
Sesampainya di tenda bawah lembah.Sigap para anak buah Kapten Hasan mengikat dalam bak terbuka
"cepat tolong lepas jok belakang mobil"Radit menginstruksikan
2 orang anak buah Hasan melaksanakan perintah Radit
"siap Letnan"
"tolong angkat Kapten Rio dan Letnan Putri"
"baik"
Rio dan Putri sudah dibaringkan di mobil,Radit sibuk menyelimuti dan mengikat luka ditangan Putri dan beruntung Rio tidak terluka hanya kelelahan
"Dokter Almira di baringkan dimana Letnan?"
"masukkan ke mobil ku saja"Radit berlari ke mobilnya dan melepas jok depan samping supir
"beruntung kau bawa mobil yang biasa digunakan untuk evakuasi Letnan"Hasan memberi jempol
Radit mengangguk
Saat Almira sudah dibaringkan,Radit segera menyelimuti dan menempatkan posisi kaki Almira lebih tinggi dari kepala
"kita berangkat sekarang,4 km didepan sudah ada pasukan yang akan membantu"instruksi Hasan
Semua bergerak serempak dengan kecepatan tinggi
Radit sesekali melihat Almira dengan khawatir
"Hmm"erangan Almira terdengar
"Letnan Apa dokter Almira sudah sadar?"tanya seorang anak buah Kapten Hasan yang mengemudikan mobil
__ADS_1
"tampaknya dia mengigau"Radit memeriksa Almira dan menemukan darah yang merembes dari luka dikakinya semakin banyak
"bergegaslah cepat!"teriak Radit
Tepat setelah 35 menit iring2an pasukan bertemu dengan pasukan bantuan
3 buah Ambulance segera mengebakuasi Kapten Rio,Letnan Putri dan Dokter Almira
Hasan mengizinkan Radit ikut ke Rumah Sakit sementara dia dan anak buahnya memberikan laporan dan membawa tersangka ke markas
Di sebuah taman tampak sebuah perjamuan diadakan
Kalangan elit tampak memasuki area perjamuan outdoor itu
Bryan tampak berbincang dengan para investor yang berhasil dia dapatkan
Melancarkan segala bentuk penawaran dan janji memikat agar mendapatkan kucuran dana.
Bryan mulai bertepuk tangan beberapa kali memberi kode ,tampak beberapa wanita cantik ikut berbaur dengan para investor
pada Bryan
"tuan,apa perlu kita bertindak"
"tidak,perhatikan saja"Tuan Muda menjawab sambil pergi meninggalkan perjamuan
"kau awasi dan kabari aku"
"baik tuan muda"
Mobil hitam metalik yang membawa tuan Muda Yu bergegas melaju
Diiringi tatapan tajam Bryan yang memperhatikan dari jauh
__ADS_1
"Bos,kami sudah mengikuti target apa yang akan dilakukan selanjutnya"
"buat seperti kecelakaan,tunjukkan kalian profesional!"
Bryan menyesap anggur digelas yang di pegangnya hingga tandas
Pria dengan jas warna hitam itu meninggalkan Bryan segera
Bryan menapa ponselnya yang berbunyi dan menampilan video yang baru saja diterima nya.Tampak sang istri masih dengan kehidupan hedon nya berfoya foya menghabiskan uang
Bryan mematikan ponselnya dengan kesal
Ke esokan Hari
di Lobby Rumah Sakit tampak Kiera dengan wajah berseri mengendong putranya .Dewa tampak mendorong kursi roda yang di naiki mereka
Pandangan Dewa benar benar penuh rasa syukur,putranya lahir dengan sehat dan istrinya pun tak kurang suatu apa.
Hadi membukakan pintu mobil sast mereka sampai parkiran.Setelah sambutan dari rekan rumah sakit yang meriah.Keira sangat terharu
"ayo masuk"
Dewa mengendong putranya yang nyaman terbungkus selimut
Keira meraih lengan suaminya
"kau yakin bisa mengendongnya?"
"tentu,percayalah"Dewa menyakinkan sambil medaratkan ciuman di pipi Kiera.
Hadi tersenyum bahagia melihat sahabatnya sangat bahagia
Dewa membantu Kiera duduk dengan nyaman
__ADS_1
"lets go..bismillah"Hadi mengendarain mobil SUV miliknya dengan hati hati