Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Mencari Joker


__ADS_3

Dewa duduk tenang di ruangan yang berhadapan dengan ruang introgasi tampak seorang pria didampingi pengacara bertubuh gemuk dan pendek


Hadi berbisik


"mereka sudah 2 hari ini mengintrogasi tapi pria itu tak mau bicara."


"kita tak diizinkan ikut kedalam"


"kita menonton saja."Dewa menjawab dengan tenang memotong ucapan Hadi


Hadi menepuk bahu Dewa dan beranjak keluar ruangan.Sementara Hasan duduk disebelah Dewa mengamati yang terjadi di balik kaca tembus pandang yang memisahkan mereka


Hasan sesekali melirik Dewa,akhirnya dia bisa berjumpa dengan Kapten terbaik yang sangat viral dan dibanggakan oleh pasukan khusus.Hasan Sempat terkejut Dewa bukan sosok sangar yang menyeramkan seperti yang didengarnya hanya memang berada di dekatnya hawa sekitar membuat dia menggigil.


Dewa terus menatap kedepan


"kau tidak jatuh cinta padakukan Kapten Hasan?"


Hasan terbatuk


"apa maksud anda.?"menoleh pada Dewa yang tetap memandang ke depan


"lebih dari 5 detik kau memandangiku"


"apalagi kalau bukan suka?"


Hasan hampir terjungkal dari kursinya


"jangan bercanda boss."


"jangan juga cari gara2 ."tegas Dewa


Introgasi berjalan sangat alot Dewa hanya memperhatikan.Sedang Hadi berhasil menemui beberapa polisi yang terlibat dalam aksi pengerebekan sindikat yang sama dengan target mereka.


di Rumah Sakit


Radit membuka matanya dan mulai membiasakan dengan ruangan yang gelap,saat di berbalik terdengar nafas halus dan indera penciumannya mencium aroma yang sangat dia hapal aroma bubblegum.Radit yakin seseorang yang tidur disebelahnya adalah Almira.


Perlahan dia mengangkat tubuhnya agar bisa melewati Almira Namun tak disangka tangan Almira malah bergerak memeluknya.

__ADS_1


Menempelkan pipinya ke dada Radit dan mencari posisi yang nyaman lalu terdengar suara halus nafasnya kembali


Radit terdiam bagaimana dia harus keluar dari ruangan ini.Teringat dokter Deli menunjukkan rungan ini bisa digunakan olehnya untuk istirahat tak disangka Almira pun tertidur disampingnya.


Pikiran Radit mulai kosong tergoda melingkarkan tangannya di punggung gadis ini namun segera dia menggigit bibirnya agar tersadar.


"dokter Al,bangun maaf aku harus pergi."Radit akhirnya memberanikan diri membangunkan Almira


"dokter"Radit menguncang pelan


Tiba2 pintu terbuka bersama lampu yang menyala


"Al ayo makan dulu,seharian sudah kau tidur."terdengar dokter Deliana masuk dan melonggo saat melihat Almira memeluk Radit di tempat tidur kecil kamar jaga


Radit menggeleng meminta pengertian dokter Deliana


"apa maksudmu Letnan Muda?"


"tolong foto kami,


sebagai bukti agar dia tidak menyalahkan aku." Pinta Radit memelas


"please dokter bantu aku."


Deliana maju dan mendorong tubuh Almira ke samping.Radit segera berdiri dan merapihkan bajunya.


Setelah meminta hasil foto yang diambil tadi Radit berpamitan.


Dikantor polisi Dewa tampak geram melihat polisi tak berkutik saat pengacara lelaki perlente itu datang.


Dewa berdiri


dan merebut topi Kapten Hasan berjalan masuk kedalam ruang introgasi


"selamat malam tuan"


"tampaknya anda tak mau bekerjasama ,baiklah jika anda tetap tidak bekerjasama kami akan menggunakan kekerasan."


Dewa menyeret kursi mendekati sang pria

__ADS_1


2 orang polisi yang ada di dalam refleks berdiri dibelakang Dewa


"anda tidak boleh demikian klien mempunyai Hak dan azas praduga tak bersalah hatus dikedepankan!"teriak sang pengacara gendut di samping pria itu.


Dewa menatap tajam pada pria itu


"nama?"


Pria itu terdiam dan menatap Dewa penuh rasa terintimidasi


"Billy..Billy Morgan."


"kau akan bekerjasama kan?"


Billy terdiam


Dewa meletakkan ponsel di hadapan Billy menampilkan video dimana dia menyiksa Kanjeng mami dan juga beberapa penghuni Losmen


"Bisa kita mulai?"Dewa duduk kembali


Billy menatap sendu pada Dewa


"kuharap kalian bisa mencatat pernyataanya." Kedua polisi segera tersadar


"siap Kapten."


Billy bercerita bahwa dia mencari teman dari 2 orang yang menyelundup dan merusak bisnisnya


Sang pengacara kebingungan menatap Klien nya yang membeberkan semua.


Billy juga mengatakan bahwa dia berhasil membunuh 2 penyusup itu dan membuang ke lembah


Dewa menyodorkan sebuah foto dimana didalamnya ada Kapten Rio dan Letnan Putri


"apa mereka penyusupnya?"


Billy terkejut dan mengangguk ketakutan


"kau akan mati jika tidak ada di tempat ini!" desis Dewa menahan marah dan meninggalkan ruangan introgasi

__ADS_1


__ADS_2