
Bruk...
sebuah mobil menabrak seorang pejalan kaki diarea lampu merah.
Para pengguna jalan menjadi riuh menghampiri korban,Sang pengendara mobil ketakutan dan tidak mau membuka pintu mobil untuk turun,para pejalan kaki mulai merengsek maju mengedor pintu mobil meminta pengemudi turun,setelah benerapa saat wajah sang pengemudi tampak pucat pasi ketakutan tiba2 seorang berbaju hitam mendekat dan bernegosiasi dengan pengguna jalan.Akhirnya korban dibawa ke Rumah Sakit menggunakan mobil sang pria berbaju hitam.
Polisi datang di TKP dan mengamankan tempat kejadian.Pria berbaju hitam mengetuk pintu mobil yang didalamnya tampak wanita cantik yang ketakutan.
"nona buka pintunya biar saya bawa dan temani anda ke kantor polisi ."jelas pria itu.
akhirnya wanita itu membuka pintu dan bergeser ke bangku penumpang disamping supir.
Pria itu masuk dan membawa mobil sang wanita ke kantor polisi.
"biarkan aku menelepon suamiku,dia akan mengirim pengacara membereskan semua."wanita itu mulai menunjukkan keberanian dan kesombongannya setelah 1 jam diintrogasi oleh polisi.
"baik nyonya silahkan."seoramg polisi meninggalkan wanita itu
"Honey cepat ke sini,aku ketakutan."wanita itu menelpon suaminya dengan cemas.
Pria berbaju hitam memandang dari kejauhan dirinya pun sudah menyelesaikan laporan sebagai saksi.
"nona,saya pamit nampaknya suami anda akan datang."Pria berbaju hitam mendekati wanita itu
"ini kartu namaku juga suamiku datanglah ke kantor suamiku agar kau diberi imbalan karena menyelamatkanku dari amuk massa."
Pria itu membaca nama di kartu nama,nama yang membuatnya bertahan untuk meneruskan balas dendamnya.
"namamu siapa ?"
__ADS_1
Pria itu hanya tersenyum
"baiklah nyonya Nella,aku pergi dulu."
Sementara itu di sebuah ruang rapat Bryan tampak kesal saat Nella menelpon ada dinkantor polisi karena menabrak pejalan kaki.
"dasar wanita bodoh,kirim pengacara membereskan masalah itu segera!"Instruksi Bryan
Dia juga menyuruh sekertarisnya menjemput Nella.
"katakan padanya aku sibuk."
Ketika sekertarisnya pergi Bryan menuju kamar rahasianya,kamar kedap suara yang menjadi saksi adegan adegan pemuas kebutuhan biologisnya.
Didalam ruang itu sudah menunggu seorang wanita sexy yang siap melayani Bryan.
Dewa sudah selesai mandi,dia mencium aroma soto yang sangat menggoda.
"waw,sudah pandai memasak nih istriku."Berjalan ke belakang Keira yang sedang mengaduk kuah soto.
"cobain ya,semoga aman aku tadi mint diajari bi edoh koq."
"okay,"Dewa tidak bergerak malah melingkarkan tangan di pinggal Keira membenamkan wajahny di ceruk leher Keira yang mengikat rambutnya keatas.
"mau nyobain yang lain,boleh ga"
"nanti setelah makan,aku ga mau didemo ibu2 kompleks gara2 nikah sama aku kamu jadi kurus."Keira melepas tangan Dewa dan membawa 2 nampan soto ke meja
Dewa mengekor "maksudnya apa"
__ADS_1
"kata bi edoh kamu tuh favoritenya ibu2 kompleks."
"ha..ha..masa sih,kan aku jarang pulang,bisa2nya bi edoh aza kali."Dewa duduk berhadapan dengan Keira.
"ga tau deh."Keira manyun sambil menyuap nasi besar besar.
Dewa bingung melihat prilaku Keira apa perempuan seperti ini mudah berubah.
"tolong telp Radit untuk menjemput Almira dia sudah boleh pulang dari RS sore ini."Keira memberi instruksi
"siap komandan."
Keira melotot pada Dewa "ga lucu."
Dewa menahan senyum.
Di Rumah Sakit X
Seorang gadis cantik sedang membereskan barang2nya.ketika sebuah tangan mengambil alih koper bajunya.
"biar aku saja,kamu,harus banyak istirahat."Radit menjelaskan
Almira terkejut melihat kedatangan Radit.
"koq bisa tau aku akan pulang."
"aku tentara informasi apapun bisa kudapatkan nona."Radit menjawab dengan bijak.
"aku akan jadi bodyguardmu dan akan mengantarmu kau harus nurut ya."Radit merentangkan tangan ke arah Almira.
__ADS_1