
Setelah berbasa basi dan Gunawan menceritakan kenapa Dia menikahkan Keira ,bukan putrinya Nella pada Dewa,dia terdiam sambil menunggu reaksi Dewa.
"Baiklah Paman,saya terima Keira karena dia juga putri paman kan?" kata Dewa tenang.Dibenaknya dia tersenyum gadis dihadapannya adalah satu-satunya gadis yang tidak mudah dia lupakan sejak dia melihat tangis gadis itu di Bus,betapa dia berdoa agar bisa bertemu dengan gadis itu lagi.Dan lihat hari ini gadis berbaju motif bunga tulip besar dibagian kakinya dengan dasar putih sukses membuat Dewa terpesona,mata yang disapu riasan tipis membuat wajahnya semakin menarik apalagi bibir nya yang dipulas lipstik warna pink membuat Dewa penasaran bagaimana rasanya bibir itu jika bertemu bibirnya.
"tapi." Ucapan Dewa menggantung
"pernikahan ini bisa berlangsung jika Keira juga tulus menjalani.katanya bijak
Gunawan memandang Keira
"Kei,?tanya Gunawan
"insyaAlloh saya tulus dan siap." kata Keira tegar
Dewa tersenyum mendengar jawaban Keira.
"Baiklah Paman akan menyerahkan Keira padamu." ujar Gunawan berat.
"tolong jaga dia." pintanya
"paman tenang saja ,aku tidak akan mengecewakanmu." kata Dewa
__ADS_1
" Baiklah Keira." kata Dewa
"panggil Kei saja." ucap nya
"Baik, besok kita akan mengajukan permohonan nikah kantor." katanya
"ini syarat-syarat milik Kei." kata Gunawan sambil menyerahkan amplop berisi fc ktp.kk serta foto 3x4 5 lembar.
Dewa menerima dengan segera.Keira menatap dengan tatapan bertanya tanya menikah harus diajukan dulu kekantor,bagaimana jika kantor tidak setuju.Pikirannya melayang layang.
"Besok aku jemput jam 07.00 di depan RS ya?dikte Dewa
"Baik," Keira menjawab segera.
"aku tidak sabar melihat calonnya" senyumnya licik
"sudah jangan membicarakannya,kata mamanya sambil memilih kain yang akan dijadikan gaun untuk pertunangan Nella dan Bryan.Bryan termangu sekilas dia mengingat keira...gadis tomboy yang jika dilihat dengan seksama amat sangat cantik,gadis yang selalu bisa menolak saat kebutuhan biologisnya memuncak.Entah kenapa Bryan seperti tidak rela mendengar kabar itu.
Ting...Lift lantai 3 terbuka Keira menuju Aula Bedah melewati dengan cepat dan masuk ke dalam kamar jaga.Dia terdiam membuka kancing dressnya dan merebahkan tubuhnya yang lelah.Berharap semua akan baik-baik saja.
Keesokan paginya Keira bangun jam 05.00 menyiapkan laporan pagi.
"kak Del...tolong ya tukeran jaga hari ini aza,aku libur kk dines pagi?" mohon Kiera pada Della Dokter bedah Seniornya
__ADS_1
"oke,tumben butuh liburan neng?" kata dela yang aseli Batak namun besar di Jawa Barat.
"iya,kak..makasih ya.laporan pasienku kutaruh di meja Nurse station nakas no2 ya.
"sip,selamat liburan,neng,"Della menyahut.
Keira melirik sana sini,khawatir ada yang kepo bertanya kenapa dia cemas.Dilobby RS tampak Dewa sudah menunggu.
"Kei,kamu pikir kita mau jalan - jalan ke mall?"tegur Dewa.Sambil menarik tangannya.
"Kenapa dengan celana jeans ku?"kata Keira bingung
"nih ,aku udah bawa yang harus kamu pakai untuk kekantorku kata Dewa lagi.Keira menerima Goodie bag yang diangsurkan Dewa.
"cepat,ganti." ujar Dewa tidak sabar
"iya,iya sabar sedikit dong." jawab Keira langsung melesat ke Toilet.
Didalam Toilet setelah 5 menit berlalu Keira mematut penampilannya yang mirip ibu-ibu menurutnya.Dia mengenakan rok span hitam sampai dibawah Lutut dengan kemeja satin lengan panjang warna khaki.
"Kei,cepat..atau aku masuk nih!" seru Dewa berteriak
"iya,tunggu....ujar Kei cepat cepat merapihkan bajunya.
__ADS_1