Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Lelah


__ADS_3

Hadi mengusap wajahnya dengan kasar 3x sudah dia menghubungi Dewa dan tak tersambung lalu dia menghubungi Rio pun demikian Radit adalah pilihan terakhir.


"Kau segera kesini Radit."


"maaf Kapten aku tidak bisa pergi saat ini aku di RS berjaga karena Baby Boy sedang dioperasi."


"baik,setelah clear segera kesini!"Hadi mematikan Telponnya


Radit menggeleng kan kepalanya di ujung telpon tidak biasanya Kapten Hadi begitu.


Radit menanatap ke depan dimana sebuah operasi rumit sedang berlangsung tampak dokter Almira memimpin operasi itu dibantu dokter Keira dan dokter Deli serta seorang bodyguard di ujung pintu siap siaga dia tak lain adalah Kapten Dewa.


Radit hanya menahan senyum melihat betapa protektif Dewa pada sang istri.


3 jam operasi berlangsung Keira nampak kelelahan Dewa dengan sigap duduk di kursi berpegas yang sudah di steril dan segera menarik Keira hingga duduk dipangkuannya.


"jangan menolak karena dengan posisi ini kau bisa duduk dan mudah melihat ke area operasi.Almira hanya melotot memandang Keira yang tersenyum memberi kode "ini untungnya punya suami tentara"


3 jam kemudian operasi dapat diselesaikan dengan baik mereka keluar ruang operasi dengan lega.


Dewa langsung menggendong sang istri setelah mencuci tangan


"mas,malu akh...aku bisa koq berjalan."


"lihat di kaca keringatmu sebesar butir jagung ,apa kau yakin anak kita tidak lelah ."jawab Dewa sambil mengelus perut buncit Keira.Keira menyerah dan merangkulkan tangannya ke leher Dewa.Diiringi tatapan jealous teman temannya

__ADS_1


"dunia milil berduaaaaa" teriak Almira tertawa sambil bergegas pergi menjauh


"dokter Del,biar malam ini aku yang berjaga , terima kasih atas bantuan anda."Almira memeluk dokter Del yang terlihat sangat lelah


"ok Al ,jika ada masalah kabari ya."


"siiip."


Deli meninggalkan Almira di ruang jaga


Dering ponsel terdengar sayup


setelah mengucap salam Almira menjawab santai


"ya kak?"


Tak sadar Radit sudah berdiri di pintu kamar jaga.


"ehm..."Radit berdehem dan saat Almira menatapnya dia menggoyangakan sekotak makanan siap saji khas jepang


Almira langsung mematikan telponnya dengan terkejut


"wow Letnan Radit terima kasih makan malamnya."


"saya pamit dulu dokter."Radit meletakkan makanan yang dibawanya di hadapan Almira.

__ADS_1


"Letnan maaf mau kemana?"


Radit menoleh dan menganguk tanpa memberikan jawaban meninggalkan Almira yang kebingungan.


Radit menahan rasa kesalnya sesaat meninggalkan ruang jaga.


Dia benar benar terbakar emosi mendengar pembicaraan Almira gadis yang membuat jantungnya berdebar tadi di telpon.


Sesampainya di dalam mobil Radit segera memacu mobilnya dengan cepat.


Sementara itu di sebuah kamar losmen Rio dan Putri benar benar merasakan kantuk tang sangat.


setelah menyantap makanan tadi.


"Kapten,kenapa aku mengantuk sekali?"


Rio memaksa diri untuk berjaga


"jangan tidur kita tidak tau apa yang teejadi saat tertidur nanti."


Rio menguncang tubuh Putri yang sudah tanpa daya jatuh kepelukannya


Rio menidurkan Putri di tempat tidur dan dia mengeluarkan sebuah pisau kecil dari pinggangnya mengenggam dengan erat berharap rasa sakit bisa mengalahkan rada kantuk yang menyerangnya tanpa ampun.


Sayup sayup terdengar 2 pria berjas hitam masuk menertawakan mereka dan mendekati Rio dan Putri.Mengangkat putri dan coba mengangkat Rio juga meninggalkan ruangan.

__ADS_1


"bos semua sudah dilumpuhkan."lapor pria botak bertubuh kecil melaporkan pada seorang pria berrambut pirang.


__ADS_2