Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Kapten


__ADS_3

Almira heran mendengar keributan diluar kamar tapi dia tidak perdulikan melanjutkan merebahkan tubuhnya yang penat


"dokter,bisakah anda memeriksa pasien yang baru kami temukan?"teriak seoeang polisi dari luar kamar.


"baik,aku segera keluar."Almira bangun dan mengambil stetoscope dan tas emergencynya


Tampak beberapa pria menggotong seorang pria masuk ke dalam salah satu kamar losmen disusul dibelakangnya seorang wanita dengan kondisi yang tak lebih baik juga di gotong ke dalam


"mereka kenapa?"


"silahkan diperiksa dokter,kami akan bantu anda."


Almira bergegas kedalam


Sesaat Almira menatap 2 pasien di depannya


mengarahkan pengukur suhu pada pasien laki2 yang mengeluarkan bau tak sedap


"34,2"


"33,4"


"tolong siapkan 2 baskom air hangat ya,dan baju ganti!"Almira bergesa menggulung bajunya memasang handscoen dan memasang masker


tak berapa lama datanglah 2 baskom berisi air hangat dan 2 stel pakaian kering


"bantu saya."


2 orang polisi yang ada tampak ragu


"dokter apa mereka masih hidup?"


"tubuh mereka dingin,dan bau sekali."


Almira menoleh dan melotot namun belum sempat ocehannya menyembur


"biar aku yang membantumu."Radit mendekat dengan sigap dan sudah memakai masker dan handscoen seperti yang di pakai Almira


"tolong lap pria itu"


"wajah duluan ya,pastikan hidungnya tak tertutup lumpur."


"lakukan dengan cepat agar tidak makin dingin."Almira memberi instruksi sambil tangannya membersihkan wajah Letnan Putri


"Kapten ?"Radit setengah berteriak dan panik mempercepat gerakan melapnya.

__ADS_1


Sementara itu 2 tabung oksigen kecil sudah didekatkan dan Almira sigap memasang kanul oksigen pada kedua pasien itu


Almira membersihkan Putri sambil sesekali melirik Radit yang sangat sigap mengganti baju pasien pria dibantu seorang polisi


"hati2 tolong bantu saya merawatnya."Radit berbicara pada anggota polisi yang membantunya


"Kapten bertahanlah."


Almira kebingungan saat akan mengganti pakaian Putri


"bantu aku."


Radit menolah dan ragu membantu


"Putri akan membunuhku jika tau aku melihat tubuhnya."


"jadi kau lebih takut dibunuh oleh gadis ini ketimbang merasakan amarah kekesalanku?"Almira berdecak cepat


"baik aku akan membantumu,cepat lakukan yang kau butuhkan."Radit mendekat


Almira menarik tangan Radit untuk memegang lengan Putri


Almira segera menggunting pakaian Putri yang penuh lumpur menutupi dengan handuk dan melap sampai bersih


Setelah semua tubuh Kapten Rio dan Letnan Putri bersih dan diselimuti beberapa lembar selimut Almira mulai membersihkan Luka Kapten Radit terlebih dulu


"Letnan Radit memang dia siapa?"


"kau tidak kenal?"


"dia Kapten Rio Kapten yang mengantar kalian pertama kali saat menjadi Relawan."


"apa?"


"Kapten arogan yang Kak Kei di culik."


Radit terdiam


"Bagus kalau begitu."Almira mengeluarkan pisau bisturi


"apa yang kau lakukan"Radit tampak menahan tangan Almira


"kau tidak boleh menyalahkan Kapten Rio,kejadian penculikan bukan salahnya mutlak."


Almira menarik tangannya

__ADS_1


"Letnan..kau membuat handscoenku On steril."


"jangan sentuh tanganku jika tidak mau Kaptenmu terkena infeksi ."


"tekan lukannya dengan kassa."


Almira mengganti Handscoennya


dan siap kembali di dekat Kapten Rio yang belum sadarkan diri


"diam dan percayalah padaku."Almira berkata sambil melotot


Radit menatap ngeri saat Almira menyuntikkan 2 ampul berisi cairan bening ke sekeliling luka yang penuh nanah


"pegang yang kuat."


Radit memegang kulit sekitar pinggang Kaptem Rio saat Almira menyayat dan membuat luka baru dibawah luka lama


Radit hendak berkomentar


namun tertahan saat Luka baru membuat semua nanah bisa keluar


"jangan bengong,ambilkan kassa lagi."


Radit tersadar dan langsung menurut


Setelah selesai dan di didesinfektan luka Kapten Rio ditutup.


Almira memasang cairan infus berwarna seperti jus jeruk.


"tolong kompres dahinya Letnan."


Radit menurut dan menatap Almira dengan kagum


"gadis ini selalu membuat kejutan yang mengakibatkan jantungnya seperti lari marathon"


Batinnya


Almira membersihkan Luka Putri,sesaat terdengar Putri mulai mengeluarkan rintihan


"Put,bangun."Radit menguncang bahu rekannya dengan lembut


Radit berbisik di telinga Putri


"bangunin orang pingsan itu ga ada aturannya bisik2."Almira berkata sambil menutup luka luka lecet yang mengering kemerahan di tubuh Putri

__ADS_1


"oh saya hanya memberitahu kalau Kapten Rio baik2 saja."


Almira diam dan segera beranjak untuk mencuci yangan setelah selesai


__ADS_2