
Dewa termenung di depan laptop yang masih menyala.Semalaman dia membuat laporan dan hari ini akan Bertemu papa Kapten Rio.
Tiba2 Tangan Keira merangkulnya dari belakang
"wah my Queen sudah bangun."Dewa mengecup ujung tangan Keira
"hari ini masih ada jadwal keluarkah?"
"hmm iya nanti jam 10.00"
Dewa kembali fokus pada layar Laptop sesaat dia terkejut saat Keira mulai mencium pipinya
"Kei,kenapa?"
"miss u"Keira menjawab tanpa berhenti memberikan ciumannya.
Dewa menahan tubuh Keira yang makin berisi
"hati2."
Keira tak menggubris dia juga bingung sudah 2 minggu ini rasanya dia haus akan belaian sang suami berbanding terbalik saat 3 bulan lalu Keira lebih memilih menjauh dari Dewa.
Keira terus mencium Dewa
"Kei,hmmm"
"Aku ga tahan."Dewa menarik nafas dan memundurkan wajahnya menahan hasrat
"aku mau gimana dong mas?"
"apa benar2 aman?"Dewa memegang perut Keira dengan pandangan khawatir dan menurutnya perut Keira makin membulat dan turun.
"sepertinya aman usia kandunganku masuk 38 minggu."Keira menjawab dan menaruh tubuhnya di pangkuan Dewa.
Mencium wajah Dewa penuh damba
"Bismillah.."Dewa ikut memeluk bokong Keira mulai mengikuti permainan panas Keira.Keira dengan berani melepas bajunya dan gerakannya membuat Tubuh Dewa makin berkeringat
__ADS_1
melihat sang istri hanya menggunakan pakaian dalam Dewa benar2 kehilangan kesabaran.Dengan cepat menarik penutup dada Keira sambil menarik sebuah kain yang ada di atas meja.Menutup punggung Keira namun dia pun melepas pakaian bawahnya
"kita kekamar Kei?"
"hmmm..ga..disini aza."
"tapi kamu pasti ga nyaman."
Keira menggeleng matanya sayu meminta Dewa menyetujui
Andai Keira kondisi tak hamil mungkin Dewa sudah beraksi sejak tadi.Dewa mengangguk mengeratkan pelukannya memperdalam ciumannya tangannya pun bergerilya menyentuh kulit Keira yang lembab.Saat Dewa akan menyatukan diri Keira menahan
"perutku ga enak tertekan dadamu."
"lalu?"
Keira membalikkan tubuh mencari posisi yang nyaman dan memulai gerakannya.Dewa hanya mampu menahan dan bergerak dengan pelan membiarkan Keira mendominasi.Dewa benar2 berjuang untuk tidak membuat Keira tak nyaman dan saat Keira telah mencapai puncaknya Dewa segera mengangkat tubuh Keira menuju Kamar mereka.Beruntung hari ini hari minggu Bi edoh tak datang ke rumah.
Dewa membaringkan tubuh Keira dia Benar2 sangat tergoda dengan Keira dimatanya Kondiai Hamil membuat Keira semakin sexy.Dewa menarik Keira untuk naik ketubuhnya namun Keira menggeleng
"aku lelah."
"aku dibawah saja,lakukanlah dengan pelan."
Dewa tersenyum
dan mulai menyatukan Tubuhnya diiringi ringisan Keira,Dewa mencumbu Keira hingga membuat relaks.Dan penyatuan itupun berjalan lancar sesaat Keira mencapai puncak untuk kedua kali dan Dewa menyusul beberapa menit kemudian.
Dewa memeluk Keira,menyelimuti tubuhnya dan membiarkan Keira tertidur lelap karena kelelahan.
Di Rumah Sakit
Radit bergegas menuju IGD
memeriksa beberapa tempat tidur memastikan keberadaan Almira
"Letnan Radit apa kabar?"tampak dokter Deliana menyapanya
__ADS_1
"oh baim dokter."Radit menjawab dengan gelisah
"bisa aku minta tolong?"
"oh baik,ada apa?"
"bisa belikan bubur cafetaria dan segelas susu."
"untuk anda?"
"bukan untuk patnermu,dia kelelahan dan sedang tidur di kamar observasi."
"maksud anda?"
"untuk almira letnan,aku minta tolong ya."Deliana meninggalkan Radit yang terbengong dan segera melesat ke cafetaria begitu bisa mencerna kata2 Deliana
Sementara itu Kapten Hasan akhirnya bisa mendudukkan pegawai Losmen kepercayaan kanjeng Mami
"bisa kalian jelaskan semuanya,agar ini segera berakhir."
Kedua tersangka tersebut terdiam
"baik kalian akan dianggap kaki tangan dengan minimal kurungan 10 tahun."
"tunggu pak polisi."Seorang pria bertubuh kurus menjawab
"kami hanya disuruh Kanjeng Mami."
"setiap waktu2 tertentu kami akan mengirim uang ke Jepang dan akan ditransfer kembali ke beberapa rekening yang ada di Negara ini."
baiklah lanjutkan."
Kedua orang itu menceritakan dengan detail yang mereka tau.
"bersediakan kalian menjadi saksi memberatkan"?
"kami bersedia mohon keselamatan keluarga kami di utamakan pak polisi."
__ADS_1
"baik."