Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Satu Atap


__ADS_3

Setelah acara usai Gunawan meminta Dewa tetap tinggal di Rumahnya karena besok pernikahan akan dilaksanakan jam 20.00.Dewa menempati kamar tepat di sebelah kamar Keira di lantai 1.sedangkan Nella dan Kamar Pemilik rumah ada dilantai 2.Keira bergegas masuk ke kamar dan beristirahat setelah membersihkan diri sebelumya.Dewa pun masuk kamar membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya dia membuka ponsel dan melihat foto yang dikirim oleh Keira sesaat lalu.


"Kei,Lagi apa."Dewa menulis pesan singkatnya.


"rebahan,Paman minta kita memilih foto untuk di cetak nanti."Keira menjelaskan.


"ok."Dewa beralih ke VC


"ngapain VC iseng amat."Keira menjawab gusar


Dewa terkekeh...mendengar jawabanKeira.


Pagi hari di kediaman Gunawan masih lengang tanpa aktivitas berarti hanya para pembantu dan pengurus rumah mewah tersebut yang beraktivitas.Keira membuka matanya dia melihat alrm note di HP nya "wedding day" Keira tersenyum kecut.Dia bangun dan mandi lalu mengenakan baju kasual mengikat rambut panjangnya kebelakang menampakkan gatis leher belakangnya yang jenjang.


"Pagi,bi."sama Kei ramah


"pagi non Keira,apa kabar?"lama ga jumpa ya ?" kata Bi inah lagi.


"baik bi,Kiera tersenyum dan menyesap green tea yang disiapkan bi Inah.


"Belum ada yang bangun ya bi?"Kiera bertanya

__ADS_1


"calon non Kiera sdh bangun sejak jam 04.30 tadi dan sholat shubuh berjamaah di masjid,keren deh."senyum Bi inah sambil menyiapkan hidangan di meja makan.


Kiera terdiam,menatap kehalaman belakang yang menyuguhkan taman bunga yang indah.


"jangan bengong Kei,pagi ini kamu makin cantik walau bengong begitu." kata sebuah suara.


Keira menoleh dilihatnya Senyum Bryan mengembang ,Bryan pun duduk di kursi berhadapan dengan Keira.


"apa kabarmu?"tanyanya.


"baik,"Keira menjawab singkat


"apa kau sungguh bisa menikah dengan laki laki asing itu?" Bryan menunjukkan perhatiannya.


"Dewa namanya,dan dia sangat menghormati aku,kurasa janji paman adalah kewajiban ku memenuhi sebagai bentuk baktiku."ujar keira lagi.


"kau ingat waktu kita ke Pert ,kita menghabiskan malam yang indah Kei,aku harap kau bahagia terus seperti itu."Bryan menyesap espressonya dalam dalam.


Keira diam coba mencerna kata kata Bryan


"apa maksudmu?"tanya Keira belum sempat Bryan menjawab tiba tiba Dewa sudah berdehem menandakan dia sudah cukup lama berada diruangan itu.

__ADS_1


"Wel..wel..prajurit sudah hadir,"sinis Bryan berlalu pergi.


Dewa memandang Keira yang terdiam,dia menahan rasa kesal didadanya mengapa Keira santai menghadapinya.


"wah ,pagi seru ya bertemu mantan terkasih."sindir Dewa


Keira menatap Dewa."kalau kau merasa terganggu aku berbicara dengan kk iparku ,sampaikan tak perlu seperti anak2 merajuk."Keira berdiri sambil menaruh segelas air putih dihadapan Dewa dan akan beranjak pergi.


"temani aku,"perintah Dewa


"tunjukan kau memang mau menghabiskan hidupmu denganku."Dewa menatap Keira tajam.


Keira duduk kembali di kursinya.Di kejauhan Bi Inah memperhatikan gadis kesayangannya itu.


Dewa meminta Keira menemaninya berkeliling rumah."tunjukkan,tempat favoritmu Kei?"Dewa berjalan keluar dan mereka sampai di rooftop rumah keluarga Gunawan.


"aku yakin ini salah satu tempat favorite mu?"tebak Dewa sambil duduk di sofa hitam menyelidik


"hmm bisa dibilang ini kamarku sesungguhnya."Keira memandang kelangit sambil merebahkan tubuhnya.Dewa mengikutinya merebahkan tubuh nya di sofa sebelah Keira.Dewa memandang gadis di depannya mengagumi wajah ayu Keira yang terlihat damai.


"Kuharap kau tau aku benar benar menyukaimu Keira." gumam Dewa

__ADS_1



__ADS_2