Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Tuan Muda


__ADS_3

Radit menatap beberapa perawat yang sedang sibuk,


Dan matanya seperti melihat seorang perawat membuka tirai berwarna biru


"dokter Al semangat ya."


Radit mendekati ruangan yang tertutup tirai mencoba mengintip dan benar saja dia melihat Almira tampak tergeletak lemah


"permisi dokter,bisakah saya menjenguk?"


Almira tak menjawab


Radit membuka tirai dan berdiri disamping Almira


melihat wajah Almira yang pucat dia amat khawatir


"dokter ayo makan bubur dulu."


Radit menguncang pelan bahu Almira


Almira membuka matanya dan memaksakan untuk menahan kantuk akibat obat yang baru diberikan


"aku bantu ya?"


Almira tak melawan saat Radit memposikan tempat tidurnya agar membuat dia terduduk


"aku suapi."


Radit mendekatkan sendok berisi bubur ke mulut Almira


Almira membuka dengan terpaksa


"aku mengantuk"


"iya tahan sebentar,5 suapan saja."


Radit kembali memasukan sesuap bubur tak sengaja memegang tangan Almira yang terasa panas namun jari2nya sangat dingin


"minum teh hangat dulu."


Setelah 5 suap berhasil masuk Radit tetap mencoba memasukan kembali sesuap bubur


"cukup sudah 5 suap ."Almira mengelak


Radit tersenyum gemas mendengar jawaban kesal Almira

__ADS_1


"lekas sembuh my wonder woman"


Kediaman Dewa


Dewa bersiap berangkat menemuu papa Rio di sebuah villa


Sebelum pergi dia memeriksa Keira


"kei,masih mengantuk?"


"hmm." Keira masih memejamkan matanya


"okaku berangkat ya."Dewa memeluk punggung Keira dan menciumi ceruk leher Keiea yang selalu membuat Dewa melayang.


"hmm."


Dewa tertawa tertahan


"i love u...see u"


Dewa beranjak menutup pintu kamar dan menuju villa pertemuan dengan menggunakan motor Kingnya.


Di Lobby Kantor Bryan


"tuan muda jangan begitu."bisik sang paman


"mainkan sandiwara kita dengan baik Paman."


Pria tua itu berdiri dan melangkah maju memasuki gedung Megah perkantoran


"apa ada sudah ada janji"seorang gadis Resepsionis berambut pendek bertanya


"bilang Yu sudah datang."


"baik tuan."


Sang Gadis berbicara lewat telpon


"silahkan tuan,tuan Bryan sudah menunggu.Yu berjalan bersama sang pria dengan luka di pipi kiri


"masuk"


Yu memasuki ruang rapat dimana Bryan sudah menunggu.


"well pagi Mr.Bryan?" Yu menyapa

__ADS_1


"morning Mr.Yu."


Bryan mempersilahkan


"kenalkan ini sahabatku Kenzo dari Jepang."


"wow...tuan Kenzo seorang pebisnis hiburan dewasa di Jepang rupanya."


"well anda benar." Kenzo memberikan tangannya untuk berjabat tangan


Yu menerima dan menatap tajam.


"intinya saja Mr.Yu."Bryan duduk dan menyalakan cerutunya


"kami adalah 3 sahabat namun satu sahabat kami ditangkap polisi,dan itu yang ingin kuketahui alasannya?"


"karena kau yang memberikan informasi terkait adanya mata2 dan intel."


Bryan terdiam menunggu Yu bicara


"tuan Bryan,perlu ku ingatkan perjanjian kita anda memberi info tentang Keira makan aku pun memberikan info."


"terkait polisi atau aparat datang merepotkanmu,bukan urusan kami."


"kau tua bangka bedebah."Kenzo berteriak dan siap memukul paman Yu namun pria dengan luka dipipi kiri menangkap tangan itu


"silahkan maju makan akan kupatahkan pergelangan tanganmu."pria itu berkata datar


"hentikan."Bryan berteriak


"Ken duduk."Kenzo menuruti


"tuan Yu pertemukan aku dengan Tuan mudamu yang angkuh itu."


"aku ingin lihat seberapa tua tuan mu itu "desis Bryan


Yu melotot sambil menahan tangan sang tuan muda yang menyamar sebagai bodyguard


"apa yang perlu di bicarakan dengan tuan Muda."


"aku hanya ingin melihat orang gila macam apa tuan mudamu."Bryan meniup asap cerutu membentuk lingkaran


"Tuan mudaku sangat sibuk dan tidak punya waktu melayani kalian."


"tapi tuan mudamu sepertinya cacat atau gila karena membuat aturan kerjasama yang aneh ."Kenzo tertawa

__ADS_1


__ADS_2