir tanpa pakaian menempel erat pada tubuhnya,resleting celananya terbuka dan Nella memberikan service yang membuat Bryan benar benar seperti melayang menahan gairah dan akhirnya melepaskan bukti hasratnya pada wajah Nella. Nella melap dengan tissue menarik Bryan mendekat,Bryan memaksa Nella berbaring di sofa dan tanpa kelembutan menyatukan tubuhnya dengan Nella saat di sela2 pelepasannya Bryan memacu cepat dan menyebut Nama Keira,Bryan mengusap peluhnya dan berbaring disamping Nella lalu tertidur lelap.
Nella menatap penuh benci sering kali Bryan menyebut nama Sepupunya itu saat mereka bercinta.Nella masuk kekamar mandi dan merendam tubuhnya dengan aroma therapi.Rasa iri selalu saja menghampiri sumpah serapah sering dia lontarkan untuk Keira.Namun rasa iri tak jua hilang
Nella mulai memikirkan memgambil saham Keira agar dia bisa memegang kendali setidaknya tidak miskin.
Beberapa hari kemudian
Keira nampak menyeruput soto bening kesukaannya bersama Almira di food court apartement tempat tinggal Keira dulu bersebrangan demgan Rumah Sakit.mereka tampak sangat senang kehamilannya sehat dan tidak ada keluhan sedang Almira pun senang jika bersama Keira ,Sang Batosai tidak menempel selalu padanya.
"kak Kei gimana sehatkan ?"
"Alhamdulillah,kamu gimana?"
"Alhamdulilah juga dong,bahagia bebas hari ini tanpa melihat wajah Letnan yang kaku itu."
Dewa memberi kode pada Radit agar mereka mendekat saat terlihat 2 orang memcurigakan duduk dekat dengan meja Keira dan Almira.
Keira tiba tiba berdiri diikuti Almira
Dewa dan Radit mengikuti ternyata mereka ke Toilet.
Dewa dan Radit saling bertukar pandangan
"ke toiletpun mesti bersama."pikir Dewa.
Seorang petugas kebersihan perempuan masuk ke Toilet.Tak lama kemudian beberapa wanita keluar berhamburan dari toilet.
Dewa dan Radit meloncat ke arah Toilet namun tiba tiba mereka di hadang 4 lelaki bermasker hitam dan saling berkelahi.
__ADS_1
Namun 4 laki laki bermasker bukan lawan sebanding Dewa dan Radit,saat terpojok mereka berhasil kabur.
"aku akan kejar mereka Kapten."Radit bersiap lari
"tidak usah,kita cek Toilet dulu." Teriak Dewa
Saat mereka masuk dalam Toilet tampak wanita petugas kebersihan pingsan dengan luka dikepala.
"kemana istriku?" Dewa mulai panik
dan mencoba menelpon namun Hp nya tidak aktif
Sementara itu Almira dan Keira yang ikut berlari bersama tadi sudah berhasil menjauh dari kerumunan.
Namun mereka melihat seorang laki laki mengejar mereka.Mereka berlari masuk ke dalam Lift dan Keira menekan angka paling tinggi aparteman tersebut
"Kak kenapa tinggi sekali."
"biar mereka kesulitan mengejar,perutku kram."Keira tampak kesakitan
"bagaimana ini kak."Almira panik
"Al dengar ,suamiku pernah bilang jika kita dikejar di gedung naik lift tertinggi?lalu buat keributan agar orang2 keluar."Keira menjelaskan sambil menahan nyeri
"baik ,begitu kita keluar aku akan buat keributan,"Almira menjawab sambil menahan suara.
Sesaat kemudian mereka sampai di lantai 6,lift terbuka suasana lengang apartemen membuat Almira mencoba memeriksa sambil memapah Keira.
"Kak Kei,kau tunggu di sini ya,bersembunyilah biar aku alihkan mereka."Almira membuka ruang janitor di ujung lift dan meninggalkan Almira dindalam sana.
sebelum berlari Almira memijit alarm kebakaran membuat semua Penghuni lantai 6 berhamburan keluar sesaat almira mengendong alat pemadam kebakaran.
Beberapa langkah Almira berlari terlihat lelaki yang mengejar mereka berusaha mengejarnya lagi.Almira terus berlari sambil berusaha tenang.
__ADS_1
Sementara Dewa segera berlari ke lantai 6 melewati tangga darurat.
"Radit ayo,mereka pasti dilantai 6."Radit mengikuti langkah sang Kapten.