Teman Sejatiku

Teman Sejatiku
Jeruk


__ADS_3

Hasan menggelengkan kepala pelan membaca laporan yang di tulis Kapten Dewa,sangat detail dan dia tak menyangka jika para tentara ini sudah dapat begitu cermat menyelidiki kasus ini dalam waktu tak lama padahal kasus ini diselidiki kepolisian sejak lama.


Hasan terdiam sesaat,saat sebuah email masuk dan membaca dengan seksama


"cepat siapkan kendaraan,infokan jika ada yang bertanya aku pulang kampung mendadak!"seru Hasan pada seorang petugas didepan pintunya


"Siap Kapten"


Mobil jeep berwarna hitam di pacu dengan cepat oleh Hasan menuju lokasi yang di infokan dalam fax yang baru saja ia terima


tiba tiba sebuah pesan masuk dalam ponselnya


"datang sendiri,kita bereskan berdua saja!"


Hasan membalas Dengan singkat "OK!"


Di sebuah ruangan tampak Keira sudah dapat duduk sendiri,sambil mengelus perutnya dia membisikkan doa doa untuk buah hatinya.


Sebuah ketukan terdengar dokter Jhon masuk bersama 2 orang perawat


"well dokter setelah memeriksa hasil obeservasi 3x24 jam puteramu harus segera dilahirkan"


Keira tegar mendengarkan penjelasan senior koleganya itu


"kau tau konsekuensinyakan?"


"ketubanmu sudah hampir habis,aku tidak mau ambil resiko pada keselamatan mu ehem maksudku keselamatan ibu dan bayinya."Jhon menjelaskan dengan gugup


"baik dokter saya siap di operasi,bisakah menunggu suamiku?"


Jhon tiba tiba maju dan memukul pinggiran tempat tidur


"kau masih saja mempercayakan hidupmu pada tentara brengsek itu?"


"lihat apa yang dia lakukan pada mu"


ke dua perawat mundur ketakutan,namun Keira menatap santai


"terima kasih perhatianmu dokter"


"bagaimanapun,lelaki itu suami juga wali sah dari kami berdua"


Jhon mereda dan segera meninggalkan ruangan tanpa pamit


"siapkan operasi SC segera jam 17.00"


"jika suaminya tak datang juga, tetap lakukan"instruksi Jhon kesal


"baik dokter"jawab para perawat


Sementara Dewa masih berada di kamar Rio,merekam semua pernyataan Rio dengan rinci.

__ADS_1


Rio menatap Dewa


"skenarionya harus berjalan sempurnya"


"tenang saja"


Sebuah pesan masuk


"siap?"Rio bertanya


"Radit dia bertemu dengan Hasan"


"siapa dia?"


"kapten Polisi yang menyelidiki kasus ini juga"


Rio mengangguk


"pergilah,istrimu menunggu"


"ok"


Dewa meninggalkan Rio yabg termenung,sebelum menuju kamar sang istri Dewa menemui Putri


Putri sedang membaca buku di kamarnya


"aku menganggu?"


"siap tidak Kapten."


"jauh lebih baik"


Tampak Putri sudah tidak memakai tongkat dan wajahnya lebih berseri


"Put...bisakah.kau temani Rio?"


"jangan biarkan dia melamun"Dewa berkata serius


"baik Kapten"


Dewa melambaikan tangan pergi sambil berucap


"ok...thank u ya"


Putri bergegas merapihkan rambutnya juga baju piyama rumah sakit yang tampak kebesaran di tubuh kurusnya.


Sesampainya di pintu kamar Kapten Rio yang hanya berbeda 3 pintu dari kamarnya Ia menjadi ragu sesaat namun akhirnya memaksakan diri mengetuk pintu


"masuk"Rio menjawab pelan


Putri masuk,Radit tampak terkejut namun jantungnya berdetum gembira bagai tebtara bermain marching band

__ADS_1


"ada apa nona?"Radit menahan agar dia masih berakting amnesia


"halo kapten sudah makan?"


Radit menganggukkan kepalanya


"wah ada jeruk "Putri duduk di tepi tempat tidur dan mengupas jeruk dimeja dengan mencuci tangan terlebih dulu.


"mau?"


"hmm manis"


"kaya aku"


Rio menatap heran


"mimpi apa dia melihat gadis tomboy itu bersikap imut"


"makanlah,atau bawa saja ke kamarmu,aku tak minat makan"


Putri menganggsurkan buah jeruk yabg terkupas didepan mulut Rio


Rio menggeleng


"makan kalau tidak.."Putri mengancam


"kau berani mengancamku?"


Putri melotot menatap Rio memastikan dia tidak main2


Rio menepis tangan Putri pelan


"makan"


Putri tak menyerah


"tidak mau"


Putri memakan buah jeruk itu mengunyah dengan gaya rakus.Rio menggelengkan kepala melihat aksi konyol gadis itu


"kalau tidak mau makan"


"kau mau apa?"


"tidak ada "


"tapi aku mau"Tiba2 Putri maju dan menempelkan bibirnya pada bibir Rio yang sedikit terbuka karen terkejut


Sesaat Rio terdiam


Dia yakin gadis itu tak akan berani jauh,namun Rio salah .Putri mulai menyesap bibir bawah Rio kulit kering dari luka Rio terasa menggesek bibir halus dan harum dari Putri

__ADS_1


Rio terbuai


Tak mampu bertahan dia menarik kepala Putri agar tetap pada posisinya dan memperdalam ciuman mereka .Rio benar benar mencium dengan rakus bibir wanita dihadaannya menyesap bahakan berani merasakan lidah wanita itu jua


__ADS_2