Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Menemukan Korelasi


__ADS_3

Bunyi alat pengukur tekanan darah terdengar sangat berisik,aroma therapi menyeruak.


Hidung gadis mungil yang kepalanya terbalut perban bergerak gerak menahan gatal akan bersin.


Pintu terbuka terlihat seorang perawat yang familier dimata gadis cantik itu.


"Yess...aku dimana nih?"Almira bertanya pelan


"RS kita lah please kami tuh pada khawatir dan kangen malah dr.Al kembali dengan CKS (cidera kepala sedang),udah istirahat jangan banyak bicara."Yesy memperingatkan sambil memperbaiki selimut di tubuh Dr.Al


Almira langsung terdiam banyak yang mau ditanyakan tapi kepala dan tubuhnya menuntut untuk diam.


Sementara itu di Nurse station beberapa perawat dan dokter jaga membicarakan gosip tentang Almira dan Keira dan tentu saja lebih banyak membahas Keira.


Saat mereka berbisik bisik Seorang laki laki tampan membawa seikat bunga mawar merah berjalan ke arah Nurse station.


"permisi,dimana kamar Almira?"


" maaf anda siapa?"dokter Al sedang istirahat kata salah seorang dokter jaga berambut pendek.


"saya orang terdekatnya."jelas lelaki tampan itu tersenyum.


"baik,dr.Al ada di kamar 201." jelasnya terpesona


Lelaki itu tersenyum dan berjalan menjauh.


"duh..siapa lagi itu?" tanya beberapa perawat pada sang dokter jaga.

__ADS_1


Almira terbangun saat merasakan tangannya ada yang mengenggam.


"mas?"


"hmm..." laki laki itu mengenggam erat sebentar lalu mengambil air minum dan menyodorkan pada Almira.


"makasih,kenapa disini?"apa bunda dan ayah tau aku begini?"


"ga lah,aku dapat info langsung dari Boy."jelas laki2 itu.


hmmm..dokter Boy,senior Almira di departemen bedah anak adalah sahabat dekat laki laki2 didepannya.


"cepat sembuh,setelah itu kita bicara kenapa kamu bisa ikut relawan dengan waktu yang lama."tegas laki laki itu menahan marah.


"iya,mas."


"Keira kenapa ga pulang bareng?"tanyanya lagi


"Sudah..nanti kita bicara,kalian berdua adalah adik2 kecilku ,kau tau aku sangat menyayangi kalian berdua,dengar tidak Al."tegas laki laki itu lagi.


"iya."


Suasana di kamar itu senyap hanya isak Almira tertahan yang terdengar.


Di basecamp 3


Keira terlihat selesai berganti pakaian,tiba tiba merasakan mual,dan rasa tak enak pada tubuhnya.

__ADS_1


Keira mengingat2 dia belum datang bulan 2 bulan ini,walau terkadang siklus haidnya tidak teratur.Keira menepis pikiran dan praduga lain.


Dewa masuk sambil mengendong baby boy yang sudah tenang.


"hayy..keren dia anteng sama Kapten Dewa."Keira memberikan simbol jempol dan merentangkan tangannya meminta sang baby.


"udah pentes tuh ."Dewa menoel hidung bangir Keira.


Keira tersenyum "mau satu yang ganteng kaya Kapten Dewa ya Alloh.."doa Keira.Dewa tertawa "buat yuuk." Keira melempar handuk kecil ke arah Dewa.


Didalam tenda medis terlihat Radit berkerut sedang berdiskusi dengan Motyy.


Dewa menghampiri


"ada apa?"


Radit menunjukkan foto yang diambil saat menyelamatkan Keira dimana foto itu menunjukkan truk berisi drum besar berlapis alas tahan panas berwarna silver.


"Sepertinya ini ada penyelundupan,sama seperti bekas drum yang kita temui di pinggiran sungai kapten."Radit menjelaskan


Dewa meneliti dan setuju


"Kita harus pergi dari sini segera."Dewa memberikan instruksi.


"Siapkan semua."


"Siap ,Ndan." Radit dan Motty bergegas pergi

__ADS_1


"Jika memang ini Platinum dan tembaga akan sangat berbahaya karena menimbulkan radiasi."gimam Dewa


Foto tempat Heli TNI AU yang tertembak pun terdapat kumpulan drum2 besar seperti yang ditemui Dewa dam kawan2


__ADS_2