Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Merangkai Puzzle


__ADS_3

Keira menatap layar laptop didepannya,dia mencoba masuk ke aplikasi pegawai RS.Semenit kemudian dia sibuk melihat rentetan kasus selama dia tidak berada di RS.


"Assalamualaikum..


"Waalaikumsalam,saya disini bi."


"Kenalkan neng nama saya Bi edoh,saya biasa beberes di rumah bapak Kapten."


"iya bi,salam kenal saya Keira,istri pak Kapten."


"duh Alhamdulillah pak Kapten dapet istri meni geulis (cantik) ."Bi edoh berdecak kagum


"alhamdulillah bisa aza bibi."senyum Keira mengembang.


"Bibi beberes dulu ya neng."


"ok,saya disini ya."


Disebuah cafe X,seorang Pria berbaju hitam memperhatikan Seorang gadis cantik yang sedang tertawa dengan teman temannya.


Andai Safira masih hidup dia pasti juga bisa tertawa bersama teman temannya


Pria itu memegang foto gadis kecil berusia 2 th yang sedang memeluk boneka dan mengenggam tangannya diapit 2 pria berpakaian TNI.


Di Pangkalan Udara B


"duduk"Suara bariton memecahkan keheningan.


Kompak Dewa,Rio,Radit dan Hadi duduk menghadap sang Mrsekal.


"Kalian adalah perwira andalan dan dengan banyak prestasi,tapi untuk kasus ini kenapa teledor?"


"Dewa,jelaskan?"Sang Marsekal gusar


"Siap marsekal"


"awalnya kami akan melaporkan langsung,sesuai yang tertulis dilaporan namun beberapa kejadian dan kecurigaan yang tak terduka maka kami mengunrungkan niat mencoba menyelesaikan segera,baru akan melapor."


"hmm aku sudah membaca laporan kalian sangat detail dan pada perinsipnya aku setuju demgan kalian."

__ADS_1


"marsekal kecurigaan kami ada unsur TNI yang terlibat serta seseorang dengan dukungan dana besar dan kuat"Dewa menegaskan


"Izin menambahkan Marsekal,kami memiliki bukti2 kuat terkait Itu."Rio menambahkan


"Rio,aku sarankan kau jangan meneruskan penyelidikan,serahkan pada perwira lain.jangan lupa Papamu pejabat tinggi di Mabes TNI,jika kecurigaan kalian tidak terbukti papamu akan terseret."


"aku adalah aku Marsekal tidak ada kaitannya dengan Papa."Rio menekankan


"hmmm baik,terserah kalian."


"kami sedang menyelidiki inisial S dengan gambar ular ."Hadi menjelaskan


"baik,lanjutkan ,laporkan padaku setiap ada perkembangan."Sang Marsekal meninggalkan mereka keluar ruangan.


Mereka berempatpun duduk dengan menarik nafas dalam seperti terlepas dari mulut harimau.


Mereka berempat kembali tenggelam dalam laporan masing masing ketika pintu ruangan terbuka dan tercium aroma kopi kesukaan mereka.Serempak mereka menengok kearah pintu terlihat Letnan Putri datang membawa 4 cangkir kopi dan sepiring pisang goreng.


"silahhkan ."Putri menaruh di deoan mereka masing masing dan saat menaruh di depan Rio dia memposisikan duduk didepan Rio dan tersenyum.


Hadi yang memperhatikan menahan senyum.


Dewa menengok ke jendela


"cerah kaya gitu ya ga akan ujan bro."Dewa mengeleng sambil melanjutkan ketikannya


"Serius,gelap tadi lho."Hadi meyakinkan


"cek matamu Hadi."Dewa tetap tak berpaling


Radit bingung dan mengecek keluar.


"Kapten Hadi jangan bercanda,diluar terang iya ga Put?"


tak ada jawaban dari Putri yang masih saling tatap dengan Rio.


Radit geleng kepala.


"bener deh tadinya mendung jadi cerah seketika." katanya sambil menyeruput kopi didepannya.

__ADS_1


"ampun deh apa maksud kalian."Dewa melotot Hadi sambil menutup laptopnya karena dia selesai membuat laporan.


Hadi memberi kode ke arah Rio


Dewa mengikuti arah kode mata Hadi dan tersenyum penuh tanya


Hadi mematikan laptopnya,segera menggandeng Dewa dan Radit keluar.Meninggalkan Rio dan Putri berdua.


"hey,sejak kapan Putri membuka hatinya untuk si brandal Rio?"


Radit menyimak serius


"sejak Rio menyelamatkan kalian,Putri begitu khawatir saat aku bilang mungkin Rio ga akan kembali seperti kalian saat itu."


"ha.ha..Radit tertawa.


Dewa tersenyum mengacungkan jempol


"akhirnya mereka bersatu,aku jadi rindu istriku."


"sama,yuk kita pulang ."ajak Hadi


"indehoy dulu lah melepas rindu."kata Hadi


Dewa mengangguk


"Pergi kalian,dasar kapten ga punya perasaan sama jomblo ganteng ini."sunggut Radit menjauh.


Didalam ruangan


Rio dan Putri di kagetkan bunyi ponsel putri tak henti2.


"hallo,baik aku kesana."


"ada apa?"Rio bertanya sambil menahan tangan Putri yang akan beranjak


"Aku harus mengecek kelengkapan terjun besok bersama sersan sinta dan rini."


"aku gimana?"masih kangen."rengek Rio

__ADS_1


"ih malu dong banyak orang."Rio dan putri terkejut saat menyadari mereka tinggal berdua di ruangan itu.


__ADS_2