
1 jam sudah mereka berada diatas boat tiba2 terdengar suara helikopter mengejar mereka dibelakang.Dewa dengan sigap mendorong Keira menunduk dan dia Bersiap dengan senjatanya.Kejadian itu begitu cepat brondongan senjata membabi buta kearah Boat yang di tumpangi.Dewa dan rekan2 melepaskan tembakan ke arah Helikopter tersebut dan tembakan mereka mengenai tangki bahan bakar membuat Helikopter terbakar dan meledak di udara.
Dewa memeriksa Kei,
"aku tidak apa2."
"Kapten?",Radit menunjuk gadis berkulit gelap yang bersimbah darah.Keira segera memeriksa denyut nadinya dan menangis,gadis bermata hijau ikut menjerit memegang tangan temannya yang sudah tak bernyawa.
Semua orang terdiam,Dewa segera membungkus jenazah dengan kain yang ada di boat.
Keira menatap kosong,Dewa memberinya minum.
"Kei..ragu Dewa melanjutkan dia yakin semua Peristiwa yang di alami Keira sejak diculik sangat berat.Dewa mengeratkan pelukannya tangis teetahan Keira pecah.
Radit dan 3 prajurit lain terdiam mereka menatap bimbang ke arah gadis bermata hijau yang tertidur setelah di suntik penenang oleh Keira.
Akhirnya mereka sampai ke daratan, setelah memakamkan jenazah mereka melanjutkan perjalanan dengan mobil jeep,Motty dan 2 prajurit berdiri berpegangan.Keira dan gadis bermata hijau duduk di kursi belakang.Radit mengemudi dengan sangat cepat.Tiba2 sang gadis berteriak kesakitan dan terdengar Keira memberi instruksi."Kita harus berhenti dia mau melahirkan!"
__ADS_1
Radit seketika meminggirkan mobilnya dengan aman,para prajurit menggotong gadis itu menidurkan di tumpukan semak2.
"kalian berjaga2!"instruksi Dewa
"Siap ndan."
Dewa dan Radit membantu Keira.
"aku tidak kuat melihatnya."Dewa hendak menjauh.
"kau tidak boleh pergi mas,bantu dorong perutnya dari atas gadis ini tidak punya tenaga mengejan."perintan Keira tegas.
Radit menganguk terpaksa
1...2..3...push...push...Keira melotot ke arah Dewa yang mendorong dengan pelan."mas...kalau kali ini kau mendorong dengan lemah anak ini akan mati,"omelnya
"baik." Dewa menggerutu
__ADS_1
1..2..3..push..push...akhirnya lahirlah bayi laki laki berambut pirang sangat tampan menagis kencang,dengan sigap Keira memotong tali pusatnya dan mengikat dengan benang lalu melapisi dengan kain dan memberikan pada radit.
"peluk dengan erat ,jangan sampai dia kedinginan." intruksi Keira.
Keira mengeluarkan sisa plasenta,dan sibuk membersihkan gadis bermata hijau.
"Kei,kenapa gadis iti diam saja?"Dewa bertanya
Keira melihat wajah pucat gadis itu mengguncang2 tubuhnya dan memeriksa nadinya.
"masss....dia..dia..meninggal." tangis Keira kembali pecah "apa yang salah,aku bisa menghentikan perdarahannya,apa yang salah?"
Dewa terdiam "kau sudah berusaha Kei."
Dewa menjauhka Keira dari jenazah gadis itu,memanggil 2 prajurit lain dan meminta mereka menguburkan jenazah gadis itu.
Radit kewalahan bayi di pelukannya menangis keras.Keira tersadar mengambil bayi laki2 itu,mencuci tanganya dan membasahi jarinya dengan air,decap kehausan dari mulut bayi itu membuat semua tersenyum.
__ADS_1
Mereka melanjutkan perjalanan ke markas.Keira bergumam bayi ini tidak boleh mati,dia akan mengadopsinya jika perlu,bayi itu harus mendapat kehidupan layak walaupun tidak jelas siapa orang tuanya.Dewa tersenyum melihat Keira tertidur memeluk bayi tampan itu,terbersit kekhawatiran bagaimana mereka bisa merawat seorang bayi di hutan belantara seperti ini.Mereka semua sibuk dengan fikiran masing2.