Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Blush On alami


__ADS_3

Dewa diam dan kaku melihat Keira tertunduk dengan tampang ketakutan.


Radit bengong melihat aura membunuh dari sang Kapten.juga melihat dokter Keira ketakutan


"dokter itu mendapat hadiah tertinggi suku kami yaitu pelayanan Sex."jelas lelaki bermata hijau yang mengikuti dari belakang


"kau." Dewa menahan amarahnya.Radit sekarang faham dan memberi kode pada Motty untuk mendekati Kepala suku


"kepala suku maaf dokter Keira sudah di cap menjadi milik bapak kepala suku tentara,"jelas Motty sambil menunjuk Kapten Dewa.


"baiklah..kami minta maaf tidak tau kalau dokter adalah ladangnya bapak kepala suku tentara."tawa kepala suku


Motty dan semuanya ikut tertawa hanya Dewa yang makin tak karuan ekspresinya saat melirik pipi Keira bersemu merah,hanya dia yang boleh membuat pipi kemerahan itu muncul.


Lelaki bermata hijau mengulurkan tangan ke arah Dewa


"maafkan aku hanya menuruti perintah kepala suku,dan yang pastinya istrimu tidak kusentuh hanya tangannya yg memyetuh dadaku."tawanya


Dewa diam menantap tajam pada pemilik mata hijau dan menepis tangan yang terulur itu.


"ayo pulang ."seru Dewa tegas.


"siap,ndan."mereka menjawab serentak


Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan dan Dewa mempercepat tempo perjalanan hanya dengan 3 jam mereka sudah sampai di maskas sektor 3 padahal biasanya paling cepat 5 jam mereka batu sampai.


Keira terdiam di tenda kesehatan.dia takut menghadapi Dewa.


"Kei,Knp?"Almira bertanya sambil menyeruput minuman herbal


"ga papa."jawabnya getir

__ADS_1


"dokter,segera kembali ke tenda kapten Dewa sekarang dan bereskan masalahnya agar kestabilan suasana di sektor 3 tidak terganggu." seru Radit prihatin dan memohon.


Keira menunduk dan pergi menuju tenda Kapten Dewa.diiringi Tatapan Almira yang kebingungan.


Keira memasuki Tenda Kapten Dewa perlahan,dia langsung menyusuri isi tenda namun Dewa tidak nampak.Lambat terdengar gemericik air


"hmmm...dia pasti sedang mandi."pikir Keira yang bergegas memeriksa rangselnya mencari baju atasan dan segera berganti baju,saat dia melepas blousenya dan Dewa sudah berdiri agak jauh dibelakangnya,menikmati pemandangan yang indah didepan nya melihat punggung mulus Keira yang hanya mengenakan bra warna marun membuat Dewa menelan ludah dengan susah payah.


"bisa ga kamu jangan mudah menampakkan tubuhmu?"geram Dewa


"maaf,kukira kau belum selesai mandi."Keira segera menarik handuk dan berlari ke kamar mandi dibelakang tenda.Diikuti mata Dewa yang mulai berkabut.


10 menit kemudian Keira keluar memakai dengan kaos hitam dan rok selutut berwarna beige yang kontras dengan kulitnya serta rambut digulung handuk keatas membuat leher Keira terekspos.Keira segera menuju pelbednya merapihkan pakaian kotor dna memasukkan ke dlma rangsel.


"ehem....Dewa berdehem membuat Keira terjaga dan duduk diatas pelbed.Keira menunduk bingung mau memulai apa.


"kau tidak minta maaf,serius??Dewa bertanya dengan nada kesal


"maaf."Keira menunduk


Keira ragu ragu mendekat


"Duduk"


Keira duduk bersebelahan dengan Dewa


"jika mau minta maaf lakukan yang benar."ucap Dewa melunak


"apa kau lebih suka jika aku tidak perduli padamu?"


"kita berada ditengah hutan nusantara yang jauh dari lingkungan tempat kita dibesarkan,pahami kekhawatiranku terlebih kamu berstatus istriku yang diakui Agama dan Negara."Dewa terdiam sesaat diliriknya Keira yang mulai terisak pelan

__ADS_1


"saat kuucapkan ijab qabul,aku bersungguh sungguh karena aku berjanji dihadapan Allah SWT pernikahan buat ku sangat sakral dan aku akan menutup semua kekurangan dan masa lalumu,itu ikrarku.Bisakah kau pahami sedikit Keira Maheswari?"


Keira makin terisak dan tiba tiba menghambur memeluk Dewa


"maaf...maaf...maafkan aku mas."


Dewa terdiam tanpa respon,dia berusaha menahan senyumnya ternyata cara yang diajarkan Kapten Hadi sahabatnya sangat manjur alih alih meluapkan kemarahan kau buat hati wanita tersentuh dia akan luluh dan setia padamu itu yang dikatakan Hadi saat emosinya memuncak mendapat kiriman foto masa lalu sang istri.Dewa bertahan tetap diam.


"aku ga melakukan apa apa,awalnya aku mengira akan dihadiahi mutiara atau manik hitam,aku ga tau kenapa ada laki laki bermata hijau itu dibilik merah dan kami tidak melakukan apa apa dia memang mendekat namun aku menjauh dan menahannya saat mas masuk tadi."Keira bercerita sambil terisak tanpa melepas pelukannya.


"semarah itukah Dewa padaku,aku tak sanggup mendengar kata kata yang membuatku merasa dicintai dan diperhatikan dengan baik."pikir Keira


5 menit berlalu....


"Lepaskan,kau membuat seragamku basah oleh air matamu."Dewa berkata sambil melepaskan pelukan Keira.


"maafkan dulu." pelukan Keira makin erat


"hmm...iya aku maafkan."Dewa pura pura menjawab dengan Berat.


Keira melepaskan


"mas....aku harus apa biar dimaafkan dengan tulus olehmu."


"kulihat tadi kau bersemu merah saat didekat pria itu."akhirnya lolos juga penasaran Dewa"ya ampun mas...aku ga biasa berdekatan dengan laki laki mungkin itu reflek diriku bukan berarti aku suka."jelas Keira


"coba kita Tes...sergah Dewa yang langsung merengkuh Keira mendaratkan ciumannya berawal dengan lembut lalu berubah menuntut dan panas.Pikiran Keira menjadi kosong dan tubuhnya lemas tak mampu berdiri dengan reflek merangkul leher Dewa mengikuti permainan suaminya.


Sesat kemudian Dewa melepaskan ciumannya nafas mereka memburu dan senyum Dewa mengembang melihat pipi dan hampir bagian wajah Keira bersemu merah muda.


"wow."

__ADS_1


Keira refleks menutup wajahnya


"aku selalu suka saat kau memakai Blush on alami buatanku."goda Dewa.


__ADS_2