
Rio membuka matanya perlahan mengerakkan kakinya bergantian.
Tubuhnya serasa remuk,mencoba mengingat2 apa yang terjadi.
Tidurnya begitu lama dia rasakan,memeriksa sekeliling ruangan kamar dengan dekorasi yang tidak dia kenal.
terdengar suara pintu di buka
"hallo Kapten jagoan,wah aku orang pertama yang menemukanmu sadar ya."Wajah Almira tersenyum ceria
Rio menatapnya kenapa wajah dihadapannya tidak asing
"anda siapa?"
Almira tertawa
"ok kita main pura2 ga kenal ya?"
"aku adalah malaikat paling cantik yang sedang menjengukmu."
Rio tampak tak bergeming wajahnya pun datar
Almira masih tertawa dan perlahan berhenti
"Kapten Rio,ga lucu ah?"Almira tampak kesal
Rio membuang pandangannya kearah jendela
Almira bergegas keluar dari ruangan menuju nurse station.
"apa ada yang salah dengan pasien kamar 308?"
para perawat kompak menjawab
"tidak dokter,pasien blm sadar."
"pasien baru sadar ayo cek."
Almira beserta perawat dan dokter jaga kembali ke kamar Kapten Rio
Didepan kamar Keira
Paman Yu tampak kesal mengusir pria berkulit kecoklatan dengan tampang bodoh yang sepertinya menghalangi mereka menuju kamar nona muda
Tuan muda Yu sudah siap memukul sesaat pintu terbuka
__ADS_1
tampak Dewa menatap tajam pada mereka
"siapa kamu?"
tuan muda Yu berteriak
"kenapa ada di ruangan ini?"
Radit menarik tangan Tuan Yu melepaskan dirinya
mendekati Dewa
"anda siapa?
"ini ruangan isrtiku!"
Dewa menahan amarahnya
"bagus,akhirnya kita bertemu."tuan Yu segera menerjang Kedepan melayangkan pukulan pada wajah Dewa
Dewa segera berkelit menghindar
Radit memeluk perut tuan Yu mendorong kebelakang
"berhenti!"teriak Radit
"ini rumah sakit."
"bicarakan baik2."paman Yu berkata dengan tegas mereka semua terdiam sesaat meredam amarah masing2
Radit menelpon Almira namun di riject
Lalu menelpon dokter Del.Setelah beberapa saat Radit mengajak mereka semua ke sebuah ruangan diskusi.
mereka berempat duduk saling berhadapan
Radit membuka suara
"kapten Izin kan Aku bercerita."
Dewa mengangguk pelan
maka mengalirlah cerita dari mulut Radit tentang apa yang dia lihat.
Paman Yu mengangguk perlahan
__ADS_1
dan langsung menyela
"izin kan orang tua ini berbicaa selanjutnya."
Semua menatap paman Yu dan mengangguk
"perkenalkan saya Paman Yu Qi dan tuan muda di sana adalah tuan Yu Tian."
"kami memang menolong nona muda saat tiba2 mengalami kontraksi berdasarkan laporan penjaga nona muda."
"jadi masalah ini selesai dan tidak perlu ada pertengkaran karena kita semua menomer satukan keselamatan nona Muda Yu"
Dewa menatap tajam
"apa anda sudah selesai Paman Yu?"
"tentu?semua clear."Paman Yu tersenyum kecil
"bagiku belum?"
"siapa kalian sebenarnya?"
"sejak kapan kalian menaruh mata2 disekitar istriku?"
"wanita yang berbaring didalam bernama Keira,dan dia yatim piatu juga istriku."
Radit bergeser mencoba meredam marah sang Kapten.Namun sepertinya Dewa sudah tak bisa dibendung.
Di Lobby Rumah Sakit tampak Almira bergegas menunggu dokter Latifah SpS
"dokter."
"sampe dijemput segala Al."Latifah tersenyum ramah Dokter dengan tubuh berisi itu menghampiri Almira yang cemas
"ayo dokter."Almira mengandeng dokter sahabat mamanya itu.
Latifah hanya menggelengkan kepala sambil membatin
"sudah bergelar dokter Bedah anak tapi kelakuan mirip bocah SD"
Almira dan Latifah menuju kamar Kapten Rio
"tanda2 vital baik hasil lab juga normal,masa dia kena amesia?"Almira nyerocos menceritakan kondisi Rio
Latifah mendengarkan sambil memeriksa status Rio dengan seksama.
__ADS_1
"kapten Rio?"Latifah mendekati
"anda siapa?"Rio menjawab datar