
Mereka sampai di basecamp.Dewa menggendong Keira masuk ke dalam tenda,Radit segera menggendong bayi kecil ke dalam tenda medis di sana ada box bayi yang ditinggalkan relawan.
Dalam tenda Dewa membantu Keira membersihkan diri.
"Makan dulu."Dewa menyuapi bubur rangsuum hangat dan segelas teh hangat
Keira makan perlahan
Ditenda medis Motty tampak kebingungan melihat bayi kecil dalam box sudah 10 menit menangis.
"motty gedong saja bayi itu!"Perintah Radit dari luar tenda.
"siap Letnan,tidak berani."
"ini perintah,aku sudah menggendongnya selama 1 jam tadi."Radit berteriak
"sudah aku saja yang menggendong."sersan Made mendekati sang bayi sambil membawa sebuah botol bambu dan memasukkan ujung botol bambu sebesar sedotan kemulut sang bayi.Ajaib sang bayi terdiam berganti decap mulut yang kehausan.
Radit dan Motty terpana takjub.
Keira gelisah dalam tidurnya,keringat membasahi dahi dan juga tangannya.
"Tolong...jangan tembak kami."hibanya
__ADS_1
Dewa yang sedang melipat beberapa selimut mendekati Keira.
Dengan bimbang dia memeluk Keira
"Kei...aku disini,semua aman baik2 saja."bisik Dewa sambil mengeratkan pelukannya mengangkat sedikit kepala Keira masuk dalam pelukannya.
Keira terbangun,matanya menyapu ruangan tenda bau familiar yang membuatnya nyaman menyeruak.Keira menatap wajah sang suami dengan seksama,memandang wajah kecoklatan yang selalu membuatnya berdebar jika berdekatan seperti ini.Entah kenapa sepertinya kerinduan pada suaminya sangat membuncah mengingat beberapa kali dia hampir kehilangan nyawanya.Keira makin mendekati wajah Dewa hidungya yang bangir menyentuh pucuk hidung Dewa,memejamkan matanya perlahan meresapi kebersamaan mereka.Dewa membuka mata
"Kei...apa semua baik2 saja?"tanyanya lagi
"Alhamdulillah baik..sangat baik."Keira menjawab
sambil menempelkan bibir nya sekilas pada bibir Dewa.Dewa tersenyum dan menahan bibir Keira tetap menempel menekannya perlahan serta ******* nya pelan menyesap bibir berwarna pink tersebut,Keira memejamkan mata namun mulai membalas kemesraan Dewa,mereka berdua saling melepas rindu.
"mana ada tenaga kalau seperti ini,isinya air saja." motty protes
"makan..jika ingin tetap hidup."Made menjawab asal dia sibuk memberi susu pada bayi kecil yang di bawa ke tenda mereka.
Radit mengeleng2kan kepala Made jika sudah bertikah semua harus setuju.
"buat Kapten menunya berbeda kan?" Radit bertanya
"ada di tudung saji itu Letnan,tolong antarkan."Made menjawab dengan sopan
__ADS_1
"ok"
Radit membuka tudung saji dari bambu,"wow...
Matanya terpana melihat ikan bakar dan nasi goreng jawa.
"Kapten...izin masuk,saya bawa makanan."Radit melapor depan tenda
"sebentar,taruh di meja depan tenda saja ,nanti aku ambil."suara Dewa terdengan berat dan serak.
"siap ndan."Radit berlalu setelah meletakkan makanannya.
Keira tersipu mendengar suara Dewa.
"siapa suruh nakal jam2 segini."Keira tersenyum
"siapa suruh begitu sexy ,menggodaku."Dewa menjawab sambil memaksa Keira berada di bawah tubuhnya lagi.
"kita selesaikan Misi ini sekali lagi." Dewa menuntut Keira hingga suara Keira pun berubah menjadi desahan kini tanpa malu Keira berinisiatif berada di atas Dewa.
"giliranku ya." Dewa terseyum sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh polos Keira,dan mereka menyelesaikan Misi dengan sempurna.
Radit mencoba menghubungi Almira lewat Hp,namun tidak tersambung Dia berdoa semoga gadis munggil itu selamat sampai tujuan walau tidak dipungkiri ada rasa Rindu pada gadis cantik itu.Berharap rasa rindunya pun dirasakan gadis itu disana.
__ADS_1