Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Bergegas


__ADS_3

Sesampainya di tenda bawah lembah.Sigap para anak buah Kapten Hasan mengikat dalam bak terbuka


"cepat tolong lepas jok belakang mobil"Radit menginstruksikan


2 orang anak buah Hasan melaksanakan perintah Radit


"siap Letnan"


"tolong angkat Kapten Rio dan Letnan Putri"


"baik"


Rio dan Putri sudah dibaringkan di mobil,Radit sibuk menyelimuti dan mengikat luka ditangan Putri dan beruntung Rio tidak terluka hanya kelelahan


"Dokter Almira di baringkan dimana Letnan?"


"masukkan ke mobil ku saja"Radit berlari ke mobilnya dan melepas jok depan samping supir


"beruntung kau bawa mobil yang biasa digunakan untuk evakuasi Letnan"Hasan memberi jempol


Radit mengangguk


Saat Almira sudah dibaringkan,Radit segera menyelimuti dan menempatkan posisi kaki Almira lebih tinggi dari kepala


"kita berangkat sekarang,4 km didepan sudah ada pasukan yang akan membantu"instruksi Hasan


Semua bergerak serempak dengan kecepatan tinggi


Radit sesekali melihat Almira dengan khawatir


"Hmm"erangan Almira terdengar


"Letnan Apa dokter Almira sudah sadar?"tanya seorang anak buah Kapten Hasan yang mengemudikan mobil

__ADS_1


"tampaknya dia mengigau"Radit memeriksa Almira dan menemukan darah yang merembes dari luka dikakinya semakin banyak


"bergegaslah cepat!"teriak Radit


Tepat setelah 35 menit iring2an pasukan bertemu dengan pasukan bantuan


3 buah Ambulance segera mengebakuasi Kapten Rio,Letnan Putri dan Dokter Almira


Hasan mengizinkan Radit ikut ke Rumah Sakit sementara dia dan anak buahnya memberikan laporan dan membawa tersangka ke markas


Di sebuah taman tampak sebuah perjamuan diadakan


Kalangan elit tampak memasuki area perjamuan outdoor itu


Bryan tampak berbincang dengan para investor yang berhasil dia dapatkan


Melancarkan segala bentuk penawaran dan janji memikat agar mendapatkan kucuran dana.


Bryan mulai bertepuk tangan beberapa kali memberi kode ,tampak beberapa wanita cantik ikut berbaur dengan para investor


pada Bryan


"tuan,apa perlu kita bertindak"


"tidak,perhatikan saja"Tuan Muda menjawab sambil pergi meninggalkan perjamuan


"kau awasi dan kabari aku"


"baik tuan muda"


Mobil hitam metalik yang membawa tuan Muda Yu bergegas melaju


Diiringi tatapan tajam Bryan yang memperhatikan dari jauh

__ADS_1


"Bos,kami sudah mengikuti target apa yang akan dilakukan selanjutnya"


"buat seperti kecelakaan,tunjukkan kalian profesional!"


Bryan menyesap anggur digelas yang di pegangnya hingga tandas


Pria dengan jas warna hitam itu meninggalkan Bryan segera


Bryan menapa ponselnya yang berbunyi dan menampilan video yang baru saja diterima nya.Tampak sang istri masih dengan kehidupan hedon nya berfoya foya menghabiskan uang


Bryan mematikan ponselnya dengan kesal


Ke esokan Hari


di Lobby Rumah Sakit tampak Kiera dengan wajah berseri mengendong putranya .Dewa tampak mendorong kursi roda yang di naiki mereka


Pandangan Dewa benar benar penuh rasa syukur,putranya lahir dengan sehat dan istrinya pun tak kurang suatu apa.


Hadi membukakan pintu mobil sast mereka sampai parkiran.Setelah sambutan dari rekan rumah sakit yang meriah.Keira sangat terharu


"ayo masuk"


Dewa mengendong putranya yang nyaman terbungkus selimut


Keira meraih lengan suaminya


"kau yakin bisa mengendongnya?"


"tentu,percayalah"Dewa menyakinkan sambil medaratkan ciuman di pipi Kiera.


Hadi tersenyum bahagia melihat sahabatnya sangat bahagia


Dewa membantu Kiera duduk dengan nyaman

__ADS_1


"lets go..bismillah"Hadi mengendarain mobil SUV miliknya dengan hati hati


__ADS_2