Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Jangan Lepaskan


__ADS_3

Mr.Li memandang seorang pria yang masuk ke Butiknya dari lantai 2,dia segera turun ke aula penasaran dengan sosok pria berpakaian gelap yang masuk ke butiknya.Sesaat di aula Mr.Li melihat Keira dengan canggung berbicara dengan pria itu.Terlihat mereka kenal namun masih canggung berbincang.


"Dear,siapa dia?"Mr.Li mendekati Keira dan Dewa


"Kenalkan saya Dewa,calon suami Keira."Dewa cepat menjawab.


"wow...senang berkenalan denganmu tampan."Mr.Li tersenyum sambil menjabat tangan Dewa.Setelah berbasa basi sebentar Dewa mengajak Keira pergi.


"Dimana Kei?"tanya Bryan pada Mr.Li


"Dia sudah pergi dengan calon suaminya." Santai Mr.Li menjawab sambil berlalu.Bryan tampak kecewa sorot matanya benar benar memancarkan kerinduan.Nella menggandeng Bryan sambil berceloteh tanpa memperhatikan wajah Bryan yang terpaku pada sebuah foto yang ada di aula putih tersebut.Foto seorang gadis yang selalu membuat hatinya bergetar.


Suasana di Kediaman Gunawan sangat ramai dan penuh dengan kemewahan ,semua hiasan menjadikan pesta itu menjadi lebih wah.


Gunawan mondar mandir memeriksa dan menyapa para tamu dari pebisnis sampai para pejabat.Sang istripun tidak kalah sibuk semua menampilkam senyum bahagia.

__ADS_1


Acara intipun segera di langsungkan.Semua bergumam dan berdecak saat Nella dan Bryan mengumumkan Tanggal pernikahan mereka 1 minggu lagi akan dilangsungkan.Tiba giliran Keira dan Dewa yang akan diperkenalkan oleh Gunawan.


"mohon perhatian para Hadirin semua,saya akan menginformasikan jika putri ke dua saya akan menikah juga,Keira mari sini sayang."Gunawan merentangkan tangannya.Keira maju dengan gemetar,dia benar benar tidak menyukai menjadi pusat perhatian orang banyak.Dia tersenyum memaksakan senyum itu bertahan di bibirnya.Para tamu berbisik karena mereka banyak yang tidak mengetahui keberadaan Keira sebagai putri ke dua Presdir salah satu perusahaan ternama di negri ini.


"Keira nama putriku,dia seorang dokter dan pasti jarang sekali berinteraksi dengan dunia bisnis,jadi wajar jika anda semua jarang mendengar kabarnya."jelas Gunawan sambil melirik Keira dan tersenyum.Dia akan menikah dengan putra sahabatku "Dewa silahkan kemari nak."Gunawan mempersilahkan Dewa mendekat.


Dewa berjalan penuh percaya diri menghampiri Keira dan langsung memegang tangannya.Dia dapat merasakan tangan Keira bergetar dan dingin.


"Perkenalkan saya Dewa ,kebetulan saya bukan dari kalangan Pebisnis saya hanya abdi negara yang akan ditugaskan ke luar Daerah segera." Dewa menjelaskan.


Gunawan menginformasikan pernikahan Keira akan dilangsungkan besok karena Dewa akan segera berangkat ke perbatasan.Semua tamu bergumam,ada yang menatap sinis karena menganggap pernikahan Keira tidak lebih penting dari Pernikahan Nella kakak angkatnya.


"bisakah kau minum dulu ,agar kau tidak gemetar seperti ini,"bisik Dewa pelan.


Keira mengerjap kaget...dan menurut saat Dewa mengangsurkan air mineral padanya.

__ADS_1


Nella tiba tiba bergelanyut mesra pada Bryan dan bertanya."Wah ,tentara seperti mu keren juga memakai stelan formal." usiknya.


"terima kasih kak,"jawab Dewa cepat


"Kei,kau berkeringat?" kata Bryan khawatir dan mengangsurkan tissue padanya.Dewa tampak tidak senang dia menolak tisue yang diberikan Bryan.Bryan menatap Dewa tajam.


"Kei,Dewa menyentuh lengan Keira lagi.


"Ya,Keira menjawab pelan.


"Hai..ayolah anggap ini seperti di ruang operasi,semua bisa kau kendalikan."bisik Dewa "please jangan tampak lemah seperti ini,kau membuatku berpikiran mesum ."bisik Dewa lagi.


Keira melotot tidak senang dan melepas genggaman tangannya pada Dewa,dia pun mulai minum dengan tenang.Dewa tersenyum setidaknya Keira menjadi kembali normal.


dan Dewa terkejut sesaat saat tangan Keira mengenggam tangannya kembali sambil berbisik.

__ADS_1


"Jangan lepaskan tanganku please."



__ADS_2