
Keira berjalan pelan dia memperhatikan sekitarnya saat mereka masuk Lift.Dewa menyadari Keira seperti mengendap-endap takut ketahuan.
Didalam lift Dewa makin menempelkan tubuhnya pada Keira
"mas,ada CCTV hati2."
Dewa menjauh dan memilih cuex pada Keira
sesampai di lantai 1 Keira segera bergegas Menuju parkiran.Dewa mengikuti dari belakang.
Namun sebelum mendekati mobil Dewa mereka berpapasan dengan 2 orang perawat yang akan berdinas malam.
"malam dokter Kei."
"eh..eh..malam.mau dinas ya?"
"wah ganti mobil ya dokter?"
"ga,ini..ini..mobil."
"ini mobil saya."Dewa memjawab sambil membuka pintu dan masuk ke dalamnya.Keira nampak kikuk dan mengangguk berpamitan pada perawat itu.
Didalam mobil Keira protes
"mas kenapa sih ketus banget?"
"kenapa?"Dewa balik bertanya
"mereka kan jadi curiga!"
Dewa menatap Keira tajam
"kamu yang kenapa,kamu itu jalan sama suami bukan sama penjahat lho Kei."
Dewa menyalakan mobil dan diam melihat lurus kedepan.
__ADS_1
Keira tertegun dan tertunduk diam,dia merasa bersalah mengapa bersikap begitu pada Dewa.
Ketika sampai di Rumah,didepan rumah Kapten Rio,Hadi dan Radit sudah berkumpul.
"lagi ngapain sih,ga bisa ditelpon dari tadi."Rio mengedip
"masuk,"Dewa mendahului mereka masuk
Keira mengikuti tanpa suara.
Didalam Keira membuatkan kopi dan disuguhkan pada 4 sahabat itu.
"ayo diminum mumpung masih anget."Kei tersenyum.
"Siap kakak ipar."jawab mereka kompak
Dalam kamar
Keira melihat Dewa sudah selesai berganti baju dan sedang membetulkan kerah bajunya.
"sini mas."Keira menyentuh kerah Baju Dewa dan membetulkan.Dewa diam saja.
Dewa melirik dan membalikkan badannya membereskan berkas berkas
"mas,marah ya?"
Dewa diam
Keira memeluk Dewa dari belakang
"maafin aku ya mas,jangan marah."
Dewa diam dan melepas pelukan Keira menjauh mengambil jaket hitamnya.
"mas,mau pergi?" ga bisakah maafin kejadian tadi?"
__ADS_1
Dewa menghela nafas
"sudahlah Kei,aku sudah maafin."
Dewa keluar kamar meninggalkan Keira yang tertunduk.
"ayo."Dewa berjalan keluar
"Kakak ipar mana?"Radit bertanya
"dia lelah,sudah istirahat."Dewa menjelaskan
"hmm,pasti pakai baju sexy jadi ga boleh ketemu kami."Rio menimpali
Dewa menatap tajam
Hadi memeluk Dewa, "ayoo berangkaat."
Didalam kamar ,setelah selesai mandi Keira membiarkan rambutnya basah,memikirkan entah mengapa suasana hatinya mudah berubah dan khawatir teman2nya memperhatikan saat suaminya menjemputnya.Dia menangis lama dan tertidur.
5 jam sudah Dewa dan kawan kawan mengumpulkan berkas kasus untuk diserahkan besok pada Marsekal.
Mereka akhirnya mengumpulkan bukti otentik,uang hasil ilegal,bukti pencemaran,penganiayaan dan manipulasi serta pembunuhan semua mengarah pada prusahaan BRY dengan simbol singa hitam.Pemilik perusahannya bedarah jepang bernama Yoko Iguchi.Dewa berdiri sambil melenturkan tubuhnya
"Radit tolong besok ambil hasil resume medis bayi Bintang di dokter Almira."
"Rio,cek keberadaan Yoko."
"Hadi kirim laporan secara aman pada Marsekal."
"Aku akan pura pura tidak mengerjakan apapun 3 hari kedepan karena sepertimya ada yang mengintai gerakanku."Dewa runut memberi instruksi.
"Siap Ndan."
Mereka meninggalkan ruangan terlebih dahulu,Dewa melangkah mengunci ruangan ketika dia merasa ada yang memotret dirinya.Segera dengan sigap Dewa megejar orang tersebut,Dewa merasa heran orang berbaju hitam itu tidak terlalu cepat larinya namun sangat menguasai medan area dalam pangakalan dan dapat dipastikan orang itu orang dalam.
__ADS_1
Ketika orang itu terlihat menyelinap ke area pembersihan helikopter,Dewa memperlambat larinya,berakting seperti kehilangan jejak dan melangkah pergi keluar namun Dewa memanjat besi yang menyambungkan ke area atas dan menunggu disana karena dia yakin tidak ada jalan keluar buat pria berbaju hitam.
Benar saja 20 menit kemudian pria itu keluar dan memeriksa kiri kanan,tak tinggal diam Dewa melompat memukul tengkuk pria itu,seketika pria itu berputar dan sebilah pisau terjatuh sebelum dia pingsan.Dewa memanggil provost dan menyuruh mengamankannya.