
kreeek.....
suara pintu tua dibuka,samar samar cahaya matahari memasuki kamar itu.
"siapa itu?"seorang pria memicingkan mata berusaha mengenali orang yang membuka pintu
"kau masih hidup dan bertahan rupanya."
Pria berjaket kulit tersebut duduk di kursi berdebu yang ada di ruangan itu
"jangan main2 lagi,kalian tidak akan mendapatkan info apapun dariku."Pria yang terduduk dilantai kayu penuh luka pukulan dan darah yang mengering di wajah dan tubuhnya mencoba terus terlihat kuat
"kau sudah 2 hari tidak makan,kita lihat hari ketiga nanti." Laki laki berjaket tertawa sambil menyalakan rokoknya
"ok..kita lihat besok."Sang pria menjawab dengan tenang.
"ngomong2 gadis yang bersamamu saat kau kami keroyok tidak sepintar dugaan kami,dia berhasil kami tangkap barusan ." tawa pria berjaket.
Pria yang terduduk dan terikat dilantai menahan geram
Tiba2 2 pria masuk membawa seorang gadis yang terikat dan pingsan.Sang Pria yang terikat berusaha mendekat namun dua pria menghalangi
"tenang,gadis ini hanya pingsan."
"dan kami belum melakukan perhitungan."jelas pria berjaket.
"bos besar akan datang 10 menit lagi bos."salah satu pria yang menghalangi memberi informasi.
"ok,kita pergi...tinggalkan mereka disini."Lria berjaket pergi meninggalkan ruangan
__ADS_1
2 pria mulai bergerak pergi namun salah satunya mendekati sang gadis dan menyibak rambut panjang hitam yang berantakan menutupi wajah ayunya.
"tunggu abang ya neng,nanti kita having fun."tawanya licik.
"ayo,jangan macem2 bos kayanya mau juga."
"ok deh." Sang pria masih sempat mengelus wajah sang gadis dia tidak menyadari tatapan pria yang terikat penuh dengan amarah
setelah 1 jam berlalu
sang gadis mulai sadar mulai berusaha memahami dimana dia berada
"Letnan Putri apa anda baik2 saja?
"Kapten Rio benarkah ini anda?
ruangan gelap tanpa pencahayaan membuat mereka kesulitan saling mengenali.
"bisakah kau bergeser ke arahku.aku kesulitan karena terikat."
"baik aku coba."Putri berusaha berguling mendekati arah suara.dan akhirny dia tepat didepan Rio
"kau bisa berdiri?letakkan ikatan tanganmu didepan mulutku."Instruksi Rio
"siap Kapten."
Putri berusaha beerdiri dan meraba bibir Rio dengan jarinya memposisikan di depan mulut Rio
"diam dan jangan bergerak."
__ADS_1
Putri menganggu dan segera tersadar Rio tak akan melihat anggukannya
"baik Kapten."
Setelah berjuang cukup lama akhirnya ikatan Letnan Putri terlepas.Dia segera meraba Rio yanga ada di depannya setelah terbebas dari ikatan
"hey....yang benar saja di saat aku tidak berpenampilan baik kau malah menggodaku."Rio tertawa meledek
Namun tiba tiba tawanya terhenti saat Putri memeluknya erat dan makin menempelkan tubuhnya
"bodoh,aku tidak apa."Rio menjelaskan
"walau kau jelek aku akan selalu suka Kapten."Putri memberanikan diri memeluk sang Kapten terus.Membuat Rio membeku merasakan dadanya bergemuruh
"ayo cari penerangan."
"baik"
Putri memeriksa bajunya sepertinya ada senter saat dia ditangkap tadi pagi,namun nihil.Rio meminta Putri memeriksa saku bajunya
namun Putri tidak bergerak sama sekali membuat Rio tak sabar
"Put,periksalah."
"sebentar Kapten,"sesaat kemudian tangan putri sudah memeriksa kantong Kapten Rio dan menemukan sebuah pematik api otomatis
ckrek..ckrek...nyala apu keluar dan ruangan tampak terlihat walau sangat minim cahaya
"Alhamdulillah."Putri menengadah dan wajahnya bertemu wajah Rio jarak mereka sangat dekat ,Putri mengalihkan pandangan agar gugupnya tak terlihat namun Rio segera mendaratkan ciuman cepat pada pipi Putri
__ADS_1
"walau jelek,aku akan suka selalu."Rio berbisik