
Akhirnya mereka sampai ke ruangan istirahat Keira.Dewa langsung merebahkan diri di sofa bed yang ada di sana.
"asik nih,ada tempat buat bobo jadi bisa nemenin pas dines ya?" Dewa tersenyum jahil
Keira melotot sambil berlalu kekamar mandi.Debaran jantungnya makin ga karuan memegang kedua pipinya yang menghangat.
Keira memejam kan mata nya didepan cermin.
tok..tok..tok...Kei,aku kebelet nih buruan dong ganti bajunya." Desak Dewa didepan pintu.
Keira segera membuka pintu dan berlalu.Dewa menuntaskan keperluannya saat dia keluar kamar mandi .2 buah gelas berisi coffe serta roti gandum sudah tersaji.
"wah .tau aza aku perlu camilan,senyum Dewa
"sorry,cuma ada itu aza,kata Keira tanpa mengalihkan pandangannya dari foto USG pasien yang sedang diperiksanya.
Dewa mendekat dari belakang Keira dan berteriak "ya Alloh Keiiiii."teriaknya sambil melotot.
Keira reflek membalikkan badannya dan berteriak juga"ada apa sih?" Dewa menunjuk kearah USG yg terpampang.
"mas ,jangan ngaco deh.kamu knp sih bikin kaget?" Keira bingung
__ADS_1
"Kei..lihat kamu sering lihat gambar alat reproduksi laki-laki buat apa?"Dewa gusar
ha.ha.ha..tawa Keira pecah.
"mas...mas..Jelas aza aku mesti lihat dia itu dioperasi karena perlengketan usus jelas dong pas USG atau rongsen kelihatan."Keira terus tersenyum.
Dewa menjadi kikuk...ooh katanya.
"tapi koq besar sekali sih Kei.?"tanya Dewa lagi.
"pasien ini udah banyak keluhan mas,bengkak sdh kemana2 jelas pe**s nya pun abnormal."jelas Keira.
huk..huk..Keira terbatuk ...udah ah ganti topik katanya lagi.
Tiga jam sudah Keira berkutat dengan status rekam medis pasien pasiennya.Dia melihat di jendela air hujan makin deras.Melirik ke Sofa bed tampak wajah Dewa yang kelelahan.Keira bergumam gimana mau nemenin jaga yang ada dia bakalan mupeng liat Dewa bisa tidur nyaman.
Keira mengangkat telpon dan memesan ke kantin RS."mang kirim 2 mie rebus huru hara ya sama kerupuk 3 kekamar dr.Kei."katanya cepat.
Dia memandang Dewa yang mendekap tangannya seperti kedinginan.Keira menurunkan suhu AC di ruangan itu dan mendekat pada Dewa,tangannya sudah akan membentangkan selimut pada tubuh Dewa namun tiba-tiba Dewa menarik tangannya dan membuat Keira terjerembab ke dalam pelukan Dewa.
"1 menit aza ya Kei,please." suara serak Dewa mengunci Keira dan membuat dirinya diam.
__ADS_1
"kamu wangi dan hangat ,"kata Dewa lagi masih dengan mata tertutup.Keira diam menghirup aroma mint dari tubuh Dewa dalam dalam.beginikah rasanya berpelukan dengan laki -laki tanpa menuntut apapun hanya pelukan dan Keira menyukainya.
"Sudah 5 menit ini,lepas."Keira mendorong tubuh Dewa.Dewa tersenyum "perhitungan banget deh Nyonya Dewa ini tawanya lagi.
Tidak berapa lama 2 Mangkuk mie tersedia.
"mie apa ini koq isinya macam2 kata Dewa mengaduk Mienya.
"Mie huru hara namanya ,pas dimakan saat harimu penuh kejutan ."ungkap Keira.
Dewa tertawa..okay...kita coba.
Kei...katanya Dewa lagi
hmm,,Keira menatap Dewa.
boleh dong pegang tangan kamu."Dewa langsung memegang tangan kiri Keira.
"knp mesti pegangan,kan bikin ribet."Keira protes
"Pengen aza," kata Dewa cuex.Dan Hujan diluar sana menjadi saksi betapa mereka berdua mulai membuka diri mempersiapkan hati agar tertaut sampai nanti.
__ADS_1